Archive for category: Warta

Warta: berita, infor aktual, penguman, dsb

Kondisi Pandemi, Halal Bihalal Pusdiktan Patuhi Protokol Kesehatan

Tradisi halal bihalal pasca libur Idul Fitri di lingkungan Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Kegiatan dilakukan baik secara virtual maupun tatap muka di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Selasa (26/5).  Pegawai yang berhalangan hadir dan bekerja dari rumah mengikuti halal bihalal secara daring melalui video conference. Sementara bagi pegawai yang sehat dan menggunakan kendaraan pribadi menghadiri kegiatan dengan menggunakan masker dan menjaga jarak minimal 1 meter.

Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti. Ia menyampaikan selamat Idul Fitri kepada seluruh jajarannya beserta staf Pusdiktan. Tradisi yang rutin dilakukan pasca Lebaran ini menjaga silaturahmi keluarga besar Pusdiktan. Meskipun pandemi Covid-19, kegiatan ini tetap dilakukan dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Pada kesempatan ini juga digelar acara pisah sambut Pejabat Eselon IV lingkup Pusdiktan.  Idha melepas Siti Syamsiah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Kelembagaan Pusdiktan untuk mutasi tugas ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. Idha juga menyambut Yoyon Haryanto yang mengemban amanah sebagai Kepala Sub Bagian Kurikulum dan Sistem Pembelajaran Pusdiktan. Sebelumnya, Yoyon bertugas di Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). (Ageng Hasanah)

Manfaatkan PWMP Kementan, Petani Milenial: Kembangkan Usaha dengan Kolaborasi, Bukan Kompetisi

Program inisiasi Kementerian Pertanian, yaitu Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) telah menetaskan banyak pengusaha muda pertanian. PWMP merupakan salah satu program untuk mewujudkan target 2,5 juta petani milenial dalam 5 tahun. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), meyakini anak muda yang mau terjun di bidang pertanian mempunyai peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik.

Mendukung SYL, Dedi Nursyamsi selaku Kepala BPPSDMP mengatakan, “penumbuhan wirausahawan muda pertanian menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkembangkan minat generasi milenial akan dunia pertanian.” Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan banyak pihak, termasuk Perguruan Tinggi Mitra, yang salah satunya adalah IPB, Bogor.

Salah satu pengusaha yang saat ini sudah berhasil adalah Tekad Urip Sujarnoko dan Ardiansah. Keduanya merupakan alumni Fakultas Peternakan IPB yang merintis usaha produksi pakan ternak yang diberi nama PT. Agro Apis Palacio. “Awalnya memang dedicated untuk domba dan kambing, tapi sekarang sudah mulai banyak jenis lain. Mulai dari sapi, kelinci dan ada juga untuk lele. Lele ini ada di fasilitas kami yang ada di Lebak, Banten,” ujar Ardiansah, saat ditemui di salah satu lokasi usahanya di Bogor. Rabu, 20 Mei 2020, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti, dan tim PWMP Polbangtan Bogor mendapat kesempatan untuk berkunjung ke sana, didampingi Iwan selaku dosen pembimbing PWMP Fakultas Peternakan IPB. Selain di Bogor dan Banten, PT. Apis juga memiliki pabrik di Magetan.

 

Usaha ini dirintis pada tahun 2015. Saat itu, Ardiansah dan Tekad melihat adanya peluang bisnis di pakan ternak kambing dan domba. “Ketika tidak banyak pabrik pakan lain yang berfokus ke situ. Mungkin masih dirasa kurang ekonomis ke domba dan kambing,” lanjut Ardiansah. Saat ini kapasitas produksi PT. Apis per bulan mencapai ± 300 ton. Ardiansah mengaku, untuk pasar terbesar masih di Jawa Barat dan Jabodetabek, walaupun di Jawa Timur sudah mulai besar statistik permintaannya. Omzet PT. Apis periode ini sudah mencapai 1,5-2 M per bulannya.
5 tahun berjalannya usaha, PT. Apis terus berkembang dan saat ini sudah memiliki unit usaha lain, seperti farm, pengolahan limbah, dan produksi susu. Bahkan sudah menembus pasar ekspor ke Oman, Somalia. Selain produksi pakan, terdapat unit usaha lain. Dalam pengembangannya, Ardiansah dan Tekad merangkul banyak pengusaha muda lainnya untuk bekerjasama dengan sistem joint venture, di antaranya Richard yang memiliki usaha peternakan domba dan Praselta yang memiliki usaha aqiqah.

“Kita kemarin sudah supply ternak sepulau Jawa ya,” ungkap Ardiansah terkait kerjasamanya dengan Richard. Richard juga merupakan salah satu alumni IPB yang menerima manfaat PWMP pada tahun 2019. Saat ini, ternak di kandangnya mencapai 200 ekor domba untuk tujuan perbesaran. Sumber pakan untuk ternaknya berasal dari PT. Apis dan fermentasi rumput yang diproduksi mandiri.

Berbeda dengan Ardiansah dan Ricard, Praselta bersama kedua temannya (Andi dan Dzaky) menekuni usaha di bidang aqiqah yang diberi nama Aqiqah Dinar. Domba yang digunakan berasal dari kandang sendiri, yang didukung oleh kedua rekanannya. “Per bulannya bisa potong domba sekitar 80 ekor,” ungkap Praselta. Demi menjaga kualitas produknya, domba dan kambing yang digunakan berada di bawah pengawasan dokter hewan, serta pemotongan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) berstandar ISO. “kami melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar lokasi produksi dan memberikan pelatihan kepada SDM yang kami miliki.”

“Itulah bedanya pengusaha jaman dulu dan pengusaha muda. Kalau jaman dulu, usaha dianggap sebagai kompetisi. Kalau pengusaha muda ini, justru menghilangkan kata kompetisi, yang ada kolaborasi, sinergi,” ujar Iwan. Menurutnya, baik Ardiansah, Praselta, maupun Ricard, tidak pernah pelit membagikan ilmunya untuk sesama alumni IPB. “Tentu saja keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan PWMP Kementerian Pertanian.”
“Kami akan mendukung petani milenial ini untuk terus berkembang. Tidak hanya yang sudah besar saja, tetapi juga yang masih merintis. Kami akan hubungkan dengan pihak-pihak lain yang bisa membantu, seperti misalnya market place, atau bantuan modal, pelatihan juga bisa,” ujar Idha dalam kesempatan tersebut. (Wara Pawesri)

Produktif di Tengah Pandemi, Petani Milenial Polbangtan Garap Sawah Tadah Hujan dengan Teknologi IPATBO

Pandemi Covid-19 memberi dampak pada kegiatan perkuliahan di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan PEPI. Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Idha Widi Arsanti menginstruksikan semua aktivitas perkuliahan di kampus dilakukan dengan daring (online/e-learning) dan atau bentuk penugasan lainnya kepada mahasiswa. “Segera laporkan ke kami apabila ada hal-hal yang berkaitan dengan virus Corona, himbau kepada seluruh sivitas akademika untuk membiasakan hidup bersih,” tegasnya.

Instruksi Kapusdiktan ditindaklanjuti oleh Direktur Polbangtan Bogor Siswoyo dengan menerbitkan Surat Edaran No B-689/TU 020/I 7/03/20 tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Infeksi COVID-19 di Lingkungan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor. “Perkuliahan teori dilakukan dengan memaksimalkan e-learning atau penugasan terstruktur, sedangkan praktik tidak dilakukan semenjak semester genap berjalan,” tuturnya.

Merespon surat edaran tersebut, Tia Maudi Julia, mahasiswi Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan terpaksa menghentikan aktivitas Tugas Akhirnya di Kecamatan Mande Cianjur. Ia pun pulang ke rumahnya di Desa Gobang Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Desa Gobang yang merupakan salah satu desa yang berpotensi tanaman pangan terutama padi. Akan tetapi sekitar 90% lahan di Desa Gobang merupakan lahan tadah hujan, sehingga petani selalu mengalami kekeringan karena adanya keterbatasan ketersediaan air, apalagi tidak ada saluran irigasi. “Inilah yang menyebabkan tingkat produktivitas pertanian lahan sawah tadah hujan juga secara umum rendah,” ungkap Tia.

Petani milenial ini pun mulai berpikir keras, mencari solusi atas permasalahan petani di desanya. Akhirnya ia temukan ide untuk mengenalkan teknologi IPATBO kepada petani agar lahan sawah tadah hujan dapat berproduksi secara optimal. “IPATBO adalah kependekan dari Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik,” jelasnya.
IPATBO merupakan paket teknologi khusus untuk budidaya padi di lahan tadah hujan dengan menerapkan sistem produksi yang memanfaatan potensi biologis, manajemen air dan tanaman serta penggunaan bahan organik dalam pemupukannya untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) per tahun suatu lahan sehingga lahan sawah tadah hujan tersebut dapat berproduksi secara optimal.

Tia pun mendapat dukungan dari Penyuluh Desa Gobang, Dedi Satria. “Saya sangat terbantu dengan kehadiran Tia, dia benar-benar menerapkan ilmu pertaniannya yang pernah dipelajari selama di kampus,” ucapnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Ahmad Sarwan dan Maemunah anggota Kelompoktani Bina Sugih Desa Gobang Kecamatan Rumpin. Keduanya baru saja didatangi Tia saat bertani di lahan tadah hujannya. Sarwan sangat puas dengan penjelasan Tia. “Neng Tia sangat kreatif. Penjelasannya tentang IPATBO sangat rinci, apalagi sambil bagi-bagi leaflet ke kami. Jadi bisa kami bawa pulang untuk dibaca lagi,” ucapnya. Maemunah berharap, teknologi IPATBO ini semoga berhasil diterapkan di sawah miliknya. “Kalau ini berhasil akan saya sebarkan ke teman-teman petani lainnya,” pungkasnya.

Dalam setiap kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo selalu menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi penopang perekonomian bangsa Indonesia, ditengah keresahan bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi wabah virus Covid-19. Menghadapi kondisi pandemi Covid-19, Mentan Syahrul melihat semakin banyak orang yang membutuhkan pertanian. “Pertanian yang dibutuhkan, adalah pertanian yang efektif, efisien dan transparan. Hal itu bisa dilakukan melalui petani milenial yang modern,” tutur Syahrul.

Pernyataan Mentan senada dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi. Dirinya menuturkan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda.
“Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya. (Arif Pastiyanto)

Petani Milenial PWMP Kementan “NGOPI” Ngobrol Pintar Bareng TaniHub

Kementerian Pertanian berkomitmen serius untuk menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia di tengah pandemi covid-19. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tak hentinya menegaskan pertanian tidak boleh berhenti. Salah satu upaya yang dilakukan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan adalah percepatan regenerasi petani. “Dalam masa Covid-19 ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha pertanian milenial khususnya di bidang produksi on-farm,” ujar Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.

BPPSDMP juga memberikan dukungannya kepada para petani milenial dalam mengembangkan bisnis pertaniannya di masa-masa sulit seperti saat ini. Salah satunya dengan menggelar NGOPI (Ngobrol Pintar) bersama TaniHub secara virtual (7/5). TaniHub adalah Ecommerce Pertanian Indonesia yang bertujuan mengatasi permasalahan rantai pasokan dan distribusi hasil pertanian. Hadir dalam pertemuan tersebut Duta Petani Milenial (DPM), Duta Petani Andalan (DPA), dan para Petani Milenial Peserta Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP). Tampak hadir pula Direktur Politeknik dan Kepala SMK-PP lingkup Pertanian, serta Panitia PWMP.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan, diskusi ini sebagai tindak lanjut hasil kerja sama yang telah dilakukan dengan TaniHub sebelumnya. “Kita ingin menindaklanjuti kerja sama kita dengan langkah konkrit” tutur Idha. Ia mengharapkan produk PWMP yang memenuhi kualifikasi dapat terhubung dengan TaniHub. PWMP adalah program terobosan Kementan untuk meningkatkan peran generasi milenial di sektor pertanian. Tujuannya adalah mencetak agropreneur yang mampu menjadi penggerak dan pencipta lapangan kerja di sektor ini. Sejak diluncurkan tahun 2016, saat ini telah terdapat ribuan kelompok PWMP yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Head of Partnership and Social Impact TaniHub Deeng Sanyoto mengungkapkan bahwa TaniHub memiliki target 1juta petani pada 2022, saat ini baru memiliki 1.500 petani. “Ini masih sangat jauh sekali, dan kami cukup senang dengan adanya petani-petani milenial,” ujarnya. Ia pun melanjutkan, ada 2 hal yang bisa dilakukan sebagai langkah konkrit kerja sama ini, yang pertama TaniHub membeli produk yang lolos seleksi dan yang kedua adalah ada potensi untuk funding. Tim TaniHub akan menyeleksi produk PWMP yang didaftarkan melalui link registrasi https://about.tanihub.com/register/farmer. Begitu pula untuk funding, verifikasi data akan dilakukan oleh tim TaniHub.

Yuk Hadiri Diskusi Online: Menyiapkan SDM Pembangunan Pertanian dan Peternakan Unggul

Semangat pagi! Dengan gelora semangat generasi muda,

Yayasan CBC Indonesia (@yayasancbcindonesia) dan Indonesia Livestock Alliance (@indonesialivestock) berkolaborasi dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, dan Partnership Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro) mempersembahkan Diskusi Online Zoom #Edisi7 dengan tema berbeda!

Diskusi diadakan pada🔽🔽🔽
🗓: Sabtu, 9 Mei 2020
⏱: 09.00 WIB – 12.00 WIB

Tema: Menyiapkan SDM Pembangunan Pertanian dan Peternakan Unggul Menyongsong Indonesia Emas 2045
Pembicara: Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. (Kepala BPPSDMP) |Dr. Arif Daryanto, M.Ec (Dekan Sekolah Vokasi IPB) | Dr.Idha Widi Arsanti,SP,MP (Kepala Pusat Pendidikan Pertanian) | Sri Hastuti Widowati (Sampoerna Entrepreneur Training Center) | Suaedi Sunanto (Direktur Nutricell Pacific)
Pembahas: Dasril Rangkuti (Wakil Ketua Komtap Pelatihan dan Ketenagakerjaan Kadin Indonesia) | Prof. Ali Agus (Dekan Fakultas Peternakan UGM)

Cara mengikuti acara ini? Registrasi terlebih dahulu melalui link: www.bit.ly/SDM-unggul.
Link akses zoom akan tertera setelah Anda selesai melakukan registrasi.

Mari merintis regenerasi dalam menjamin ketahanan pangan masyarakat Indonesia. Hidup pertanian! Hidup peternakan! Hidup Rakyat Indonesia!

____
Narahubung: 082115803424 (Aliva)

Instagram: www.instagram.com/yayasancbcindonesia
Linked in: www.linkedin.com/in/indonesialivestock
Facebook: https://web.facebook.com/agropustaka.id/
Youtube: www.youtube.com/livestockreview
Website: www.yci.or.id

BPPSDMP Kementan Gelar FGD Bahas Implementasi Closed Loop

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggelar Focus Group Discussion (FGD) secara virtual pada Rabu (6/5). Diskusi ini membahas implementasi Closed Loop dalam memperbaiki supply chain komoditas pertanian. FGD ini sebagai respon yang dilakukan BPPSDMP terhadap arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menegaskan pertanian tidak boleh berhenti. Penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia menjadi program utama Kementan terlebih dalam masa pandemi covid-19.

Salah satu upaya yang dilakukan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian adalah percepatan regenerasi petani. “Dalam masa Covid-19 ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha pertanian milenial khususnya di bidang produksi on-farm,” ujar Dedi. Ia pun mengingatkan seluruh jajarannya agar di era disrupsi akibat pandemi Covid-19 ini, bersinergi dengan instansi terkait adalah sebuah solusi. FGD dihadiri oleh para Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) Nasional. Tampak hadir pula para Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Direktur Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), dan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Kementan mengundang Ketua Kompartemen Hortikultura KADIN Karen Tambayong dan Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Banun Harpini sebagai narasumber dalam FGD tersebut. Selain itu, narasumber juga didatangkan dari pihak swasta antara lain PT. East West Seed, PT. Ranko, PT. Pupuk Kujang, serta Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) Indonesia. FGD ini dimoderatori langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti.

“Closed loop agribusiness menjadi jembatan untuk petani dan pasar sehingga supply lebih maksimal dan produk/harga menjadi stabil,” ujar Karen. Ada sebuah action model pada closed loop yang bisa direplika dimana saja. Ia mengungkapkan bahwa kuncinya adalah sinergi antara BUMN dengan swasta. Dalam kondisi seperti sekarang, lanjutnya, swasta harus diajak dan turut berperan, selain petani, universitas, dan pasar. Ia pun menegaskan keterlibatan swasta jelas harus ada. “Bagi milenial, lapangan pekerjaan baru terbuka ketika mereplika program closed loop tadi,” jelas Karen.

Pada sesi selanjutnya, Banun Harpini menyampaikan closed loop bisa menjadi alternatif dalam mengatasi berbagai permasalahan sistem agribisnis produk pertanian. Kata beberapa pengamat, lanjutnya, bahwa masa covid-19 ini membawa blessing untuk subsekstor hortikultura. Ia pun menekankan “bagaimana kita memperbanyak champion-champion dari closed loop ini dan para champion ini membutuhkan dukungan.”

Ketika menutup forum ini, Idha menyampaikan “Sinergi sudah dimulai dan akan terus diperkuat”. Secara parsial, lanjutnya, beberapa permasalahan di lapangan sudah tersalurkan. Ia pun menegaskan akan memberikan dukungan dan juga memfasilitasi para petani milenial. “Ke depannya, forum akan lebih difokuskan lagi per komoditas.” tutur Idha.

(Ageng Hasanah)

Pendaftaran Jalur Umum Ditutup, Politeknik Milik Kementan ini Paling Diminati

Pemerintah telah menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya menurunkan penyebaran virus corona jenis baru (covid-19) di Indonesia. Hal ini memberikan dampak pada berbagai sektor termasuk sektor pendidikan. Meski begitu, penerimaan mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi di Indonesia tetap berlangsung. Politeknik di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan) yaitu Politeknik Pertanian Pembangunan (Polbangtan) dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 melalui laman resmi masing-masing politeknik.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) pernah berpesan agar mahasiswa pertanian wajib memiliki kesiapan dan kesigapan dalam menghadapi tantangan. “Harus mampu memecahkan segala persoalan dengan cara-cara baru berbasis teknologi” ujar SYL ketika memberikan kuliah umum kepada mahasiswa beberapa waktu yang lalu. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi pun mengamini. Ia menegaskan mahasiswa Polbangtan/Pepi sudah seharusnya menjadi motor penggerak transformasi pertanian tradisional Indonesia menuju modern, sesuai kodratnya sebagai generasi milenial.

Terdapat 7 politeknik yang dimiliki Kementan. Ketujuh politeknik tersebut yaitu Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan YoMa (Yogyakarta-Magelang), Polbangtan Malang, Polbangtan Gowa, dan Polbangtan Maknokwari, serta Pepi di Serpong. Dari ketujuh politeknik tersebut, Polbangtan Medan menjadi kampus terfavorit dengan pendaftar jalur umum terbanyak. “Jauh meningkat dibanding tahun 2019 dari 1775 pendaftar, sekarang sudah 2602 pendaftar, dan masih ada waktu hingga 30 April 2020,” kata Yuliana Kansrini, Direktur Polbangtan Medan, Selasa (28/4).

Kuota mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 dari seluruh jalur pendaftaran (undangan, tugas belajar, kerja sama, umum, dan POSKM) di seluruh Polbangtan dan Pepi adalah 1.360 orang. Kuota Polbangtan Medan sebanyak 196 orang, Polbangtan Bogor 245 orang, Polbangtan YoMa 315 orang, Polbangtan Malang 196 orang, Polbangtan Gowa 224 orang, Polbangtan Manokwari 112 orang, dan Pepi 72 orang. Lulusan Polbangtan dan Pepi diarahkan sebagai wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha dan industri.

Pendaftaran mahasiswa baru jalur umum dan kerja sama ditutup serentak di seluruh Polbangtan dan Pepi pada 30 April 2020. Imbas pandemi covid-19, jadwal pemberkasan diperpanjang hingga 14 Mei 2020 agar calon mahasiswa baru lebih leluasa mempersiapkan kelengkapan dokumen. Biaya pendaftaran ini tidak dipungut biaya. Tidak hanya biaya pendaftaran, kuliah di Polbangtan dan Pepi bebas dari biaya pendidikan, bahkan mahasiswa difasilitasi asrama dan makan secara gratis. Informasi lebih lanjut terkait penerimaan mahasiswa baru Polbangtan dan Pepi dapat dilihat pada laman resmi berikut.

1. Polbangtan Medan  www.polbangtanmedan.ac.id
2. Polbangtan Bogor  www.polbangtan-bogor.ac.id
3. Polbangtan YoMa (Yogyakarta-Magelang)  www.polbangtanyoma.ac.id
4. Polbangtan Malang  www.polbangtanmalang.ac.id
5. Polbangtan Gowa www.polbangtan-gowa.ac.id
6. Polbangtan Manokwari www.polbangtanmanokwari.ac.id
7. Pepi di Serpong www.pepi.ac.id

Mari Ikuti Indonesian Agriculture Forum 2020

Mari ikuti Indonesian Agriculture Forum 2020 dengan tema Pendidikan Vokasi Pertanian: Bagaimana Peran Strategisnya dalam Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19.

Arahan dan Pembukaan oleh Menteri Pertanian

Pembicara:

  1. Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr (Kepala Badan PPSDMP Kementerian Pertanian)
  2. Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc (Plt. Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud)
  3. Drs. Pungky Sumadi, MCP, Ph.D (Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Bappenas)
  4. Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si (Rektor Institut Pertanian Bogor)
  5. Karen Tambayong (Ketua Kompartemen Hortikultura Kadin)

Moderator: Dr. Idha Widi Arsanti, SP, MP (Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Kementerian Pertanian)

Forum akan dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2020  pukul 15.30 WIB melalui zoom meeting 485-786-6217, password: dik30420

Wujudkan SDM Berpendidikan, Kementan Dorong Percepatan Penyelesaian Studi Peserta Tugas Belajar

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor pertanian menjadi salah satu fokus pembangunan pertanian. Menteri pertanin (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menekankan pentingnya pengembangan SDM untuk mengoptimalkan sektor pertanian ke depan menuju pertanian maju, mandiri dan modern. Terkait dengan hal tersebut Kementerian Pertanian c.q. BPPSDM memiliki kewajiban mencetak SDM unggul, kreatif dan profesional. Salah satu caranya dengan adanya penyelenggaraan tugas belajar program S2 dan S3 bagi PNS lingkup Kementerian Pertanian. “SDM pertanian perlu digarap terlebih dahulu karena itu yang akan memperlancar dan mempercepat serta memberi kontribusi siginifikan dalam pertanian Indonesia,” ujar Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

BPPSDMP melalui Pusat Pendidikan Pertanian melakukan koordinasi dengan pengurus Program Pascasarjana UNS pada Senin, 6 April 2020. UNS merupakan satu dari 12 Perguruan Tinggi Mitra yang menjalin kerjasama dengan Kementerian Pertanian dalam penyelenggaraan tugas belajar program doktor dan magister. Koordinasi ini dilakukan melalui video conference menggunakan aplikasi meeting daring.

Meeting melalui video conference menjadi pilihan di tengah pandemi covid-19 yang melanda Indonesia. Kebijakan pemerintah terkait physical distancing untuk menanggulangi penyebaran virus ini menyebabkan tidak dapat dilakukannya pertemuan secara langsung. Kebijakan pemerintah ini juga berdampak pada kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.

Sesuai dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19 dari kemendikbud, yang menyatakan proses pembelajaran dilakukan dari rumah melalui pembelajaran daring. Sehingga aktivitas perkuliahan di UNS juga turut menyesuaikan. Meeting daring antara pihak Pusdiktan dengan UNS bertujuan untuk koordinasi lebih lanjut terkait percepatan penyelesaian studi peserta tugas belajar di tengah covid-19.

Idha Widi Arsanti selaku Kepala Pusat Pendidikan Pertanian menyatakan bahwa seharusnya penyelesaian studi peserta tugas belajar tetap dapat berjalan lancar, terutama bagi peserta yang sudah di semester akhir. Adanya pandemi ini seharusnya tidak menjadi alasan peserta tugas belajar melalaikan kewajibannya menyelesaikan studi yang berimbas pada pengajuan perpanjangan.

“Kalau ada yang mengajukan perpanjangan, nanti akan mengurangi kuota tahun selanjutnya,” Idha (01/04) saat melakukan video conference dengan peserta tugas belajar program doktor dan magister angkatan 2015-2017.
Direktur Program Pascasarjana mengatakan, pihaknya akan terus membantu percepatan penyelesaian studi tanpa menurunkan kualitas. Jajaran Program Pascasarjana UNS akan bekerjasama untuk terus menjalin komunikasi, baik dengan Pusdiktan maupun dengan peserta. Komunikasi dapat dilakukan menggunakan e-mail, whatsapp, telepon, ataupun aplikasi meeting daring untuk dapat terus memantau perkembangan studi para peserta tugas belajar.

“Monitoring dan evaluasi perkembangan studi, selain dari universitas, juga akan kami koordinasikan dengan masing-masing eselon I asal unit kerja peserta tugas belajar,” lanjut Idha. Diharapkan dengan monitoring dan evaluasi yang ketat, peserta tugas belajar dapat lebih disiplin dan segera lulus sehingga dapat segera berkontribusi terhadap instansi asal. (Wara Pawestri)

Hasil Seleksi Administrasi Jalur Undangan dan Tugas Belajar di 7 Politeknik Kementan Siap Diumumkan

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian adakan seleksi administrasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) bagi jalur undangan dan tugas belajar pada Rabu (15/4). Inilah bukti perhatian pemerintah terhadap dunia Pendidikan di saat situasi pandemi Covid-19.

Arahan dari Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa problematika Pendidikan di tengah pusaran wabah corona ini harus memiliki Langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah dengan cepat dan tepat. Contohnya dengan sistem pembalajaran jarak jauh dengan memanfaat teknologi yang ada. Sebab jika tidak, akan memberikan dampak negatif terhadap perkembangan kematangan hasil dan pencapaian dari proses Pendidikan.

Langkah-langkah strategis yang dimaksud oleh Mentan ini kemudian direspon oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam mencetak generasi muda pertanian yang maju, mandiri dan modern melalui Pendidikan di Polbangtan dan PEPI yang merupakan institusi pendidikan milik Kementerian Pertanian di bawah naungan BPPSDMP.

“Pendaftaran PMB Polbangtan dan PEPI secara online sudah dimulai pada minggu ke-empat Bulan Januari 2020, karena ini merupakan agenda wajib setiap tahunnya”, ungkap Dedi. Jadwal Pendaftaran PMB dimulai dari Jalur Undangan dan Tugas Belajar (16 Maret – 10 April 2020), kemudian Jalur Kerja sama dan Umum (1 – 30 April 2020), selanjutnya Jalur POSKM (1 – 3 Juli 2020).

Serempak hari ini Panitia PMB Pusat dan Daerah melaksanakan seleksi administrasi jalur undangan dan tugas belajar melalui Zoom Cloud Meetings yang dipimpin Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti dan dimoderatori oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan Pusdiktan Ismaya NR Parawansa serta dihadiri oleh Kepala Subbidang Peserta Didik Pusdiktan, Kepala Subbidang Kurikulum dan Sistem Pembelajaran Pusdiktan serta 6 (Enam) Direktur Polbangtan dan Direktur PEPI.

Pengumuman hasil seleksi ini akan diumumkan secara online esok hari melalui website Kementerian Pertanian: https://www.pertanian.go.id/home, http://bppsdmp.pertanian.go.id, atau https://web.pusdiktan.net dan website Polbangtan dan PEPI. (Fika Artharini)