Polbangtan Malang Siap Menjadi Pusat Model Farm

Kesungguhan kerja sama antara dunia usaha dan dunia pendidikan menjadi nyata. Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Jawa Timur, dan PT Nestle Indonesia berkomitmen bersama untuk membangun kandang percontohan (model farm) sapi perah di areal Polbangtan Malang. Kehadiran model farm ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan di masa mendatang, khususnya kehadiran lulusan polbangtan yang menjadi changing agent, sekaligus sebagai bentuk transformasi peternakan sapi perah rakyat di Tanah Air.

Dalam persiapannya menjelang pertengahan Mei 2019 ini, Tim Teknis PT Nestle Indonesia yang dipimpin Wisman Djaya selaku Direktur Sustainable Development PIS AGRO dan didampingi Head of Milk Procurement and Dairy Development Pariatmoko memberikan asistensi dalam rangka membangun kandang percontohan sapi perah tersebut. Kehadiran Nestle Indonesia adalah untuk menjadikan peternakan yang memenuhi syarat dan kualifikasi, dengan memperhatikan aspek kesejahteraan dan produktivitas hewan. Berdasarkan desain terperinci yang telah disetujui, pembangunan Model Farm terbagi untuk delapan ekor dan 50 ekor.

Menurut perhitungan, hasil pendapatan dari target produktivitas 16-18 liter atau 5.000 liter per jarak beranak (calving interval) dari susu segar bagi peternak kecil pemilik delapan ekor saja bisa mencapai Rp 8 juta per bulan. Dengan kondisi harga saat ini ditambah target pendapatan dari kandang dengan 50-an ekor, ditaksir mampu mencapai keuntungan hingga Rp 50 juta per bulan.

Dalam rangka persiapan pembangunan Model Farm, Direktur Polbangtan Malang Bambang Sudarmanto akan menyiapkan lahan jagung dengan luas sekitar dua hektare. Lahan tersebut merupakan sarana yang harus disediakan untuk pelatihan pembuatan silase jagung sebagai pakan ternak. Nantinya, PT Lunar Champlast—yang berpengalaman luas di dalam pembangunan beberapa peternakan berskala besar (large scale farming) di Indonesia–pun akan mendampingi pelaksanaan proyek Model Farm itu.(Fika Artharini/EPN)

0 replies

Tinggalkan Balasan

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *