Demi Mutu, Pusdiktan Mengkaji Kurikulum PEPI

Mutu pendidikan di Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) adalah persoalan penting bagi sektor pertanian di Tanah Air. Dalam rangka itulah, Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) menyelenggarakan pertemuan dengan fokus pembahasan menyoal dokumen kurikulum PEPI, di Kampus PEPI di Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Rabu (8/1).

Pertemuan kali ini dihadiri perwakilan Kepala Balai Besar Mekanisasi Pertanian (BB Mektan) Agung Prabowo, Direktur Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alamsyah, Kepala Pusdiktan Idha Widi Arshanti, jajaran pucuk pimpinan tertinggi PEPI, perwakilan Program Studi PEPI, wakil dari Perekayasa Balai Besar Mekanisasi Pertanian, jajaran Eselon 3 dan 4 Pusdiktan, serta staf Pusdiktan dan PEPI.

Pengkajian draf komisi mekanisasi memutuskan untuk menitikberatkan pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) 4.0. “Yang meliputi Sistem Informasi Manajemen, Precision Farming, dan Cyber Physical System,” kata Agung Prabowo.

Direktur Alsintan pun memaparkan, bahwa dasar pendirian PEPI adalah adanya Balai Mekanisasi Pertanian dengan berbagai sinergi. Mulai dari sinergi yang kuat antara PEPI dan BB Mektan karena menghasilkan karya yang sama serta sinergi PEPI dan Direktorat Alsintan dalam pembuatan Teaching Factory. Selain itu, Andi Nur menegaskan, pengembangan PEPI bisa tercipta dari Sinergi tiga eselon 2 dari BB Mektan, Pusdiktan, dan Direktorat Alsintan.

PEPI adalah politeknik vokasional di bidang teknologi pertanian murni dengan target alumnus yang mampu diberdayakan di masa mendatang. Para mahasiswanya diharapkan dapat membaca permasalahan dalam mekanisasi, sehingga mampu menciptakan inovasi yang dibutuhkan. Lantaran itulah PEPI memiliki keunikan khusus di dalam kurikulumnya.(Dahlia Murwaningsih/EPN)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *