Gebrakan Mentan: Humas Pilar Informasi Kedaulatan Pangan

Penyebarluasan informasi menjadi permasalahan penting menyoal beragam kebijakan yang dilaksanakan pemerintah demi memakmurkan negeri, khususnya dari Kementerian Pertanian. Pasalnya jelas, berbagai terobosan tengah gencar dilaksanakan dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaulat pangan, tepatnya sebagai bagian dari Program 100 Hari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Misalnya tentang konsep Single Data buat mengembangkan Agriculture War Room (AWR), membangun Komando Strategis Pertanian hingga ke tingkat kecamatan, serta membangun ketersediaan komoditas pangan. Sang penyebar informasi adalah pelaku internal kementerian yang memang ditunjuk selaku ujung tombak sosialisasi program, di setiap lini kementerian.

Merujuk hal itulah, Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) menyelenggarakan pelatihan dengan jendela besar soal sosialisasi kebijakan kepada 10 instansi di bawah Pusdiktan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan. Acara yang berlangsung di Hotel Platinum Adisucipto, Yogyakarta, yang dilaksanakan selama tiga hari di pertengahan November silam itu dihadiri sejumlah perwakilan dari politeknik pembangunan pertanian (polbangtan) dan sekolah menengah kejuruan pembangunan pertanian (SMK-PP) se-Indonesia.

Perubahan pola komunikasi yang terjadi di era digital ini menjadikan arus informasi mengalir deras dan masif. Pola komunikasi linier mulai digantikan dengan pola komunikasi simetris. Pemanfaatan teknologi informasi pun semakin mempercepat akses berita ke berbagai elemen media komunikasi di masyarakat. Pola komunikasi yang telah berubah di kalangan masyarakat inilah yang mesti diikuti juga dengan strategi yang sama yang dilakukan Tim Hubungan Masyarakat (humas) Kementerian Pertanian.

Menurut Kepala Bagian Humas Kementan Moch. Arief Cahyono, membangun keterlibatan publik (public engagement) bisa dilakukan dengan cara membangun kepercayaan publik dan menumbuhkan sifat kemanusiaan. “Dengan begitu, publik akan lebih respect (menghargai) dan positive thinking (berpikir positif) terhadap citra pemerintahan,” kata dia.

Arief berharap, nantinya Tim Humas Kementan bisa menjadi pemberi sinyal pertama kepada para petani yang ada di sekitar instansi. Utamanya, agar proses sosialisai program Kementan bisa cepat tersalurkan. Dan, Menteri Syahrul, Arief menambahkan, amat mengapresiasi jika Tim Humas Kementan sukses membuat dan menginformasikan content kreatif dan positif yang bertemakan pertanian kepada publik.(Rohman Jaya Anwari/EPN)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *