Archive for category: Info Kampus

Produktif di Tengah Pandemi, Petani Milenial Polbangtan Garap Sawah Tadah Hujan dengan Teknologi IPATBO

Pandemi Covid-19 memberi dampak pada kegiatan perkuliahan di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan PEPI. Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Idha Widi Arsanti menginstruksikan semua aktivitas perkuliahan di kampus dilakukan dengan daring (online/e-learning) dan atau bentuk penugasan lainnya kepada mahasiswa. “Segera laporkan ke kami apabila ada hal-hal yang berkaitan dengan virus Corona, himbau kepada seluruh sivitas akademika untuk membiasakan hidup bersih,” tegasnya.

Instruksi Kapusdiktan ditindaklanjuti oleh Direktur Polbangtan Bogor Siswoyo dengan menerbitkan Surat Edaran No B-689/TU 020/I 7/03/20 tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Infeksi COVID-19 di Lingkungan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor. “Perkuliahan teori dilakukan dengan memaksimalkan e-learning atau penugasan terstruktur, sedangkan praktik tidak dilakukan semenjak semester genap berjalan,” tuturnya.

Merespon surat edaran tersebut, Tia Maudi Julia, mahasiswi Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan terpaksa menghentikan aktivitas Tugas Akhirnya di Kecamatan Mande Cianjur. Ia pun pulang ke rumahnya di Desa Gobang Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Desa Gobang yang merupakan salah satu desa yang berpotensi tanaman pangan terutama padi. Akan tetapi sekitar 90% lahan di Desa Gobang merupakan lahan tadah hujan, sehingga petani selalu mengalami kekeringan karena adanya keterbatasan ketersediaan air, apalagi tidak ada saluran irigasi. “Inilah yang menyebabkan tingkat produktivitas pertanian lahan sawah tadah hujan juga secara umum rendah,” ungkap Tia.

Petani milenial ini pun mulai berpikir keras, mencari solusi atas permasalahan petani di desanya. Akhirnya ia temukan ide untuk mengenalkan teknologi IPATBO kepada petani agar lahan sawah tadah hujan dapat berproduksi secara optimal. “IPATBO adalah kependekan dari Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik,” jelasnya.
IPATBO merupakan paket teknologi khusus untuk budidaya padi di lahan tadah hujan dengan menerapkan sistem produksi yang memanfaatan potensi biologis, manajemen air dan tanaman serta penggunaan bahan organik dalam pemupukannya untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) per tahun suatu lahan sehingga lahan sawah tadah hujan tersebut dapat berproduksi secara optimal.

Tia pun mendapat dukungan dari Penyuluh Desa Gobang, Dedi Satria. “Saya sangat terbantu dengan kehadiran Tia, dia benar-benar menerapkan ilmu pertaniannya yang pernah dipelajari selama di kampus,” ucapnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Ahmad Sarwan dan Maemunah anggota Kelompoktani Bina Sugih Desa Gobang Kecamatan Rumpin. Keduanya baru saja didatangi Tia saat bertani di lahan tadah hujannya. Sarwan sangat puas dengan penjelasan Tia. “Neng Tia sangat kreatif. Penjelasannya tentang IPATBO sangat rinci, apalagi sambil bagi-bagi leaflet ke kami. Jadi bisa kami bawa pulang untuk dibaca lagi,” ucapnya. Maemunah berharap, teknologi IPATBO ini semoga berhasil diterapkan di sawah miliknya. “Kalau ini berhasil akan saya sebarkan ke teman-teman petani lainnya,” pungkasnya.

Dalam setiap kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo selalu menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi penopang perekonomian bangsa Indonesia, ditengah keresahan bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi wabah virus Covid-19. Menghadapi kondisi pandemi Covid-19, Mentan Syahrul melihat semakin banyak orang yang membutuhkan pertanian. “Pertanian yang dibutuhkan, adalah pertanian yang efektif, efisien dan transparan. Hal itu bisa dilakukan melalui petani milenial yang modern,” tutur Syahrul.

Pernyataan Mentan senada dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi. Dirinya menuturkan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda.
“Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya. (Arif Pastiyanto)

Bebas Biaya Pendidikan di Politeknik Milik Kementan, Pendaftaran Akan Tutup 30 April

Pengembangan SDM yang maju, mandiri, modern menjadi konsen Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong regenerasi petani. Kementan menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi di 7 Politeknik yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Terdapat 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan 1 Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam kuliah umum di Polbangtan beberapa waktu lalu menyampaikan agar mahasiswa yang ada setiap tahun memiliki agenda intelektual pertanian yang baik, juga memahami tentang industri pertanian 4.0 dengan meningkatkan kualitas kekuatan yang ada untuk memenuhi tantangan era sesuai kebutuhan. Sejalan dengan himbauan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan juga menegaskan output dan tujuan dari program pendidikan ini adalah menciptakan job seeker dan job creator, yaitu membentuk wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha serta industri pertanian.

Salah satu politeknik yang berada di bawah naungan Kementan adalah Polbangtan Yogyakarta-Magelang (YoMa). Memiliki 2 kampus yang berlokasi di Yogyakarta dan Magelang, terdapat 6 program studi (prodi) di Polbangtan YoMa. Kampus Yogyakarta memiliki 3 prodi, yaitu Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Agribisnis Hortikultura, dan Teknologi Benih. Sementara untuk Kampus Magelang terdapat 3 prodi, meliputi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Teknologi Produksi Ternak, dan Teknologi Pakan Ternak.

Total kuota mahasiswa untuk seluruh prodi di tahun akademik 2020/2021 adalah 315 mahasiswa. Selain bebas biaya pendidikan, fasilitas asrama dan makan 3x sehari juga diberikan secara gratis. Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur umum dan kerja sama ini akan ditutup pada 30 April mendatang.

Kementan memberikan kemudahan bagi calon mahasiswa untuk mendaftar secara online via laman resmi Polbangtan Yo-Ma, yakni http://pmb.polbangtanyoma.ac.id Karena itu calon mahasiswa tidak perlu khawatir untuk mendaftar di masa pandemi virus covid-19 ini. Tertarik mendaftar ke Polbangtan YoMa? Berikut persyaratan pendaftaran tahun akademik 2020/2021.

Jalur Umum
a. Lulusan 2 (dua) tahun terakhir dari SMKPP/SMK Pertanian/SMA/MA IPA/SMK Teknik
b. Nilai rata-rata Ijazah/SKHUN minimal 7,50
Jalur POSKM (Prestasi, Olahraga, Seni, Keilmuan dan Minat)
a. Lulusan paling lama 2 (dua) tahun terakhir dari SMKPP/SMK Pertanian/ SMA/MA IPA/SMK Teknik.
b. Nilai rata-rata Ijazah/SKHUN paling rendah 7,50.
c. Memiliki prestasi di bidang olahraga, seni, keilmuan dan minat di tingkat Provinsi, Regional, Nasional dan Internasional
d. Memiliki prestasi di bidang Kepemimpinan (OSIS, Karang Taruna atau Organisasi kepemudaan)
e. Khusus prestasi Hafiz Qur’an paling kurang 15 Juz dibuktikan dengan sertifikat dari Kepala Sekolah.
f. Memiliki minat untuk menjadi wirausahawan bidang pertanian yang dibuktikan dengan proposal unit usaha pertanian.
Jalur Kerja Sama
a. Diutamakan penggerak/calon penggerak pembangunan pertanian di daerah;
b. memiliki nilairata-rata ijazah/SKHUN paling rendah 7.00;
c. usia per 31 Agustus 2020 paling tinggi 25 tahun 0 bulan;
d. Pemerintah daerah pengirim calon mahasiswa menjalin kerja sama dengan Pendidikan Tinggi Vokasi Lingkup Kementerian Pertanian yang disetujui oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. (Ageng Hasanah)

Cegah Corona, Polbangtan Gowa Semprot Disinfektan di Sekitar Kampus

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melakukan penyemprotan cairan desinfektan di pemukiman sekitar kampus pada Selasa (24/3). Penyemprotan ini sebagai langkah mencegah penyebaran virus corona jenis baru atau COVID-19. Sehari sebelumnya, penyemprotan dilakukan di area kantor dan asrama mahasiswa. Disinfektan yang digunakan hasil racikan sendiri sesuai anjuran pemerintah.

Kantor Lurah Romang Lompoa menjadi lokasi awal penyemprotan, dilanjutkan ke pemukiman penduduk hingga kembali ke area kampus. “Tidak bisa ditanggapi dengan santai, tapi jangan juga sampai panik” kata Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin di sela-sela penyemprotan. “Kita tidak boleh lengah, waspadai penyebarannya dengan mengurangi aktivitas keluar rumah dan berinteraksi dengan banyak orang” lanjut Syaifuddin.

Penyemprotan disinfektan ini wujud kepedulian Polbangtan Gowa kepada masyarakat sekitar kampus. Diharapkan kegiatan ini mampu memutus penyebaran virus COVID-19 yang sudah menjadi pandemi global.

PWMP SMK-PP Negeri Kupang Unjuk Penerapan Ilmu

Tulisan “Jual Ayam Potong” boleh jadi menyita perhatian siapa pun yang berlalu-lalang di depan pagar Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Kupang di Jalan Timor Raya Kilometer 39. Kalimat pendek dan tegas itu pun hanya dibuat secara sederhana pada sebuah papan kayu berwarna merah dan hijau. Beberapa menduga, ada yang iseng menempel iklan berjualan. Maklum, tentu tak sembarang informasi bisa bebas terpampang di areal sekolahan. Dan memang, jarang pula ada lembaga pendidikan yang mengizinkan siswa buat menerapkan ilmu yang didapat, langsung di lingkungan sekolah. Lembaga pendidikan vokasional sektor pertanian yang satu ini sepertinya mau menegaskan, bahwa teori dan praktik bakal efektif bila dijalankan berbarengan. Dan itu terbukti, di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Para pencetus aksi pemelihara ayam broiler tersebut adalah tiga anggota kelompok Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) asal SMK-PP Negeri Kupang Tahun Angkatan 2018. Jino, Riki, dan Haji–begitu mereka biasa disapa–memang aktif serius berkutat dengan urusan ayam. Kiprahnya dimulai dengan 200 ekor ayam broiler sejak Mei 2019. Terhitung hingga pertengahan November silam, ketiganya sudah memasuki periode keempat pemeliharaan bisnis unggas. Total hingga saat itu, jumlah ayam broiler yang dipelihara sudah mencapai seribu ekor.

Karena memang ‘berilmu’, mereka tak mengalami kendala berarti dalam memelihara ayam broiler tadi. Produk ayam peternakan kelompok bernama Unggas Makmur dan Ternak Maju Bersama ini selalu mencapai target bobot badan dan habis diborong pelanggan. Belakangan PWMP SMK-PP Negeri Kupang juga mulai membudidayakan ayam buras beberapa bulan belakangan. Bahkan, mereka pun mengembangkan usaha sebagai broker, membeli ayam dari peternak untuk dijual kembali.

Belum lama berselang, ide melebarkan pasar ayam peliharaan mengemuka. Kelompok PWMP SMK-PP Negeri Kupang mulai mencoba menjual ayam broiler di Pasar Lili, di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Sepuluh ekor ayam pertama yang sedianya dijual hari itu. “Alhamdulillah, semua ayam habis terjual saat menjelang siang,” kata Haji, yang bernama lengkap Mahdi Saleh Ajizi Lenamah, senang bukan kepalang.

Sebenarnya, trio pencetus ide memelihara dan menjual ayam broiler tak sendirian. Kelompok PWMP SMK-PP Negeri Kupang terdiri dari Claris Fransiska Tanmenu, Kristofel Nathan Maliti, Nikolaus Oemolos, Anwar Ricardo Bees, Dominggus Jino Antonius Parera, dan Mahdi Saleh Ajizi Lenamah. Dalam usaha budi daya ayam broiler pun mereka dibantu sang pembimbing, Yusuf Mozes.

Kiprah PWMP SMK-PP Negeri Kupang juga mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran pimpinan sekolah. “Kalau bisa, ketika lulus mereka terus berwirausaha sehingga dapat berkontribusi untuk pembangunan pertanian di NTT,” ujar Kepala SMK-PP Negeri Kupang Stepanus Bulu.

Kelompok PWMP SMK-PP Negeri Kupang juga menggandeng kerja sama dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) RAN28. KUB RAN28 adalah kelompok PWMP alumni Politeknik Pembangunan Pertanian Malang yang berbasis di Kupang, yang juga berwirausaha komoditas ayam broiler, khususnya pemotongan ayam. Kerja sama yang diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) antara KUB RAN28 dan Kepala Sekolah SMK-PP Negeri Kupang tersebut meliputi penyediaan bibit, pakan, persiapan kandang, manajemen pemeliharaan, hingga pemasaran.

Nikodemus Luku Usfinit dan Matheus Mado dari KUB RAN28 mengamini Stepanus. Mereka berharap, melalui wirausaha ini siswa-siswi SMK-PP Negeri Kupang tidak lagi mencari kerja ketika lulus (job seeker), tapi justru hadir sebagai pembuka lapangan pekerjaan (job creator).(Aisy Karima Dewi/EPN)

Polbangtan Yo-Ma Komitmen Dukung Sektor Pertanian Kabupaten Lingga

Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang [Polbangtan YoMa] menegaskan komitmennya mendukung pembangunan sektor pertanian Kabupaten Lingga di Provinsi Kepulauan Riau, selaras dengan target Lingga menjadi ´lumbung pangan´ di kawasan perbatasan dengan mengirimkan 34 mahasiswa/i untuk mengikuti pendidikan vokasi jurusan pertanian di Yogyakarta 23 orang, dan 11 orang di jurusan peternakan Magelang.

Hal itu dikemukakan oleh Direktur Polbangtan YoMa, Rajiman saat menerima kunjungan Wakil Bupati Lingga M. Nizar didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan [PKP] Hernowo Andrianto, Kabid Pertanian Amran Salim; Kasie Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Ahmad Zahari, Kasie Sarana Prasarana dan Pemasaran Hasil Pertanian, Camat Lingga Yulius, dan Taufik S.P. selaku penyuluh pertanian dan petani Lingga.

Rajiman mengapresiasi komitmen Pemkab Lingga membangun pertanian sebagai sektor andalan ekonomi daerah, mengingat posisinya yang berbatasan langsung dengan negeri jiran. Hasil pertanian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daerah secara mandiri, kelebihan produksi untuk ekspor ke negeri jiran, Singapura dan Malaysia. “Ketahanan pangan adalah keniscayaan. Pertanian masa depan adalah pertanian modern, efektif dan efisien dengan aplikasi teknologi. Bukan lagi zamannya mengolah lahan pertanian dengan cangkul,” katanya.

Pertemuan diisi dengan penyampaian informasi program dan kegiatan Polbangtan Yoma untuk mendukung pembangunan pertanian Kabupaten Lingga. Manfaat proses pembelajaran mahasiswa asal Kabupaten Lingga, pengenalan kampus dan kebun praktik, budidaya tanaman pangan dan pengelolaannya, serta kunjungan lapang di kelompok tani mitra.

Wakil Bupati M. Nizar menyampaikan bahwa Pemkab Lingga bertekad menjadikan ´Bumi Bunda Tanah Melayu´. Yakni, sebagai kawasan unggul sektor pertanian didukung kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka, salah satunya adalah Polbangtan Yoma.

Pertemuan dengan para mahasiswa/i utusan Pemkab Lingga diisi diskusi tentang pengalaman kehidupan kampus dan pelaksanaan pendidikan.

Diharapkan, kunjungan wakil bupati beserta rombongan dapat memotivasi mahasiswa dan memperkuat sinergi antara Pemkab Lingga dengan Polbangtan YoMa, serta harapan kontribusi saat menjadi mahasiswa, maupun setelah lulus kelak dapat menjadi pelopor dan inovator sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Lingga mendukung pembangunan pertanian Indonesia.

Opal Polbangtan Manokwari Contoh Pemanfaatan Pekarangan

Merujuk Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 10 Tahun 2019 tentang Obor Pangan Lestari Tahun 2019, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 22 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 10 Tahun 2019 tentang Obor Pangan Lestari Tahun 2019. Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari diharapkan menjadi sarana percontohan program Opal, dimana memanfaatkan pekarangan untuk ditanami aneka tanaman buah dan sayuran. “Program Kementan yang mengharapkan semua UPT Kementerian Pertanian yang ada di daerah maupun pusat menjadi show window bagi masyarakat sekitar,” ujar Direktur Polbangtan Manokwari Purwanta, Rabu, (11/9/2019).

Lanjut, kata dia, tujuan dan sasaran OPAL sendiri yaitu pemanfaatan lahan perkantoran untuk penyediaan pangan dan gizi. Sebagai sarana percontohan untuk masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi. “Paling tidak bisa menjadi contoh untuk internal UPT dan juga dijadikan contoh untuk lahan pekarang

Peringati Sumpah Pemuda, Polbangtan Malang Deklarasikan Agen Perubahan

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Polbangtan Malang, Senin (28/10/2019) dilakukan dengan menggelar upacara dan deklarasi. Pimpinan dan dosen kampus pertanian ini mendeklarasikan agen perubahan. Deklarasi yang berlangsung di lapangan rektorat di sela upacara yang diikuti oleh seluruh civitas akademika. Direktur Polbangtan Malang Bambang Sudarmanto memimpin langsung upacara Hari Sumpah Pemuda ke-91 dan deklarasi tersebut.

Pembacaan Deklarasi Agen Perubahan lingkup Polbangtan Malang dilakukan oleh beberapa unsur pimpinan, dosen, dan tenaga pendidik. Deklarasi berisikan ikrar dan komitmen dalam melaksanakan tugas dan fungsi, antara lain mendorong dan menggerakkan pegawai turut menjadi bagian dalam perubahan yang lebih baik, mengembangkan nilai-nilai budaya kerja pegawai, penegakan disiplin, monitoring dan evaluasi pelaksanaan rencana aksi.

Direktur Polbangtan Malang mengatakan bahwa agen perubahan dibentuk agar ada perubahan yang lebih baik lagi baik dari pegawai dan mahasiswa. “Deklarasi agen perubahan sebagai momentum pula sebagai tonggak, sebagai tokoh, sebagai tim yang diharapkan bisa menggerakkan pegawai dan mahasiswa menuju perubahan yang lebih baik,” kata Bambang Sudarmanto. Harapannya dengan agen perubahan, lanjut dia, ada percepatan serta muncul ide ide kreatif untuk terus memajukan Polbangtan Malang ini.

Sementara dalam sambutan saat menjadi inspektur upacara, Bambang menyebut Sumpah Pemuda merupakan momentum luar biasa. Dulu, kata dia, di tahun 1928 semua berjuang untuk mencapai kemerdekaan, maka sekarang memasuki zaman mengisi kemerdekaan. “Kami berharap kita semua tetap semangat, tetap kompak untuk mengisi kemerdekaan ini,” kata Bambang.

Memaknai Sumpah Pemuda, Bambang mengajak segenap civitas akademika Polbangtan Malang mengisi kemerdekaan dengan turut mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Polbangtan Bogor Bersama MSM-Belanda Siap Merealisasikan Project LMSINDO

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama MSM (Maastricht School Of Management)-Belanda melaksanakan pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pusat, Sekolah Vokasi IPB, BPPP- Kupang, SMKPP Kupang dan SMKPP Waibakul Kupang sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya (Rabu, 9 Oktober 2019) sedangkan Pusat Pendidikan Pertanian- Kementan dan Kemendikbud serta Universitas Nusa Cendana yang sebelumnya dijadwalkan hadir karena beberapa hal belum bisa bergabung dalam pertemuan perdana ini.

Adapun agenda pada pertemuan kali ini meliputi: Perkenalan dengan semua mitra Indonesia LMSINDO, penjelasan MSM mengenai rencana kegiatan awal project LMSINDO dan persiapan Kick off resmi LMSINDO yang diagendakan pada tanggal 17-19 Desember 2019 di Polbangtan Bogor.

Tujuan dari project LMSINDO yaitu meningkatkan kompetensi SDM para guru-guru SMKPP di Kupang dan Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemudian program ini lebih difokuskan pada pengembangan produk local NTT yaitu jagung, kopi dan coklat. Kupang dan Sumba tengah dipilih menjadi lokasi project dengan pertimbangan bahwa dua lokasi tersebut mewakili daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terpencil). “MSM menargetkan program ini akan berlangsung selama 2.5 tahun dan diharapkan bisa diteruskan oleh Kementerian terkait”. Ujar Mr Huub selaku Project Director. Harapan besar project ini setelah sukses dengan NTT maka akan dikembangkan menjangkau kawasan lebih besar menjadi project regional, nasional bahkan internasional.

Mitra project LMSINDO mengemukakan harapan dan ekspektasi terhadap project ini, salah satu harapan itu diungkapkan oleh Kepala SMK PP Negeri Kupang: “Agar memperhatikan kebutuhan kegiatan wilayah, kebutuhan saat ini adalah ternak sapi potong, kemudian pengembangan tanaman hortikultura serta ternak ayam petelur bagi daerah kabupaten Kupang, oleh karenanya mohon adanya bimbingan dan pelatihan dari pusat kepada guru dan para siswa-siswa kami di SMKPP Kupang-NTT”.

”Tindak lanjut pertemuan ini adalah Kick off resmi LMSINDO yang akan di gelar pada tanggal 17 dan 19 Desember 2019 di Polbangtan Bogor dan selanjutnya di susul dengan kegiatan di Kupang dengan melihat langsung lokasinya”. Ujar Rara Dewayanti.

Lulusan Polbangtan Manokwari Akan Diwisuda Menteri

Puluhan calon wisudawan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari Angkatan I akan diwisuda di Kantor Kementerian Pertanian RI di Jakarta. “Insya Allah, ke-65 mahasiswa kita yang di yudisium ini akan diwisuda secara nasional,” kata Direktur Polbangtan Manokwari Purwanta, Senin (12/8), di Manokwari, Papua Barat.

Sedianya, 65 wisudawan Manokwari tadi akan diwisuda bersama-sama dengan peserta polbangtan lainnya. Seperti Polbangtan Medan, Bogor, Yogyakarta, Magelang, Malang, dan Polbangtan Gowa. “Kurang lebih ada 800-an orang calon wisudawan,” kata dia.

Menurut rencana, para calon wisudawan polbangtan nasional tersebut akan diwisuda langsung Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada 20 Agustus mendatang.(EPN)

Kepala BPPSDMP: Soal Pangan, Perlu Revolusioner

Sektor pangan adalah potret hidup matinya suatu bangsa. Apabila kebutuhan pangan tidak dipenuhi, maka malapetaka. “Oleh karena itu, perlu usaha besar-besaran, radikal, dan revolusioner,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, di Aula Kampus Cibalagung, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, awal Agustus silam. Dedi—yang mengutip pernyataan Presiden pertama RI Soekarno—hadir sebagai pemapar dalam gelar Kuliah Umum Polbangtan Bogor bagi dosen dan mahasiswa Jurusan Pertanian dan Jurusan Peternakan.

“Kuliah Umum hari ini sangat istimewa, karena Polbangtan Bogor menjadi tujuan pertama kunjungan Kabadan setelah dilantik,” ujar Direktur Polbangtan Bogor Siswoyo saat  menyambut Kepala BPPSDMP. Siswoyo didampingi Kepala Bagian Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (BAAKA) Iwan Patria dan perwakilan dosen, Maspur Makhmudi.

Dalam presentasinya, Dedi mengangkat tema Petani Milenial Masa Depan Bangsa. Sosok penyandang gelar profesor riset alumni Institut Pertanian Bogor itu menekankan upaya pemerintah bernama Program Upaya Khusus. Kerja keras tersebut memetik sukses dan menjadikan Indonesia mampu berswasembada pada 2015 lampau. “Di tahun 2045, kita bertekad menjadi lumbung pangan dunia,” cetus Dedi penuh semangat. Dan tentunya, itu pula yang kelak menjadi tugas para milenial mahasiswa polbangtan.