Pendidikan Vokasi Pertanian Harus Seiring dengan Dunia Usaha dan Industri

Pendidikan dan Dunia Usaha Dunia Industri (DU/DI) bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Akan tetapi, tak dapat dinafikan bahwa kesenjangan kompetensi antara dunia pendidikan dan dunia kerja masih terasa. Hingga banyak yang belum mendapatkan pekerjaan karena tidak sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Dr. Idha Widi Arsanti, SP, MP mengatakan, saat ini penyesuaian kurikulum pendidikan vokasi pertanian dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Industri (DU/DI) memang harus selaras. “Karena kampus tidak dapat lagi kita pikirkan sebagai suatu lembaga sosial yang berdiri sendiri. Kampus harus kita pandang sebagai suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat lokal, daerah maupun nasional,” katanya, Senin (14/1) saat rapat pertemuan dengan semua pejabat eselon 3 dan 4 Pusat Pendidikan Pertanian.

Lanjutnya, kurikulum pendidikan vokasi pertanian saat ini harus diselaraskan dengan kebutuhan kompetensi oleh DU/DI. Hal ini sejalan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Pusat Pendidikan Pertanian yang mempunyai 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN) yang tersebai di enam lokasi (Bogor, Medan, Malang, Yogyakarta-Magelang , Gowa dan Manokwari) dengan menjalin kerjasama dengan DU/DI yang bergerak di bidang pertanian.

Pelaksanaan pembelajaran dalam hal ini kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan di kampus harus menyesuaikan dengan kompetensi yang diinginkan oleh DU/DI. Kebutuhan tenaga kerja terampil sangat dibutuhkan oleh dunia kerja, apalagi di era MEA, serbuan tenaga kerja asing akan menjadi momok besar bagi tenaga kerja lokal Indonesia. Untuk itu, kita harus memperbaiki dan menyempurnakan kurikulum pendidikan vokasi pertanian di kampus yang harus mampu menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja yang terampil ini,” pungkas Santi.

Sementara itu, Kasubbid Kurikulum dan Sistem Pembelajan Pusat Pendidikan Pertanian Yudi Astoni, S.TP, M.Sc membenarkan pendidikan dan DU/DI tidak bisa dipisahkan karena melihat perkembangan yang sampai saat ini semakin maju. “Ketika industri semakin maju itu mencerminkan negera tersebut sudah masuk pada capaian yang diharapkan. Bagaimana konsekuensinya harus terus terpelihara dan berlangsung,” imbuhnya. Dibeberkannya kampus harus dapat memberikan berbagai keterampilan dan pengetahuan dalam bentuk suasana nyata sesuai dengan lingkungan kerja, oleh karena itu, diperlukan suatu kerjasama yang erat antara kampus dan industri, baik dalam perencanaan dan penyelenggaraan, maupun dalam pengolalaan pendidikan,” bebernya. SY/LTU

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *