Kapusdiktan: Program YESS Pas buat Petani Milenial

Kehadiran wirausaha milenial di sektor pertanian menjadi perhatian penuh Kementerian Pertanian. Di antaranya melalui Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) yang diluncurkan beberapa waktu lampau. Dan kini, Kementan bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) kembali fokus melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS). “Program ini dibuat untuk menciptakan wirausaha milenial tangguh dan berkualitas serta siap menghadapi era milenial,” kata Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Idha Widi Arsanti, sesaat setelah acara peresmian Program YESS di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (11/10).

Santi merinci, Program YESS sangat mendukung upaya pengembangan SDM pertanian. Caranya dengan memberdayakan para pemuda tani untuk memanfaatkan sumber daya alam pertanian di pedesaan, secara optimal, profesional, menguntungkan, dan berkelanjutan. “Mereka akan siap menghadapi era milenial,” ujar Santi optimistis.

Kementan memang selalu memfasilitasi generasi milenial untuk bisa terjun menjadi wirausaha pertanian. Mengutip pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, upaya mengedukasi generasi milenial gencar dilaksanakan dengan memberi pemahaman bahwa berusaha di sektor pertanian sangatlah menguntungkan. Pengembangan pembangunan pertanian di Tanah Air pun bisa mendongkrak nilai tambah ekonomi bila proses pengolahan dapat dilakukan sendiri. Jika di hulu, budi daya pertanian dilakukan secara modern dan pengolahan di hilir menggunakan teknologi canggih seperti pengemasan, bisa meningkatkan nilai komoditas hingga 200 persen.

Dana yang digelontorkan IFAD untuk Program YESS mencapai US$ 55,3 juta untuk pelaksanaan selama enam tahun, 2019-2025. Menurut Manager IFAD Program YESS Nicholas Syed, sektor pertanian di seluruh dunia menghadapi persoalan senada: jumlah petani muda yang mau turun di sektor pertanian semakin berkurang. Padahal, melalui teknologi dan daya kreativitas generasi milenial, peluang menjadi wirausaha sektor pertanian justru terbuka lebar. Dan IFAD hadir memberikan stimulan dalam bentuk dana pengembangan bagi wirausahawan di Indonesia. “Program wirausaha yang dirintis Kementan sudah sangat baik dan bisa menjadi contoh,” kata dia.(EPN)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *