Pusdiktan Ikuti Jambore Petani Muda 3 Petrokimia

Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) melalui mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang ikut berpartisipasi di Jambore Petani Muda 3. Acara yang diselenggarakan Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut bertema “Agrosociopreneur untuk Kemajuan dan Kelangsungan Pertanian Indonesia” di Kampus UGM, Yogyakarta, Rabu (25/9).

Pertemuan akbar kali ini dihadiri Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Jamhari, Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pendidikan Pusdiktan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Inneke Kusumawaty, Co-Founder dan CEO Tanijoy Nanda Putra serta Founder dan CEO Agradaya Andhika Mahardika. Selain mahasiswa Polbangtan Yogya-Malang, Jambore Petani Muda 3 ini pun diikuti perwakilan mahasiswa dari Fakultas Pertanian UGM.

Menurut Rahmad Pribadi dalam paparannya, regenerasi petani adalah topik utama Jambore Petani Muda 3. Petrokimia Gresik berupaya melakukan regenerasi petani, lantaran ada penyusutan tenaga kerja pertanian hingga 15 juta orang petani dalam 10 tahun terakhir. Sementara, dia menambahkan, kehidupan Petrokimia Gresik di masa mendatang sangat bergantung pada sektor pertanian.

Mengamini soal regenerasi petani, Nanda Putra dan Andhika Mahardika melontarkan pandangan dari sisi lain dunia pertanian. Menurut mereka, bertani dapat dilakukan dengan cara yang modern, bahkan tidak harus memiliki lahan. Misalnya, bidang pendukung pertanian seperti fintech (financial and technology) serta pengembangan sosial yang memiliki tujuan sama: meningkatkan produktivitas pertanian Tanah Air.

Kementerian Pertanian memang sudah memiliki konsep regenerasi petani. “Dukungan pemerintah sangat berpengaruh,” kata Inneke. Cakupan strategi regenerasi petani tersebut di antaranya transformasi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) menjadi politeknik, dengan program studi yang berorientasi pada agribisnis dan mekanisasi pertanian. Seluruh Eselon 1 lingkup Kementan telah bersinergi dalam program regenerasi petani untuk menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang andal.

Tak hanya itu, Inneke merinci. Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) sudah menjalin kerja sama dengan 33 perguruan tinggi di Indonesia. Mahasiswa, alumni, pemuda tani, juga terlibat langsung dalam pendampingan program Kementan. Upaya penumbuhan Kelompok Usaha Bersama (KUB) terfokus di bidang pertanian, dengan akses pelatihan dan magang bagi serta optimalisasi penyuluh bagi pemuda tani di bidang pertanian.(Miasari Maharta Dewi/FIK)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *