Archive for category: Aktual

Kondisi Pandemi, Halal Bihalal Pusdiktan Patuhi Protokol Kesehatan

Tradisi halal bihalal pasca libur Idul Fitri di lingkungan Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Kegiatan dilakukan baik secara virtual maupun tatap muka di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Selasa (26/5).  Pegawai yang berhalangan hadir dan bekerja dari rumah mengikuti halal bihalal secara daring melalui video conference. Sementara bagi pegawai yang sehat dan menggunakan kendaraan pribadi menghadiri kegiatan dengan menggunakan masker dan menjaga jarak minimal 1 meter.

Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti. Ia menyampaikan selamat Idul Fitri kepada seluruh jajarannya beserta staf Pusdiktan. Tradisi yang rutin dilakukan pasca Lebaran ini menjaga silaturahmi keluarga besar Pusdiktan. Meskipun pandemi Covid-19, kegiatan ini tetap dilakukan dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Pada kesempatan ini juga digelar acara pisah sambut Pejabat Eselon IV lingkup Pusdiktan.  Idha melepas Siti Syamsiah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Kelembagaan Pusdiktan untuk mutasi tugas ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. Idha juga menyambut Yoyon Haryanto yang mengemban amanah sebagai Kepala Sub Bagian Kurikulum dan Sistem Pembelajaran Pusdiktan. Sebelumnya, Yoyon bertugas di Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). (Ageng Hasanah)

Manfaatkan PWMP Kementan, Petani Milenial: Kembangkan Usaha dengan Kolaborasi, Bukan Kompetisi

Program inisiasi Kementerian Pertanian, yaitu Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) telah menetaskan banyak pengusaha muda pertanian. PWMP merupakan salah satu program untuk mewujudkan target 2,5 juta petani milenial dalam 5 tahun. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), meyakini anak muda yang mau terjun di bidang pertanian mempunyai peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik.

Mendukung SYL, Dedi Nursyamsi selaku Kepala BPPSDMP mengatakan, “penumbuhan wirausahawan muda pertanian menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkembangkan minat generasi milenial akan dunia pertanian.” Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan banyak pihak, termasuk Perguruan Tinggi Mitra, yang salah satunya adalah IPB, Bogor.

Salah satu pengusaha yang saat ini sudah berhasil adalah Tekad Urip Sujarnoko dan Ardiansah. Keduanya merupakan alumni Fakultas Peternakan IPB yang merintis usaha produksi pakan ternak yang diberi nama PT. Agro Apis Palacio. “Awalnya memang dedicated untuk domba dan kambing, tapi sekarang sudah mulai banyak jenis lain. Mulai dari sapi, kelinci dan ada juga untuk lele. Lele ini ada di fasilitas kami yang ada di Lebak, Banten,” ujar Ardiansah, saat ditemui di salah satu lokasi usahanya di Bogor. Rabu, 20 Mei 2020, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti, dan tim PWMP Polbangtan Bogor mendapat kesempatan untuk berkunjung ke sana, didampingi Iwan selaku dosen pembimbing PWMP Fakultas Peternakan IPB. Selain di Bogor dan Banten, PT. Apis juga memiliki pabrik di Magetan.

 

Usaha ini dirintis pada tahun 2015. Saat itu, Ardiansah dan Tekad melihat adanya peluang bisnis di pakan ternak kambing dan domba. “Ketika tidak banyak pabrik pakan lain yang berfokus ke situ. Mungkin masih dirasa kurang ekonomis ke domba dan kambing,” lanjut Ardiansah. Saat ini kapasitas produksi PT. Apis per bulan mencapai ± 300 ton. Ardiansah mengaku, untuk pasar terbesar masih di Jawa Barat dan Jabodetabek, walaupun di Jawa Timur sudah mulai besar statistik permintaannya. Omzet PT. Apis periode ini sudah mencapai 1,5-2 M per bulannya.
5 tahun berjalannya usaha, PT. Apis terus berkembang dan saat ini sudah memiliki unit usaha lain, seperti farm, pengolahan limbah, dan produksi susu. Bahkan sudah menembus pasar ekspor ke Oman, Somalia. Selain produksi pakan, terdapat unit usaha lain. Dalam pengembangannya, Ardiansah dan Tekad merangkul banyak pengusaha muda lainnya untuk bekerjasama dengan sistem joint venture, di antaranya Richard yang memiliki usaha peternakan domba dan Praselta yang memiliki usaha aqiqah.

“Kita kemarin sudah supply ternak sepulau Jawa ya,” ungkap Ardiansah terkait kerjasamanya dengan Richard. Richard juga merupakan salah satu alumni IPB yang menerima manfaat PWMP pada tahun 2019. Saat ini, ternak di kandangnya mencapai 200 ekor domba untuk tujuan perbesaran. Sumber pakan untuk ternaknya berasal dari PT. Apis dan fermentasi rumput yang diproduksi mandiri.

Berbeda dengan Ardiansah dan Ricard, Praselta bersama kedua temannya (Andi dan Dzaky) menekuni usaha di bidang aqiqah yang diberi nama Aqiqah Dinar. Domba yang digunakan berasal dari kandang sendiri, yang didukung oleh kedua rekanannya. “Per bulannya bisa potong domba sekitar 80 ekor,” ungkap Praselta. Demi menjaga kualitas produknya, domba dan kambing yang digunakan berada di bawah pengawasan dokter hewan, serta pemotongan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) berstandar ISO. “kami melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar lokasi produksi dan memberikan pelatihan kepada SDM yang kami miliki.”

“Itulah bedanya pengusaha jaman dulu dan pengusaha muda. Kalau jaman dulu, usaha dianggap sebagai kompetisi. Kalau pengusaha muda ini, justru menghilangkan kata kompetisi, yang ada kolaborasi, sinergi,” ujar Iwan. Menurutnya, baik Ardiansah, Praselta, maupun Ricard, tidak pernah pelit membagikan ilmunya untuk sesama alumni IPB. “Tentu saja keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan PWMP Kementerian Pertanian.”
“Kami akan mendukung petani milenial ini untuk terus berkembang. Tidak hanya yang sudah besar saja, tetapi juga yang masih merintis. Kami akan hubungkan dengan pihak-pihak lain yang bisa membantu, seperti misalnya market place, atau bantuan modal, pelatihan juga bisa,” ujar Idha dalam kesempatan tersebut. (Wara Pawesri)

Yuk Hadiri MAF II Bahas Akses KUR Bagi Petani Milenial

Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) II pada 27 Mei 2020 mendatang. Topik yang diangkat adalah Akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Petani Milenial dan Penulisan Business Plan yang Bankable.

Forum ini akan dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr (Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian). Sebagai narasumber yaitu Chandra Bagus Sulistyo, SE, Ak, S.Sos, MM, CFP (Pt. Bank Negara Indonesia). Berperan sebagai moderator adalah Dr. Idha Widi Arsanti, SP, MP (Kepala Pusat Pendidikan Pertanian).

Acara akan dilaksanakan pada Rabu, 27 Mei 2020 pukul 09.00 WIB melalui zoom meeting, ID 872 6255 6695, password 719032. Pendaftaran melalui https://bit.ly/36kPE5x

Yuk daftar sekarang, karena tempat terbatas!

 

Petani Milenial PWMP Kementan “NGOPI” Ngobrol Pintar Bareng TaniHub

Kementerian Pertanian berkomitmen serius untuk menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia di tengah pandemi covid-19. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tak hentinya menegaskan pertanian tidak boleh berhenti. Salah satu upaya yang dilakukan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan adalah percepatan regenerasi petani. “Dalam masa Covid-19 ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha pertanian milenial khususnya di bidang produksi on-farm,” ujar Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.

BPPSDMP juga memberikan dukungannya kepada para petani milenial dalam mengembangkan bisnis pertaniannya di masa-masa sulit seperti saat ini. Salah satunya dengan menggelar NGOPI (Ngobrol Pintar) bersama TaniHub secara virtual (7/5). TaniHub adalah Ecommerce Pertanian Indonesia yang bertujuan mengatasi permasalahan rantai pasokan dan distribusi hasil pertanian. Hadir dalam pertemuan tersebut Duta Petani Milenial (DPM), Duta Petani Andalan (DPA), dan para Petani Milenial Peserta Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP). Tampak hadir pula Direktur Politeknik dan Kepala SMK-PP lingkup Pertanian, serta Panitia PWMP.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan, diskusi ini sebagai tindak lanjut hasil kerja sama yang telah dilakukan dengan TaniHub sebelumnya. “Kita ingin menindaklanjuti kerja sama kita dengan langkah konkrit” tutur Idha. Ia mengharapkan produk PWMP yang memenuhi kualifikasi dapat terhubung dengan TaniHub. PWMP adalah program terobosan Kementan untuk meningkatkan peran generasi milenial di sektor pertanian. Tujuannya adalah mencetak agropreneur yang mampu menjadi penggerak dan pencipta lapangan kerja di sektor ini. Sejak diluncurkan tahun 2016, saat ini telah terdapat ribuan kelompok PWMP yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Head of Partnership and Social Impact TaniHub Deeng Sanyoto mengungkapkan bahwa TaniHub memiliki target 1juta petani pada 2022, saat ini baru memiliki 1.500 petani. “Ini masih sangat jauh sekali, dan kami cukup senang dengan adanya petani-petani milenial,” ujarnya. Ia pun melanjutkan, ada 2 hal yang bisa dilakukan sebagai langkah konkrit kerja sama ini, yang pertama TaniHub membeli produk yang lolos seleksi dan yang kedua adalah ada potensi untuk funding. Tim TaniHub akan menyeleksi produk PWMP yang didaftarkan melalui link registrasi https://about.tanihub.com/register/farmer. Begitu pula untuk funding, verifikasi data akan dilakukan oleh tim TaniHub.

Yuk Hadiri Diskusi Online: Menyiapkan SDM Pembangunan Pertanian dan Peternakan Unggul

Semangat pagi! Dengan gelora semangat generasi muda,

Yayasan CBC Indonesia (@yayasancbcindonesia) dan Indonesia Livestock Alliance (@indonesialivestock) berkolaborasi dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, dan Partnership Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro) mempersembahkan Diskusi Online Zoom #Edisi7 dengan tema berbeda!

Diskusi diadakan pada🔽🔽🔽
🗓: Sabtu, 9 Mei 2020
⏱: 09.00 WIB – 12.00 WIB

Tema: Menyiapkan SDM Pembangunan Pertanian dan Peternakan Unggul Menyongsong Indonesia Emas 2045
Pembicara: Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. (Kepala BPPSDMP) |Dr. Arif Daryanto, M.Ec (Dekan Sekolah Vokasi IPB) | Dr.Idha Widi Arsanti,SP,MP (Kepala Pusat Pendidikan Pertanian) | Sri Hastuti Widowati (Sampoerna Entrepreneur Training Center) | Suaedi Sunanto (Direktur Nutricell Pacific)
Pembahas: Dasril Rangkuti (Wakil Ketua Komtap Pelatihan dan Ketenagakerjaan Kadin Indonesia) | Prof. Ali Agus (Dekan Fakultas Peternakan UGM)

Cara mengikuti acara ini? Registrasi terlebih dahulu melalui link: www.bit.ly/SDM-unggul.
Link akses zoom akan tertera setelah Anda selesai melakukan registrasi.

Mari merintis regenerasi dalam menjamin ketahanan pangan masyarakat Indonesia. Hidup pertanian! Hidup peternakan! Hidup Rakyat Indonesia!

____
Narahubung: 082115803424 (Aliva)

Instagram: www.instagram.com/yayasancbcindonesia
Linked in: www.linkedin.com/in/indonesialivestock
Facebook: https://web.facebook.com/agropustaka.id/
Youtube: www.youtube.com/livestockreview
Website: www.yci.or.id

BPPSDMP Kementan Gelar FGD Bahas Implementasi Closed Loop

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggelar Focus Group Discussion (FGD) secara virtual pada Rabu (6/5). Diskusi ini membahas implementasi Closed Loop dalam memperbaiki supply chain komoditas pertanian. FGD ini sebagai respon yang dilakukan BPPSDMP terhadap arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menegaskan pertanian tidak boleh berhenti. Penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia menjadi program utama Kementan terlebih dalam masa pandemi covid-19.

Salah satu upaya yang dilakukan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian adalah percepatan regenerasi petani. “Dalam masa Covid-19 ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha pertanian milenial khususnya di bidang produksi on-farm,” ujar Dedi. Ia pun mengingatkan seluruh jajarannya agar di era disrupsi akibat pandemi Covid-19 ini, bersinergi dengan instansi terkait adalah sebuah solusi. FGD dihadiri oleh para Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) Nasional. Tampak hadir pula para Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Direktur Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), dan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Kementan mengundang Ketua Kompartemen Hortikultura KADIN Karen Tambayong dan Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Banun Harpini sebagai narasumber dalam FGD tersebut. Selain itu, narasumber juga didatangkan dari pihak swasta antara lain PT. East West Seed, PT. Ranko, PT. Pupuk Kujang, serta Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) Indonesia. FGD ini dimoderatori langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti.

“Closed loop agribusiness menjadi jembatan untuk petani dan pasar sehingga supply lebih maksimal dan produk/harga menjadi stabil,” ujar Karen. Ada sebuah action model pada closed loop yang bisa direplika dimana saja. Ia mengungkapkan bahwa kuncinya adalah sinergi antara BUMN dengan swasta. Dalam kondisi seperti sekarang, lanjutnya, swasta harus diajak dan turut berperan, selain petani, universitas, dan pasar. Ia pun menegaskan keterlibatan swasta jelas harus ada. “Bagi milenial, lapangan pekerjaan baru terbuka ketika mereplika program closed loop tadi,” jelas Karen.

Pada sesi selanjutnya, Banun Harpini menyampaikan closed loop bisa menjadi alternatif dalam mengatasi berbagai permasalahan sistem agribisnis produk pertanian. Kata beberapa pengamat, lanjutnya, bahwa masa covid-19 ini membawa blessing untuk subsekstor hortikultura. Ia pun menekankan “bagaimana kita memperbanyak champion-champion dari closed loop ini dan para champion ini membutuhkan dukungan.”

Ketika menutup forum ini, Idha menyampaikan “Sinergi sudah dimulai dan akan terus diperkuat”. Secara parsial, lanjutnya, beberapa permasalahan di lapangan sudah tersalurkan. Ia pun menegaskan akan memberikan dukungan dan juga memfasilitasi para petani milenial. “Ke depannya, forum akan lebih difokuskan lagi per komoditas.” tutur Idha.

(Ageng Hasanah)

Imbas Corona, Pemberkasan Calon Mahasiswa Baru Politeknik Milik Kementan Diperpanjang

Kementerian Pertanian memperpanjang batas waktu pemberkasan calon mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) tahun akademik 2020/2021 lantaran adanya virus corona jenis baru (covid-19). Dari semula yang ditetapkan 1 Mei 2020 diperpanjang menjadi 14 Mei 2020.

Pandemi covid-19 berimbas pada sejumlah kendala dalam melengkapi dokumen sebagai syarat pendaftaran mahasiswa baru. Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memberikan kelonggaran dengan memperpanjang waktu pemberkasan. Untuk mempermudah kelengkapan administrasi, calon mahasiswa baru dapat menggunakan surat keterangan lulus apabila ijazah belum dikeluarkan oleh sekolah asal.

Perpanjangan waktu pemberkasan turut berimbas pada mundurnya pengumuman hasil seleksi administrasi jalur umum dan kerja sama. Dari semula yang ditetapkan 14 Mei 2020 diundur menjadi 28 Mei 2020. Hal ini berlaku untuk seluruh politeknik yang meliputi Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Polbangtan Malang, Polbangtan, Gowa, Polbangtan Mnaokwari, dan PEPI di Serpong.

Pada Indonesian Agriculture Forum 2020 yang diselenggarakan secara virtual (30/4), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan empat faktor penentu keberhasilan pendidikan vokasi. Pertama adalah karakter yang tangguh dan tidak mudah menyerah. Kedua, kompetensi lulusan yang mampu berkerja sama dengan orang lain. Ketiga memiliki sifat kritis, dan keempat, berfikir kreatif untuk berinovasi melalui dunia digital.

Senada dengan SYL, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa pendidikan vokasi yang dilakukan Kementan untuk menghasilkan sarjana terapan kualifikasi job seeker dan job creator. “Pengakuan atas kompetensi petani milenial dan penumbuhan kemandirian pengusaha muda pertanian melalui inkubasi bisnis di Polbangtan sebagai pilot project dan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri atau DuDi,” ujar Dedi.

(Ageng Hasanah)

Long Live Education for Farmers

Golongan 1 (usia 16 s/d 39 tahun)

  • Pendidikan formal SMK, Politeknik, Perguruan Tinggi Pertanian
  • Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian
  • Stimulan modal bagi Wirausahawan Muda Pertanian untuk ketersediaan pangan dan penyerapan tenaga kerja pertanian

Golongan 2 (usia 39 s/d 55 tahun)

  • Pelatihan Usaha Pertanian
  • Akses modal dan input pertanian melalui kelompok tani
  • Pelatihan dan penyuluhan pertanian melalui pemberdayaan BPP Kostratani

Golongan 3 (usia di atas 55 tahun)

  • Akses modal dan input pertanian melalui kelompok tani
  • Pelatihan dan penyuluhan pertanian melalui pemberdayaan BPP Kostratan

Bebas Biaya Pendidikan di Politeknik Milik Kementan, Pendaftaran Akan Tutup 30 April

Pengembangan SDM yang maju, mandiri, modern menjadi konsen Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong regenerasi petani. Kementan menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi di 7 Politeknik yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Terdapat 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan 1 Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam kuliah umum di Polbangtan beberapa waktu lalu menyampaikan agar mahasiswa yang ada setiap tahun memiliki agenda intelektual pertanian yang baik, juga memahami tentang industri pertanian 4.0 dengan meningkatkan kualitas kekuatan yang ada untuk memenuhi tantangan era sesuai kebutuhan. Sejalan dengan himbauan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan juga menegaskan output dan tujuan dari program pendidikan ini adalah menciptakan job seeker dan job creator, yaitu membentuk wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha serta industri pertanian.

Salah satu politeknik yang berada di bawah naungan Kementan adalah Polbangtan Yogyakarta-Magelang (YoMa). Memiliki 2 kampus yang berlokasi di Yogyakarta dan Magelang, terdapat 6 program studi (prodi) di Polbangtan YoMa. Kampus Yogyakarta memiliki 3 prodi, yaitu Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Agribisnis Hortikultura, dan Teknologi Benih. Sementara untuk Kampus Magelang terdapat 3 prodi, meliputi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Teknologi Produksi Ternak, dan Teknologi Pakan Ternak.

Total kuota mahasiswa untuk seluruh prodi di tahun akademik 2020/2021 adalah 315 mahasiswa. Selain bebas biaya pendidikan, fasilitas asrama dan makan 3x sehari juga diberikan secara gratis. Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur umum dan kerja sama ini akan ditutup pada 30 April mendatang.

Kementan memberikan kemudahan bagi calon mahasiswa untuk mendaftar secara online via laman resmi Polbangtan Yo-Ma, yakni http://pmb.polbangtanyoma.ac.id Karena itu calon mahasiswa tidak perlu khawatir untuk mendaftar di masa pandemi virus covid-19 ini. Tertarik mendaftar ke Polbangtan YoMa? Berikut persyaratan pendaftaran tahun akademik 2020/2021.

Jalur Umum
a. Lulusan 2 (dua) tahun terakhir dari SMKPP/SMK Pertanian/SMA/MA IPA/SMK Teknik
b. Nilai rata-rata Ijazah/SKHUN minimal 7,50
Jalur POSKM (Prestasi, Olahraga, Seni, Keilmuan dan Minat)
a. Lulusan paling lama 2 (dua) tahun terakhir dari SMKPP/SMK Pertanian/ SMA/MA IPA/SMK Teknik.
b. Nilai rata-rata Ijazah/SKHUN paling rendah 7,50.
c. Memiliki prestasi di bidang olahraga, seni, keilmuan dan minat di tingkat Provinsi, Regional, Nasional dan Internasional
d. Memiliki prestasi di bidang Kepemimpinan (OSIS, Karang Taruna atau Organisasi kepemudaan)
e. Khusus prestasi Hafiz Qur’an paling kurang 15 Juz dibuktikan dengan sertifikat dari Kepala Sekolah.
f. Memiliki minat untuk menjadi wirausahawan bidang pertanian yang dibuktikan dengan proposal unit usaha pertanian.
Jalur Kerja Sama
a. Diutamakan penggerak/calon penggerak pembangunan pertanian di daerah;
b. memiliki nilairata-rata ijazah/SKHUN paling rendah 7.00;
c. usia per 31 Agustus 2020 paling tinggi 25 tahun 0 bulan;
d. Pemerintah daerah pengirim calon mahasiswa menjalin kerja sama dengan Pendidikan Tinggi Vokasi Lingkup Kementerian Pertanian yang disetujui oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. (Ageng Hasanah)

PMB Jalur Umum dan Kerjasama di 7 Politeknik Kementan Ditutup 30 April 2020

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian memiliki komitmen yang serius dalam hal pengembangan SDM yang profesional, berdaya saing, dan berwirausaha.  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam kuliah umumnya di Polbangtan beberapa waktu lalu menyampaikan agar mahasiswa yang ada setiap tahun memiliki agenda intelektual pertanian yang baik, juga memahami tentang industri pertanian 4.0 dengan meningkatkan kualitas kekuatan yang ada untuk memenuhi tantangan era sesuai kebutuhan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan juga menegaskan output dan tujuan dari program pendidikan ini adalah  menciptakan job seeker dan job creator,  yaitu membentuk wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha serta industri pertanian.

Rapat Koordinasi melalui Video Conference

Bertujuan untuk koordinasi dan evaluasi perkembangan penerimaan calon mahasiswa baru di Politeknik Pembanguna Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), BPPSDMP melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) menggelar rapat koordinasi penerimaan calon mahasiswa baru jalur umum dan jalur kerja sama melalui video conference pada Jumat (24/4). Tampak hadir pada kesempatan ini, Kepala Pusdiktan, Direktur beserta Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dari ketujuh politeknik, Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan, Kepala Sub Bidang Peserta Didik beserta staf.

“Harapannya dapat mendapatkan bibit-bibit unggul dari hasil seleksi ini,” ujar Kepala Pusdiktan Idha Widi Arsanti saat menyampaikan arahannya. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan antara lain :

  1. Pendaftaran calon mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 jalur umum dan kerjasama ditutup serentak tanggal 30 April 2020
  2. Pemberkasan calon mahasiswa baru jalur umum dan kerjasama diperpanjang hingga 14 Mei 2020
  3. Pengumuman hasil seleksi administrasi calon mahasiswa baru jalur umum dan kerja sama yang semula dijadwalkan 14 Mei 2020 diundur menjadi 28 Mei 2020.

Tak dapat dipungkiri, pandemi covid-19 berimbas pada bergesernya beberapa jadwal yang telah ditetapkan semula. Pemberkasan misalnya, akibat Surat Keterangan Lulus (SKL) yang belum dikeluarkan sekolah asal, maka jadwal pemberkasan mundur selama 2 pekan.  “Hasil kesepakatan bersama jadwal pemberkasan dan pengumuman seleksi administrasi diundur selama 2 minggu,” ujar Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan Ismaya NR Parawansa saat memimpin rapat.  Perpanjangan jadwal pemberkasan ini berimbas pada mundurnya pengumuman hasil seleksi administrasi calon mahasiswa baru untuk jalur umum dan kerja sama . (Ageng Hasanah)