Archive for category: Warta

Warta: berita, infor aktual, penguman, dsb

Kepala BPPSDMP Kementan Ajak Petani Milenial Manfaatkan Marketplace

Kementerian Pertanian secara rutin menggelar forum diskusi bagi para petani milenial secara online. Rutin diselenggarakan setiap pekan, Millenial Agriculture Forum (MAF) telah berjalan hingga forum ke-7. MAF VII mengangkat tema mengenai pemanfaatan marketplace untuk agribisnis, pada Jumat (7/8).

Dalam arahannya, Dedi Nursyamsi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 mengalami minus. Tetapi kemerosotan ini tidak terjadi di semua sektor, justru pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian memberikan kontribusi positif. “Itu artinya sektor pertanian adalah sektor yang menggiurkan di pandemi covid ini, karena hanya sektor pertanian yang mampu memberikan pangan bagi masyarakat Indonesia,” jelas Dedi.
Ia pun mengajak para petani milenial untuk memanfaatkan marketplace. “Saat ini inovasi teknologi utamanya 4.0 sangat menguntungkan untuk kita semua,” kata Dedi. Ia menyambut baik petani milenial untuk belajar marketplace. Saya melihat para petani milenial semua bangkit dan bahu membahu mendustribusikan pangan ke seluruh lapisan masyarakat melalui online, jelasnya.

Dedi menekankan agar protokol covid tetap diperhatikan salah satunya dengan menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Karena itu, kata Dedi, online system sangat menggiurkan di masa pandemi ini, terutama bagi sektor pertanian yang ada di hilir agar menjual produk secara online. “Pemasaran online selain cocok di masa pandemi, juga lebih cepat, bisa order kapan saja,” ujar Dedi. Pada akhir paparannya, ia menyampaikan harapannya agar webinar ini bisa mendorong dan memberi semangat untuk support pembangunan pertanian.

Sejalan dengan arahan Kepala BPPSDMP, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti juga mengimbau para petani milenial agar dapat mengajak petani-petani di sekitarnya untuk memanfaatkan marketplace. “Petani milenial ini dekat dengan teknologi, karena itu rekan-rekan milenial ini bisa sepenuhnya memanfaatkan teknologi untuk mengatasi berbagai permasalahan,” kata Idha. Ia juga menjelaskan platform website e-commerce pertanian yang diinisiasi Kementerian Pertanian yaitu www.agrindotrade.com dimana pengelolaannya dilakukan oleh para petani milenial. “Harapannya petani milenial ini tumbuh lebih banyak lagi dan mengembangkan pertanian di Indonesia,” tutup Idha mengakhiri paparannya. (Ageng Hasanah)

Ditunjuk Sebagai Model BPP Kostratani, BPP Mandalawangi Pandeglang Akan Difungsikan Sebagai Rumah Pintar Petani

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus menggalakan program Komando Strategis Pertanian (Kostratani) untuk mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam menggerakkan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan.

“Kementan akan terus memperkuat peran Kostratani. Sebab, Kostratani mengimplementasikan program-program Kementerian Pertanian. Kegiatannya langsung bersinggungan dengan petani di lapangan. Di Kostratani ini juga petani bisa mendapatkan informasi atau mendapatkan penyuluhan agar hasil pertaniannya lebih maksimal,” jelas SYL, Rabu (5/8).

Menanggapi Mentan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan, “Kostratani akan menjadikan BPP sebagai pusat pembangunan pertanian yang melibatkan seluruh pelaku pertanian yang ada di Kecamatan. Kostratani berbasis teknologi dengan dukungan big data memiliki skala besar. Mengingat data pertanian nasional begitu besar dan kompleks. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan tugas, fungsi dan peran Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan, BPPSDMP akan mentransformasi BPP untuk menjadi Model BPP Kostratani, salah satunya di BPP Mandalawangi, Pandeglang, Banten.”

Untuk mengawal proses transformasi BPP Mandalawangi menjadi Model BPP Kostratani dan memberikan motivasi bagi penyuluh pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) didampingi oleh Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi serta Kepala Pusat Pendidikan Pertanian melakukan kunjungan ke BPP Mandalawangi pada Rabu, (05/08). Kunjungan BPPSDMP tersebut disambut baik oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Penyuluh Pandeglang, dan Dinas Pertanian Provinsi Banten.

“Kita terus mengawal proses transformasi BPP Mandalawangi menjadi Model BPP Kostratani sebagai benchmark bagi BPP lain yang akan bertransformasi menjadi BPP Kostratani. BPP sebagai center of knowledge diharapkan dapat menjadi sarana transfer ilmu dari penyuluh pertanian kepada petani di wilayah kerjanya,” ujar Dedi.

Dedi menyampaikan bahwa “Di era orde baru, penyuluh dan BPP sangat diperhatikan sehingga kegiatan optimalisasi produksi dapat berjalan dengan baik. Itu sebabnya kita bisa swasembada pangan bahkan ekspor beras.”

“Saat ini di BPP Mandalawangi ada enam penyuluh dan akan menjadi pilot project sebagai BPP Kostratani. BPP Mandalawangi sebagai Kostratani juga akan difungsikan sebagai rumah pintar petani yang mendorong para petani untuk tidak hanya melakukan produksi, namun juga kegiatan pasca panen dan pemasaran,” pungkasnya. (Vanelly Rahutami S)

 

 

Sambutan Kongres Mahasiswa Nasional: Kementan Ajak Milenial Terjun di Dunia Pertanian

Mewakili Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan sekaligus Project Manager Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Kementerian Pertanian Inneke Kusumawaty membuka Kongres Nasional Luar Biasa Ikatan Mahasiswa Polbangtan Indonesia (IMPI) pada Sabtu (25/7). Acara yang dihadiri oleh mahasiswa Politeknik milik Kementerian Pertanian, baik Polbangtan maupun PEPI ini diselenggarakan secara virtual.

Inneke mengaku senang dengan terselenggaranya kegiatan ini. “Selamat atas terselenggaranya acara ini,” katanya.  Dalam arahannya, Inneke menyampaikan perlu niat kuat dari pemuda untuk terjun di dunia pertanian. “Mari kita mulai dulu untuk berusaha, adik-adik ini aset yang sangat berharga bagi kami di Kementan,” ajaknya.

Ia juga memaparkan program Penumbuhan Wirausahwan Muda Pertanian (PWMP) dan program YESS sebagai upaya percepatan regenerasi petani. “YESS ini mendapatkan pendanaan dari IFAD untuk meningkatkan kapasitas pemuda di bidang pertanian.” kata Inneke. “Perlu niat kuat dari pemuda untuk terjun di dunia pertanian bukan sekedar ikut-ikutan, mari kita mulai dulu untuk berusaha,” lanjutnya lagi.

“Kita pilih anak-anak muda kisaran usia 17-39 tahun, karena adik-adik ini inovatif untuk mengembangkan bisnis pertanian.” jelas Inneke. Ia pun menyampaikan jika ada mahasiswa yang berasal dari 4 wilayah lokasi kegiatan YESS dapat menghubungi dinas pertanian setempat untuk mendapatkan informasi ataupun ke UPT Pusdiktan di wilayah tersebut. Keempat wilayah tersebut adalah provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Ia juga merinci untuk untuk wilayah Jawa informasi bisa didapat di Polbangtan Bogor, Jawa Timur di Polbangtan Malang, Sulawesi Selatan di Polbangtan Gowa, sementara untuk Kalimantan Selatan di SMK-PP Banjar Baru.

Pada  akhir paparannya, Inneke mengutip kata-kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, “ Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman kalian.”  Sejalan dengan arahan Mentan, Kepala Badan PPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan mengatakan akan terus mendorong lahirnya para petani milenial.

Inneke berharap para mahasiswa bisa menjadi duta ambassador wirausahawan muda pertanian. Sebagai penutup paparannya, ia mengatakan “jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu.” (Ageng Hasanah S)

Project Manager YESS Bicara Tentang Entrepreneur Pertanian di Webinar Nasional

Project Manager Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Kementerian Pertanian Inneke Kusumawaty menghadiri undangan sebagai narasumber pada Webinar Nasional Entrepreneurship “Agile Entrepreneur” secara daring, Sabtu (11/7). Acara yang mengangkat topik gerakan optimis kaum muda pasca COVID-19 ini, diselenggarakan oleh Universitas Binawan. Turut hadir pada seminar tersebut antara lain Rektor Universitas Binawan Ayu Nindyati, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Binawan Budiono, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur Hasanuddin Kilan. “Agility konsepnya kita harus merespon cepat unprediction. Yang pertama kita harus meningkatkan refleks kita, partisipatif, dan fleksibel,” ujar Rektor Universitas Binawan Ayu Nindyati saat memberikan arahan.

Dalam paparannya, Inneke memperkenalkan program YESS kepada peserta seminar yang didominasi oleh mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Binawan dan tampak hadir pula siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Inneke menyebut, jumlah petani terus menurun, padahal regenerasi petani sudah lama digaungkan dan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di negara lainnya. Anak-anak muda kurang tertarik dengan pertanian karena dianggap kotor dan tidak keren, ungkap Inneke. Ia pun menjelaskan program Kementerian Pertanian yang mendukung petani milenial yaitu peningkatan kapasitas pemuda perdesaan di bidang pertanian, pengembangan wirausahawan muda pertanian, dan yang terakhir fasilitasi akses permodalan.

“YESS adalah program pengembangan kewirausahaan dan baru akan dimulai di akhir September, saat ini dalam tahap persiapan. Program YESS menyasar kepada anak-anak muda di perdesaan yang memiliki minat di bidang pertanian. Kita tingkatkan kapasitasnya sehingga mereka adaptif terhadap teknologi. Tujuan keseluruhan adalah peningkatan pendapatan. Diharapkan, YESS bisa mengurangi pengangguran,” ujar Inneke dalam penjabarannya.

Inneke menyebut, lokasi pilot project YESS ada di 4 provinsi yaitu Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Jawa TImur. Ia pun memperkenalkan Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan diantaranya Rizal Fahreza dengan Kebun Edukasi Eptilu yang omzetnya mencapai 300-400 juta per bulan, Sandi Octa Susila PT. Mitra Tani Parahyangan dengan omzet mencapai 1 milyar per bulan, serta jajaran petani milenial sukses lainnya.

Inneke mengagumi petani milenial yang berpikir sangat cerdas dan melompat-lompat. “Petani milenial ini berusia kurang dari 39 tahun. Mereka muda, cerdas, adaptif, kreatif. Mereka bisa membaca peluang pasar,” lanjutnya. “Regenerasi petani harus dilakukan. Petani milenial sangat potensial untuk melanjutkan pembangunan pertanian di Indonesia karena cerdas, adaptif, dan siap memasuki era pertanian 4.0, dan petani milenial sudah mulai berkiprah dalam pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir,” ujar Inneke menutup paparannya.

Apa yang disampaikan Inneke sejalan dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Dalam beberapa kesempatan, Dedi menyampaikan bahwa dalam lima tahun mendatang ditargetkan petani milenial mencapai 2,5 juta orang. Sebagaimana yang sering disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa milenial harus berani menjadi petani. Mentan Syahrul menaruh harapan pertanian pada generasi milenial. (Ageng Hasanah S)

Calon Mahasiswa Baru Polbangtan dan PEPI Lewati Ujian CAT

Jakarta (10/07), Pusat Pendidikan Pertanian yang berada di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian telah menyelenggarakan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Sekolah milik Kementerian Pertanian yakni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2020/2021. Tujuh Lokasi tempat ujian PMB pelaksanaannya berada di masing-masing Polbangtan dan PEPI meliputi wilayah Medan – Sumatera Utara, Bogor – Jawa Barat, YoMa – Yogyakarta dan Magelang, Malang – Jawa Timur, Gowa – Sulawesi Selatan, Manokwari – Papua Barat dan PEPI – Banten.

Untuk memudahkan pelaksanaan Ujian PMB Polbangtan TA. 2020/2021 di masa pandemik Covid-19, telah disepakati dan ditentukan bersama oleh panitia PMB Pusat dan Daerah bahwa Polbangtan dan PEPI dapat melakukan penilaian ujian berdasarkan Hasil Nilai Raport semester 1 sampai dengan semester 5 ataupun Hasil Penilaian Ujian Computer Assisted Tes (CAT) yang digunakan sebagai nilai kelulusan dan ditambah dengan Tes wawancara.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan bahwa pendidikan vokasi yang dilakukan Kementan untuk menghasilkan sarjana terapan dengan kualifikasi job seeker dan job creator adalah Lulusan Polbangtan dan Pepi yang diarahkan sebagai wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha dan industri.

“Memanfaatkan keahlian, inovasi dan kreativitas yang dimiliki mahasiswa-mahasiswa polbangtan dan PEPI harus diwadahi dalam rangka penciptaan suatu karya ataupun hasil di sektor pertanian khususnya, tunjukan bahwa SDM memiliki peran dalam peningkatan produktivitas”, ujar Dedi Nursyamsi Kepala Badan PPSDMP.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa SDM pertanian di masa depan harus diisi dengan yang berkualitas. Oleh karena itu, lulusan Polbangtan dan PEPI ini merupakan bentuk dari pencetakan regenerasi petani yang harus dilakukan. Selanjutnya, hasil kelulusan Calon Mahasiswa Baru (Camaba) akan di umumkan melalui website masing-masing Polbangtan dan PEPI dalam waktu dekat ini yang akan diumumkan oleh Polbangtan dan PEPI. (Fika Artharini)

Pusdiktan dan Pendidikan Vokasi Lingkup Kementan Tindak Lanjuti Link and Match dengan DUDI

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi bertemu dengan Direktur Eksekutif PISAgro Martini Indrawati dalam rangka koordinasi pendidikan tinggi vokasi melalui video conference sebagai langkah konkrit tindak lanjut pertemuan sebelumnya dengan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang membahas “Pernikahan” Dunia Usaha Dunia Industri dengan Pendidikan Vokasi Kementerian Pertanian , Senin (6/7).

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Politeknik lingkup Kementan beserta jajarannya, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) lingkup Kementan beserta jajarannya, dan juga para pejabat lingkup Pusat Pendidikan Pertanian dan beberapa perwakilan dari DUDI. PIS Agro (Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture– Kemitraan Pertanian Berkelanjutan Indonesia) sendiri merupakan kemitraan publik-swasta yang bertujuan mendukung pemerintah Indonesia dalam mengatasi isu ketahanan pangan nasional dengan cara meningkatkan produksi komoditas pertanian secara berkelanjutan dan meningkatkan penghidupan para petani kecil.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa Link and match dengan  dunia usaha dan dunia industri sangat diperlukan dalam pendidikan vokasi. Oleh karena itu, ciri pendidikan vokasi yang berhasil adalah lulusannya dapat diserap oleh dunia usaha dan dunia industri., ujar Dedi. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu dikawal dan dilibatkan DUDI dalam penyusunan kurikulum, proses pembelajaran dan tahapan lainnya sehingga lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja.

Menegaskan hal tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti, perlu adanya pola magang yang tepat dan selaras dengan kompetensi sehingga diakhir proses pembelajaran lulusan memiliki kompetensi yang diakui baik oleh pasar kerja ataupun secara legal formal dalam bentuk sertifikasi kompetensi.

Senada dengan hal tersebut Martini mewakili PIS Agro mengatakan, pentingnya pendidikan vokasi untuk pengembangan SDM Pertanian yang dapat mendukung keberlanjutan pertanian yang menjadi masalah saat ini. Oleh karena itu, pendekatan peer to peer  antara polbangtan dengan dunia usaha dan dunia industri perlu direkatkan dan lebih konkrit dalam pendalaman kerjasamanya terutama pelibatan dalam penyusunan kurikulum, pelibatan tenaga pengajar, magang, dan serapan lulusannya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Pusdiktan, Pendidikan Vokasi Kementan dan PIS Agro akan melakukan identifikasi Link and Match pendidikan vokasi dengan dunia usaha dunia industrasi yang lebih konkrit sesuai dengan kekhasan dan spesifikasi pengembangan masing-masing Pendidikan vokasi seperti Polbangtan Bogor dengan Urban Farmingnya, Polbangtan Medan dengan Perkebunan Komoditas Kopi, dan lainnya.

Bertindak sebagai moderator Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti. Saat menutup pertemuan ini, Idha menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak dan mengajak bersama-sama memajukan vokasi khususnya di bidang pertanian. (Yoyon Haryanto)

Jangan Lewatkan MAV V Bersama Dokter Boyke

Mari Ikuti Milenial Agriculture Forum (MAF) V dengan topik Raih Peluang Bisnis Pertanian di Tengah Pandemi Covid-19, Petani Milenial Tak Lupa Kesehatan, pada 1 Juli 2020 mulai pukul 13.00 WIB

Narasumber :

  1. Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr (Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian)
  2. dr. H. Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, MARS

Moderator: Dr. Idha Widi Arsanti, SP, MP (Kepala Pusat Pendidikan Pertanian )

Zoom Meeting

ID: 89054145009

Password: milenial

Catat waktunya dan Ikuti Forum Online-nya!

Dukung Program Ketahanan Pangan, Sekolah Binaan Kementan di Aceh Kerjasama dengan Tiga Dinas Pertanian

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan upaya sekecil apapun akan menjadi langkah untuk turut memperkuat ketahanan bangsa yang artinya kita memiliki kekuatan dan kemampuan bersama. Sejalan dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 menjadi ujian bagi sistem ketahanan pangan. “Pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran berharga kepada kita semua. Covid-19 telah menguji sistem ketahanan pangan kita dari hulu sampai dengan hilir. Sistem pangan yang sudah ada sekarang ini baik yang di Negara maju maupun Negara berkembang tetap terpengaruh dengan Covid-19. Sehingga kita harus saling membantu dengan peran kita masing-masing,” tutur Dedi.

Dukungan terhadap berbagai program ketahanan pangan juga diberikan oleh sekolah-sekolah binaan Kementan, salah satunya adalah Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kutacane, Aceh Tenggara. Salah satu wujud dukungan yang diberikan yaitu melalui kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin). Kegiatan ini telah berlangsung sejak 30 Juni lalu dan diikuti oleh 67 siswa di tiga lokasi yaitu Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh Tenggara, Distanbun Gayo Lues, dan Distanbun Aceh Utara. “SMK PP Kutacane tahun ajaran 2020/2021 ditengah pandemi covid-19 mengirimkan siswanya jurusan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura dan agribisnis tanaman perkebunan ke tiga lokasi dimana siswa-siswi berdomisili,” kata Kepala SMK PP Kutacane Muhammad.

Muhammad menuturkan, kerjasama kali ini lebih menitikberatkan untuk memperkuat ketahanan pangan, dimana pertanian terbukti mampu bertahan ditengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Kerja sama ini mengikuti program ketahanan pangan, program laku, dan program pertanian milenial yang tengah digerakkan oleh pemerintah dengan melibatkan kostra tani, penyuluh pertanian, dan juga masyarakat tani setempat. Untuk membantu petani setempat di wilayah Aceh Tenggara, SMK-PP Kutacane membentuk generasi alsintan milenial yang siap mengoperasikan alat mesin bantuan Kementan berupa traktor, combine harvester, traktor mini.

Selama Prakerin, para siswa yang saat ini berada di semester V tersebut dibimbing oleh pembimbing eksternal dan internal. Harapannya, ada pencapaian kompetensi sesuai dengan komoditi yang dipilih. Padi, jagung, cabe adalah komoditi unggulan di wilayah kerja Prakerin. Ada pula pengembangan mina padi dan pengembangan wisata tani. Ketua Panitia Prakerin Saleh Sihombing mengungkapkan para siswa juga dibekali dengan pembinaan karakter, kegiatan kemasyarakatan, pengajian, olahraga, dan pramuka di daerah tersebut. Pada akhir kegiatan, para siswa akan melewati uji kompetensi di Tempat Uji Kompetensi (TUK) SMK PP Kutacane yang baru terbentuk dan telah memilki tiga asesor.

Kadistanbun Aceh tenggara, Aceh Utara, dan Gayo Lues memberikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan Prakerin ini. Siswa SMK-PP Kutacane diharapkan dapat menjadi motivasi bagi remaja di daerahnya. Ditengah pandemi ini Kadistanbun berharap protokol kesehatan tetap dilaksanakan dan tetap jaga jarak sehingga kegiatan di lapangan selama Prakerin berjalan lancar. (MH/AHS)

Jangan Lewatkan MAF IV: Gaung Pertanian 4.0 Bersama Petani Milenial

Mari ikuti Milenial Agriculture Forum (MAF) IV dengan topik Gaung Pertanian 4.0 Bersama Petani Milenial. Acara akan dilaksanakan pada 1 Juli 2020 (pukul 13.00 WIB) melalui zoom meeting

ID : 835 0976 5081

Password: milenial

Pembukaan dan Arahan:

  • H. Dedi Mulyadi, SH (Komisi IV DPR RI)
  • Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr (Kepala Badan PPSDMP Kementerian Pertanian RI)

Moderator:

Dr. Ir. Idha Widi Arsanti, MP (Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP, Kementan RI)

Narasumber:

  • Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc (Kepala BPPT)
  • Nursyamsu Mahyudin (Direktur Utama PT. Nudira)
  • Sanny Gaddafi (Founder 8village)
  • Endang Rahman Hakim (Community Development Specialist TaniHub

Yuk Catat Tanggalnya dan Ikuti Acaranya ;)

BPPSDMP Kementan- Ditjen Vokasi Kemendikbud Bahas Program Link and Match

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi bertemu dengan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto, dalam rangka koordinasi pendidikan tinggi vokasi melalui video conference, Selasa (23/6). Pertemuan ini membahas link and match pendidikan vokasi dengan industri dan dunia usaha.

Acara ini turut dihadiri Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri Kemendikbud Ahmad Saufi, Direktur Politeknik lingkup Kementan beserta jajarannya, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) lingkup Kementan beserta jajarannya, dan juga para pejabat lingkup Pusat Pendidikan Pertanian.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menyampaikan kontribusi terbesar dari produktivitas sektor pertanian dan sektor lainnya adalah sumberdaya manusia (SDM). “Kita semua yakin pendidikan vokasi memegang peran penting dalam peningkatan kapasistas SDM pertanian,” ujar Dedi dalam memberikan arahan. Ia memaparkan tugas BPPSDMP adalah mewujudkan SDM pertanian yg profesional, mandiri, daya saing, dan wirausaha.

Kementan memiliki 7 politeknik yang tersebar di seluruh tanah air dan 3 SMK-PP yang saat ini sedang proses transformasi menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). “Salah satu indikasi keberhasilan pendidikan vokasi adalah alumninya dapat diserap oleh dunia usaha dan dunia industri. Kita harus bangun dudi sebanyak-banyaknya melalui dunia vokasi, dan menghasilkan SDM yang profesional dan mandiri,” ujar Dedi.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto sepakat dengan apa yang disampaikan Dedi. “Kalau mendengarkan penjelasan tadi, sepertinya kita tau apa yang harus kita lakukan, we know exactly what we have to do,” kata Wikan. Ia menekankan link and match harus bisa sampai ‘menikah’. Harapannya menghasilkan lulusan yang kompeten bukan hanya dengan ijazah saja.

“Pertanian jelas potensi bangsa kita. Kita ingin menghasilkan output SDM unggul yang kompeten dan itu harus terwujud dalam kurikulum. Kurikulum harus dibentuk bersama,” lanjut Wikan. “Masalah kita ada pada input yang tidak passion sehingga menguap tidak berefek pada output yang ingin dicapai,” jelasnya.

Wikan menyampaikan kolaborasi perlu dilakukan secara rutin, “kita campaign masuk ke SMP dan SMA, kita ubah mindset mereka, pilih prodi sesuai passion bukan karena temen atau karena orang tua”. Ia berharap anak-anak sejak mendaftar masuk kuliah sudah ada passion. Kita fokus pada output yang kita sepakati bersama yaitu SDM yang kompeten, jelasnya.

Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri Kemendikbud Ahmad Saufi mengamini apa yang disampaikan Dirjen Vokasi. Ia menyampaikan komunikasi dengan Kementan sudah cukup bagus, tataran teknis dapat dibicarakan setelah pertemuan ini.

Bertindak sebagai moderator Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti. Saat menutup pertemuan ini, Idha menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak dan mengajak bersama-sama memajukan vokasi khususnya di bidang pertanian. (Ageng HS)