Jelang Era 4.0., Dosen Polbangtan Jalani Bimtek Pedagogi

Dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0. penuh dinamika. Tantangan pendidikan dan pengajaran, misalnya, menuntut pola pendidikan yang tak hanya berbasis output, melainkan harus berbasis outcome. Berdasarkan itu pula Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) bagi dosen serta calon dosen politeknik pembangunan pertanian (polbangtan) seluruh Indonesia dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI). Bimtek tersebut digelar di Kampus UNY dan Hotel LPP Convention DI Yogyakarta, selama lima hari, dimulai pada 21 Juli 2019.

Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang Rajiman yang membuka pelatihan ini berharap, bimtek adalah ajang mengembangkan pengetahuan, wawasan, keterampilan mengajar dalam meningkatkan kualitas hasil belajar mahasiswa. Sebab tujuan peningkatan tersebut adalah menghasilkan inovasi pendidikan vokasional yang melibatkan langsung dunia usaha dan dunia industri di sisi teknologi informasi.

Para peserta Bimtek Pekerti ini diharapkan mampu memiliki kemampuan untuk memahami berbagai teori belajar dan motivasi, dasar-dasar komunikasi dan keterampilan mengajar, model-model dan metode pembelajaran, media pembelajaran, serta E-Learning. Yang tak kalah penting, para dosen dan calon dosen bisa memahami penjaminan mutu perguruan tinggi, memahami dan mampu menyusun kurikulum, memahami dan menilai proses dan hasil belajar, melakukan analisa kompetensi, melakukan pengembangan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Satuan Acara Pembelajaran (SAP), dan memahami serta mengerti ihwal sertifikasi dosen.

Langkah nyata ini, menurut Rajiman, memang dilakukan Kementan melalui Pusdiktan dengan meningkatkan kompetensi bagi tenaga kependidikan yang profesional, produktif, dan berintegritas tinggi. Yang sesuai dengan fungsi serta tugas utama dosen sebagai pendidik dan ilmuwan untuk mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu kepada masyarakat.

Rajiman menambahkan, arah kebijakan pemerintah fokus pada pembangunan sumber daya manusia dengan memperbaiki sistem pendidikan Indonesia melalui revitalisasi pendidikan vokasional.  Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, serta meningkatkan keterampilan pencari kerja melalui pelatihan vokasional dan program sertifikasi pada 2019 ini. Di antaranya, pengembangan SDM menjadi wirausahawan muda pedesaan di bidang pertanian. Termasuk yang utama adalah menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian melalui pendidikan vokasional pertanian lingkup politeknik pembangunan pertanian (polbangtan).

Wakil UNY, Anik Ghufron menegaskan bahwa UNY siap memberikan pelatihan dan simulasi dalam rangka pengembangan pengetahuan dan wawasan para dosen polbangtan. Mulai dari memperbaiki struktur tenaga kerja, meningkatkan mutu pendidikan, relevansi dan evaluasi serta menyiapkan generasi emas 2045. Hingga pemenuhan kebutuhan dan kompetensi tenaga kerja yang menjadi unggulan minat. Seperti, Anik menambahkan, bidang manufaktur, agribisnis, pariwisata, tenaga kesehatan, ekonomi digital, dan sektor pekerja migran. Sedangkan arah pembangunan pendidikan vokasional bidang pertanian dilakukan lembaga pendidikan tingkat sekolah menengah kejuruan pertanian pembangunan (SMK-PP) dan polbangtan.(Wahyu Hadi Trigutomo/EPN)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *