Pusdiktan Dalami SPI demi Good Governance

Tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (good government) adalah kalimat kunci yang tak bisa ditawar lagi. Pun demikian halnya yang diberlakukan di lingkup Kementerian Pertanian secara umum, dan khususnya Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Strategi pendalaman konsep itulah yang menjadi pembahasan penting dalam acara Sinkronisasi dan Implementasi Sistem Pengendalian Internal (SPI) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Pertanian yang dilaksanakan Pusdiktan di Bogor, Jawa Barat, pertengahan Desember silam.

Menurut Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti, SPI adalah proses pengawasan integral yang dilakukan secara terus menerus oleh pemimpin dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi. Di antaranya, melalui berbagai kegiatan yang efektif dan efisien, pengamanan aset negara, keandalan pelaporan keuangan, hingga ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang ada. “Bila seluruh kegiatan di pemerintahan berjalan bersih dan transparan, tentunya akan membawa dampak positif bagi masyarakat luas pada umumnya dan pelaku dunia pertanian khususnya, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Idha. Penerapan SPI ini pun sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang selanjutnya dijabarkan melalui Peraturan Menteri Pertanian No.23/Permentan/OT.140/5/2009 tentang Pedoman Umum SPI di Lingkungan Kementerian Pertanian.

Wujud nyata komitmen pelaksanaan SPI adalah melalui pembinaan peningkatan kinerja, akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, dan transparansi, yang mampu menumbuhkan tekad antikorupsi di lingkungan Kementan. Dukungan seluruh unsur di UPT Pendidikan—mulai dari pimpinan, pejabat struktural, pejabat fungsional, dan staf—sangat diperlukan. “Saya harap semua pihak bersinergi membangun sistem pengendalian intern agar menjamin semua kegiatan berjalan baik dan tercapai sesuai tujuan, serta bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” kata Idha tegas.

Kegiatan pendalaman SPI yang berlangsung selama tiga hari ini dihadiri peserta dari unit di bawah Pusdiktan. Yakni politeknik pembangunan pertanian (polbangtan) seluruh Indonesia, Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Kupang, SMK-PP Sembawa, dan SMK-PP Banjarbaru. Wakil dari Pusdiktan dan Inspektorat Jenderal Pertanian menjadi narasumber pertemuan tersebut.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *