Besok, Job Seeker-Creator Lulusan Polbangtan Diwisuda

Geladi bersih jelang ajang Wisuda Nasional Politeknik Pembangunan Pertanian (polbangtan) Tahun Akademik 2019/2020 digelar. Berbagai persiapan makin gencar dilaksanakan, seperti yang terlihat di Gedung F Auditorium Kementerian Pertanian di Jalan Harsono R.M. Nomor 3, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (19/8) ini. Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa wisuda nasional petani milenial polbangtan ini adalah momentum yang membanggakan. “Karena mencetak lulusan yang siap kerja (job seeker) dan siap menjadi penyedia lapangan kerja (job creator),” kata dia.

Menurut Santi, geladi akhir tersebut bertujuan untuk mematangkan prosesi utama yang akan diselenggarakan Rabu besok. Berdasarkan jadwal, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan mewisuda 821 calon wisudawan dari enam polbangtan. Yakni Polbangtan Medan, Bogor, Yogya-Magelang (Yoma), Malang, Gowa, dan Polbangtan Manokwari.

Berbagai unsur yang terlibat dalam pelaksanaan acara Wisuda Nasional Polbangtan telah berdatangan mengikuti proses geladi hari ini. Mulai dari calon wisudawan, wisudawati, Master of Ceremony (MC), paduan suara, hingga tim pendukung lainnya.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan Pusdiktan Ismaya N.R. Parawansa mengamini persiapan total acara tersebut. Bahkan, menurut dia, semua jajaran pejabat eselon III, IV pusat lingkup BPPSDMP ikut hadir. Harapannya adalah, para petugas acara wisuda nasional baik dari polbangtan serta unsur pelaksanaan kegiatan dapat berkoordinasi dan mendukung pelaksanaan prosesi Wisuda Nasional Polbangtan dapat berjalan dengan baik dan sukses.(Fika Artharini/EPN)

NTT Alami Puncak Kekeringan, Rakor Mitigasi Digelar

Bencana kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tampaknya menjadi persoalan amat serius yang harus segera ditangani. Fakta itulah yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (Upsus Pajale) yang membahas rencana mitigasi kekeringan di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) di Kupang, NTT, Kamis (15/8). Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Idha Widi Arsanti hadir bersama jajaran Tim Ahli Upsus NTT, wakil Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, beberapa orang kepala dinas pertanian kabupaten, penanggung jawab wilayah beserta wakil, plus sejumlah orang yang ditunjuk khusus oleh dinas yang berkaitan.

Pada kesempatan itu pun tampak sejumlah perwakilan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan mitra pupuk buat petani. Di antaranya Pupuk Gresik, Pupuk Kalimantan Timur, Petrokimia, dan para distributor.

Agenda yang dibahas dalam pertemuan ini adalah perkenalan pejabat Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten, serta Penanggung Jawab Wilayah setempat yang baru diangkat. Menyoal mitigasi kekeringan, ada sejumlah poin penting. Di antaranya adalah perubahan mekanisme pelaporan melalui Group Whatsapp, target dan capaian Luas, Tambah, Tanam (LTT) Agustus dan LTT Periode April-September 2019, pengadaan pos koordinasi kekeringan, hingga penyuluh teladan. Tak ketinggalan dilaporan masalah-masalah yang ada di masing-masing kabupaten serta solusi yang dapat dilakukan.

BMKG merilis, puncak kekeringan di beberapa wilayah Indonesia termasuk NTT adalah pada Agustus dan September. Lantaran itulah perlu langkah mitigasi bencana kekeringan untuk mengatasi permasalahan kekurangan air. Alasannya jelas, supaya kegiatan penanaman tetap dapat dilakukan, dan target-target Upsus Pajale periode April-September tetap tercapai.

Langkah mitigasi bencana kekeringan yang akan ditempuh adalah pendirian posko kekeringan, permohonan bantuan benih, penyiapan pestisida dan herbisida, pembuatan sumur dangkal dan pompa air, serta ketersediaan alat mesin pertanian (alsintan).

Kerja sama dinilai amat penting, khususnya antara produsen, distributor dan pemerintah daerah. Pasalnya, ketersediaan pupuk yang mendukung kelancaran kegiatan Upsus Pajale menjadi satu dari sejumlah faktor utama keberhasilan penanganan mitigasi bencana kekeringan. Koordinasi yang efektif dan efisien diyakini mampu memenuhi konsep 3T: Tepat Waktu, Tepat Jenis, dan Tepat Jumlah.

Pada kesempatan ini Pusdiktan memberikan sertifikat penghargaan sebagai apresiasi kepada para penyuluh penggiat Upsus NTT yang berperan aktif menggiatkan petani di masing-masing daerah untuk bisa menerapkan LTT. Sertifikat tersebut diberikan secara simbolis Kapusdiktan kepada perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sertifikat lainnya akan diserahkan pada pertemuan yang akan digelar pada awal September 2019.

Para peserta Rakor Upsus Pajale menyepakati laporan pencapaian LTT dengan sistem koordinasi yang lebih baik. Pelaksanaan LTT tersebut akan ditindaklanjuti dengan surat resmi dari Pusdiktan yang akan disampaikan kepada penanggung jawab baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Berdasarkan data yang dihimpun, ada 11 kabupaten dan satu kota di NTT yang terkena dampak kekeringan ekstrem. Ke-12 wilayah itu adalah Kabupaten Kupang, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Sumba Barat, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao, Belu, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Kota Kupang. Semua wilayah tersebut masuk kategori kekeringan esktrem, yakni di atas 60 hari tanpa hujan. Tiga area dengan hari tanpa hujan terpanjang adalah Kabupaten Sumba Timur (137 hari), Kabupaten Lembata (126 hari), dan Kabupaten Belu (105 hari).(Wara Pawestri/FIK)

Presiden RI: Gerakan Pramuka Mendukung Persatuan Bangsa

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Dan, Gerakan Pramuka memberi contoh nyata bahwa keberagaman yang ada justru memberikan warna untuk saling menyatukan. Dalam sambutannya, Presiden RI Joko Widodo yang hadir sebagai pemimpin upacara mengamini tema Hari Pramuka “Bersama Segenap Komponen, Gerakan Pramuka Mendukung Persatuan Bangsa”. Perhelatan akbar peringatan Hari Pramuka tersebut dilaksanakan di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (14/8).

Menurut Presiden yang juga menjadi Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, tema yang diusung peringatan kali ini sudah sesuai dengan kondisi yang ada sekarang. Gerakan Pramuka menjadi contoh persatuan dalam keberagaman bangsa yang majemuk.

Acara ini juga dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) yang juga menjabat sebagai Kepala Pimpinan Satuan Karya Pramuka Taruna Bumi (Kapinsaka Taruna Bumi) Tingkat Nasional Kementan Dedi Nursyamsi dan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) BPPSDMP Idha Widi Arsanti.

Dalam laporannya, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Wasesa menegaskan kembali kehadiran Hari Pramuka sebagai wujud momentum persatuan bangsa. Simbolik persatuan tersebut ditampilkan dengan menggunakan ornamen desain berbahan bambu dan tali, hidangan produk lokal sebagai bukti melindungi petani, dan aksi memerangi sampah plastik. Beragam kegiatan juga digelar di Hari Pramuka ini, seperti donor darah, ziarah tabur bunga, dan bakti masyarakat. Ketua Kwarnas juga memberikan penghargaan tertinggi Tunas Kencana kepada Joko Widodo.(Anggi Aditya Yuda Irawan/FIK)

Lulusan Polbangtan Manokwari Akan Diwisuda Menteri

Puluhan calon wisudawan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari Angkatan I akan diwisuda di Kantor Kementerian Pertanian RI di Jakarta. “Insya Allah, ke-65 mahasiswa kita yang di yudisium ini akan diwisuda secara nasional,” kata Direktur Polbangtan Manokwari Purwanta, Senin (12/8), di Manokwari, Papua Barat.

Sedianya, 65 wisudawan Manokwari tadi akan diwisuda bersama-sama dengan peserta polbangtan lainnya. Seperti Polbangtan Medan, Bogor, Yogyakarta, Magelang, Malang, dan Polbangtan Gowa. “Kurang lebih ada 800-an orang calon wisudawan,” kata dia.

Menurut rencana, para calon wisudawan polbangtan nasional tersebut akan diwisuda langsung Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada 20 Agustus mendatang.(EPN)

Kepala BPPSDMP: Soal Pangan, Perlu Revolusioner

Sektor pangan adalah potret hidup matinya suatu bangsa. Apabila kebutuhan pangan tidak dipenuhi, maka malapetaka. “Oleh karena itu, perlu usaha besar-besaran, radikal, dan revolusioner,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, di Aula Kampus Cibalagung, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, awal Agustus silam. Dedi—yang mengutip pernyataan Presiden pertama RI Soekarno—hadir sebagai pemapar dalam gelar Kuliah Umum Polbangtan Bogor bagi dosen dan mahasiswa Jurusan Pertanian dan Jurusan Peternakan.

“Kuliah Umum hari ini sangat istimewa, karena Polbangtan Bogor menjadi tujuan pertama kunjungan Kabadan setelah dilantik,” ujar Direktur Polbangtan Bogor Siswoyo saat  menyambut Kepala BPPSDMP. Siswoyo didampingi Kepala Bagian Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (BAAKA) Iwan Patria dan perwakilan dosen, Maspur Makhmudi.

Dalam presentasinya, Dedi mengangkat tema Petani Milenial Masa Depan Bangsa. Sosok penyandang gelar profesor riset alumni Institut Pertanian Bogor itu menekankan upaya pemerintah bernama Program Upaya Khusus. Kerja keras tersebut memetik sukses dan menjadikan Indonesia mampu berswasembada pada 2015 lampau. “Di tahun 2045, kita bertekad menjadi lumbung pangan dunia,” cetus Dedi penuh semangat. Dan tentunya, itu pula yang kelak menjadi tugas para milenial mahasiswa polbangtan.

Pusdiktan Bekali 112 Penerima Tugas Belajar Nasional

Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) menggelar pertemuan tahunan bagi penerima tugas belajar dalam negeri. Ajang rutin tahunan ini diikuti 112 penerima tugas belajar dalam negeri periode 2019. Para peserta tugas belajar mendapatkan pembekalan materi, termasuk Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 10/Permentan/OT.140/3/2015 tentang Pedoman Tugas Belajar dan Izin Belajar Pegawai Negeri Sipil Lingkup Pertanian. Hadir sebagai narasumber Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Heri Susanto, Sekretaris Inspektorat Jenderal Suprodjo Wibowo, dan Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Abdul Halim. Kepala Pusdiktan Idha Widi Arsanti membuka secara resmi acara pembekalan dan pelepasan peserta tugas belajar program magister dan doktor 2019 yang berlangsung selama dua hari di Hotel Innside, Yogyakarta, DIY, Selasa (23/7).

Ke-112 calon peserta tugas belajar terseleksi adalah aparatur negeri sipil (ASN) lingkup pertanian yang berasal dari sejumlah institusi di Kementerian Pertanian. Di antaranya dari Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dirjen Perkebunan, Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian, Dirjen Hortikultura, Dirjen Tanaman Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Badan Karantina Pertanian, dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Dalam sambutannya Santi menggarisbawahi bahwa ada Pusdiktan memiliki11 perguruan tinggi mitra. Yakni Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Jenderal Soedirman, dan Universitas Padjadjaran. Sementara Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung masih masih dalam proses penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU).

Pada 2019 ini, para calon peserta tugas belajar diharuskan mempresentasikan proposal penelitian sebagai kerangka pemikiran awal dalam melakukan penelitian. Tujuannya adalah, mereka mampu fokus melaksanakan proses pembelajaran dengan judul penelitian yang mempunyai manfaat bagi tugas pokok dan fungsi organisasi, serta fokus pada program Kementan 2020-2024.(Ageng Hasanah Sulaiman/EPN)

Jelang Era 4.0., Dosen Polbangtan Jalani Bimtek Pedagogi

Dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0. penuh dinamika. Tantangan pendidikan dan pengajaran, misalnya, menuntut pola pendidikan yang tak hanya berbasis output, melainkan harus berbasis outcome. Berdasarkan itu pula Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) bagi dosen serta calon dosen politeknik pembangunan pertanian (polbangtan) seluruh Indonesia dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI). Bimtek tersebut digelar di Kampus UNY dan Hotel LPP Convention DI Yogyakarta, selama lima hari, dimulai pada 21 Juli 2019.

Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang Rajiman yang membuka pelatihan ini berharap, bimtek adalah ajang mengembangkan pengetahuan, wawasan, keterampilan mengajar dalam meningkatkan kualitas hasil belajar mahasiswa. Sebab tujuan peningkatan tersebut adalah menghasilkan inovasi pendidikan vokasional yang melibatkan langsung dunia usaha dan dunia industri di sisi teknologi informasi.

Para peserta Bimtek Pekerti ini diharapkan mampu memiliki kemampuan untuk memahami berbagai teori belajar dan motivasi, dasar-dasar komunikasi dan keterampilan mengajar, model-model dan metode pembelajaran, media pembelajaran, serta E-Learning. Yang tak kalah penting, para dosen dan calon dosen bisa memahami penjaminan mutu perguruan tinggi, memahami dan mampu menyusun kurikulum, memahami dan menilai proses dan hasil belajar, melakukan analisa kompetensi, melakukan pengembangan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Satuan Acara Pembelajaran (SAP), dan memahami serta mengerti ihwal sertifikasi dosen.

Langkah nyata ini, menurut Rajiman, memang dilakukan Kementan melalui Pusdiktan dengan meningkatkan kompetensi bagi tenaga kependidikan yang profesional, produktif, dan berintegritas tinggi. Yang sesuai dengan fungsi serta tugas utama dosen sebagai pendidik dan ilmuwan untuk mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu kepada masyarakat.

Rajiman menambahkan, arah kebijakan pemerintah fokus pada pembangunan sumber daya manusia dengan memperbaiki sistem pendidikan Indonesia melalui revitalisasi pendidikan vokasional.  Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, serta meningkatkan keterampilan pencari kerja melalui pelatihan vokasional dan program sertifikasi pada 2019 ini. Di antaranya, pengembangan SDM menjadi wirausahawan muda pedesaan di bidang pertanian. Termasuk yang utama adalah menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian melalui pendidikan vokasional pertanian lingkup politeknik pembangunan pertanian (polbangtan).

Wakil UNY, Anik Ghufron menegaskan bahwa UNY siap memberikan pelatihan dan simulasi dalam rangka pengembangan pengetahuan dan wawasan para dosen polbangtan. Mulai dari memperbaiki struktur tenaga kerja, meningkatkan mutu pendidikan, relevansi dan evaluasi serta menyiapkan generasi emas 2045. Hingga pemenuhan kebutuhan dan kompetensi tenaga kerja yang menjadi unggulan minat. Seperti, Anik menambahkan, bidang manufaktur, agribisnis, pariwisata, tenaga kesehatan, ekonomi digital, dan sektor pekerja migran. Sedangkan arah pembangunan pendidikan vokasional bidang pertanian dilakukan lembaga pendidikan tingkat sekolah menengah kejuruan pertanian pembangunan (SMK-PP) dan polbangtan.(Wahyu Hadi Trigutomo/EPN)

Puluhan Mahasiswa Polbangtan Manokwari Magang di PTPN XIV

Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) Batch II secara resmi digelar. Wakil dari ke-28 mahasiswa Polbangtan Manokwari peserta PMMB menandatangani kontrak dengan perwakilan PTPN XIV. Sedianya, para mahasiswa magang itu akan ditempatkan di perkebunan kelapa sawit milik PTPN XIV yang berlokasi di Kera-Maroangin, Luwuk, dan Malili selama enam bulan. Acara yang dibuka Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV Makassar Doni P. Gandamihardja di Kantor Dreksi PTPN XIV Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (19/7), ini juga dihadiri Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Idha Widi Arsanti dan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari Purwanta.

Bagi Pusdiktan, kesempatan yang diberikan PTPN XIV kepada mahasiswa polbangtan patut diapresiasi. Karena momentum magang adalah kesempatan para mahasiswa meningkatkan kompetensi, yang juga sejalan dengan pelaksanaan PMMB sebagai program Kementerian Pertanian untuk meningkatkan sumber daya manusia pertanian. “Kami sangat berharap kerja sama ini dapat berkesinambungan,” ujar Santi.

Agenda kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan mahasiswa Polbangtan Manokwari yang akan menjadi peserta PMMB Batch II 2019 . Kultur teknis tanaman adalah materi yang diberikan dalam pembekalan ini. Usai mengikuti magang, mahasiswa yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui dunia usaha dan dunia industri bidang perkebunan kelapa sawit.(Ageng Hasanah Sulaiman/EPN)

Pusdiktan-PTPN III Bakal Sertifikasi Mahasiswa Magang

Kolaborasi ala Pusat Pendidikan Pertanian tampaknya total dilaksanakan sampai tuntas. Buktinya, Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) bersama Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan dan Polbangtan Manokwari beserta Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Induk PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III kembali menggelar pertemuan membahas persiapan kegiatan magang bersertifikat bagi mahasiswa menjelang akhir Juni silam di Kantor Pusat PTPN III di Jakarta. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) antara Pusdiktan dan Induk PTPN III yang ditandatangani Januari lampau. Kedua institusi bersepakat menciptakan SDM unggul yang memiliki kompetensi di bidang industri dan berdaya saing global di sektor perkebunan.

Rapat persiapan magang bersertifikat tersebut dihadiri Direktur Polbangtan Manokwari Purwanta, Direktur Polbangtan Medan Yuliana Kansrini, Kepala Sub Bidang Kerja Sama dan Tugas Belajar Pusdiktan Abdul Roni Angkat, serta Kepala Sub Divisi Talent Management Holding PTPN III Teguh Widodo. Sedianya, program magang akan dilaksanakan selama enam bulan mulai 22 Juli mendatang. Kuota yang dipatok buat magang kali pertama ini sebanyak 40 orang. Mereka akan dialokasikan di PTPN II, III, dan IV di Sumatra Utara. Sementara jatah yang didapat Polbangtan Manokwari adalah sebanyak 28 orang mahasiswa untuk ditempatkan di PTPN XIV di Sulawesi Selatan.

Menurut Abdul Roni, kolaborasi yang diusung Pusdiktan dan PTPN III adalah terobosan baru. Kesuksesan pilot project ini pun bisa menjadi contoh untuk dijalankan polbangtan lain di angkatan selanjutnya. “Peserta magang akan mendapatkan uang saku per bulan serta sertifikat kompetensi dan sertifikat industri dari PTPN,” kata dia antusias.

Teguh Widodo mengamini. Namun dia memaparkan bahwa proses seleksi mahasiswa akan diserahkan sepenuhnya kepada polbangtan. Rangkaian aktivitas magang bersertifikat itu terdiri dari pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan uji kompetensi. Pra pelaksanaan meliputi persyaratan dan seleksi. Tahap pelaksanaan meliputi pelaksanaan magang (in house training), yang diakhiri dengan uji kompetensi. Mahasiswa yang tak lulus uji kompetensi hanya mendapatkan surat keterangan magang.

Rencana tindak lanjut dari pertemuan kali ini adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara polbangtan dengan PTPN III.(Ageng Hasanah Sulaiman/EPN)