Program Kostratani Maksimalkan Penggunaan Drone

Pelaksanaan program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan produktivitas, komoditas, kualitas, dan kuantitas produk pertanian telah merambah ke berbagai penjuru Tanah Air. Khususnya menyoal ketersediaan data bidang pertanian yang meliputi luas lahan, kondisi dan tekstur lahan, jenis tanah pertanian, dan lainnya. Konsolidasi persepsi kebijakan Kostratani tersebut di antaranya seperti yang berlangsung di Provinsi Sulawesi Tengah, pertengahan Desember 2019 silam di Aula Pertemuan Balai Penelitian Tanaman Pangan (BPTP) Sulteng.

Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan menjadi penyelenggara acara sosialisasi program Kostratani, sekaligus menyediakan dan memberi pelatihan pengoperasian pesawat tanpa awak dengan kendali jarak jauh (drone) untuk balai penyuluhan pertanian (BPP) dalam meningkatkan kualitas data pertanian. Pertemuan ini dihadiri perwakilan Pusdiktan BPPSDMP, wakil BPTP Sulteng, perwakilan dari Badan Karantina Sulteng, wakil Dinas Pertanian Provinsi Sulteng, serta sedikitnya 50 kepala balai penyuluhan pertanian (BPP), serta operator wilayah.

Peserta workshop perwakilan BPP penerima bantuan paket drone antusias dan penuh semangat mengikuti setiap alur kegiatan. Satu di antaranya saat teleconference menggunakan aplikasi di Android untuk melaporkan kondisi nyata perkembangan pertanian di kawasan masing-masing. Di ruang lainnya peserta workshop diajarkan pengenalan drone, cara pengoperasian drone, serta teknik mengaktifkan aplikasi, dan teknik perawatan drone. Para peserta tampak termotivasi untuk segera mengoperasikan alat bantu baru ini di wilayahnya.

Pusdiktan BPPSDMP optimistis melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan seperti ini dapat mendukung program dan kebijakan pemerintah untuk mendapatkan data akurat dalam mengidentifikasi berbagai macam potensi pertanian di Tanah Air. Harapannya jelas, demi mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan pada 2045.(Wahyu Hadi Trigutomo/EPN)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *