Polbangtan Bogor-Nestle Tanam Bareng Sistem Tumpang Sari

Kolaborasi menjadi solusi yang nyata. Aksi bergandeng tangan itulah yang dilaksanakan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama PT Nestle Indonesia. Kedua institusi ini bersama-sama melakukan penanaman serempak beberapa jenis tanaman dengan sistem tumpang sari (intercropping) di lahan Teaching Farm (Tefa) Demoplot Coffee Intercropping di Kota Batu Luhur, Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/5).

Ketua Program Studi Agribisnis dan Hortikultura Polbangtan Bogor Wasissa Titi Ilhami menuturkan bahwa model intercropping di lahan Polbangtan Bogor ini terdiri atas komoditas kopi tiga klon: BP42,  BP 308, dan BP 409 dengan jarak tanam 2 X 3 meter. Tanaman yang ditanam lainnya adalah lada dengan jarak tanam 4 X 6 m, dan alpukat Cipedak yang menjadi border plant ditanam dengan jarak per enam meter. Jumlah tanaman kopi Robusta yang ditanam mencapai 600 pohon, lada 150 pohon dan alpukat sebanyak 48 pohon. “Rencananya komoditas hortikultura cabe rawit akan dijadikan tanaman sela,” kata Wasissa.

Model pertanian percontohan ini juga direkomendasikan PT Nestle Indonesia, yang terdiri dari tanaman kopi, lada, alpukat, dan cabai. Menurut Director Sustainability Agricultural Development and Procurement PT Nestle Indonesia Wisman Djaja, model intercropping ini sudah pernah diterapkan di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Sistem penanaman tumpang sari tersebut diyakini memiliki profitabilitas usaha tani yang jauh lebih tinggi dibandingkan tanam tunggal. Wisman berharap, model penanaman seperti ini dapat ditiru petani yang sebelumnya terbiasa menanam secara konvensional.

Selain perwakilan PT Nestle Indonesia, momentum penanaman serempak ini juga dihadiri perwakilan Direktur I dan Direktur II, Bagian Umum, perwakilan jurusan Pertanian, perwakilan program studi (prodi), dan penanggung jawab Tefa tiap prodi dari Polbangtan Bogor. Sedianya, kegiatan ini akan dilaksanakan langsung seluruh mahasiswa dari tingkat I hingga IV.(Ageng Hasanah S./EPN)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *