Archive for category: Info Kampus

Sambutan Kongres Mahasiswa Nasional: Kementan Ajak Milenial Terjun di Dunia Pertanian

Mewakili Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan sekaligus Project Manager Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Kementerian Pertanian Inneke Kusumawaty membuka Kongres Nasional Luar Biasa Ikatan Mahasiswa Polbangtan Indonesia (IMPI) pada Sabtu (25/7). Acara yang dihadiri oleh mahasiswa Politeknik milik Kementerian Pertanian, baik Polbangtan maupun PEPI ini diselenggarakan secara virtual.

Inneke mengaku senang dengan terselenggaranya kegiatan ini. “Selamat atas terselenggaranya acara ini,” katanya.  Dalam arahannya, Inneke menyampaikan perlu niat kuat dari pemuda untuk terjun di dunia pertanian. “Mari kita mulai dulu untuk berusaha, adik-adik ini aset yang sangat berharga bagi kami di Kementan,” ajaknya.

Ia juga memaparkan program Penumbuhan Wirausahwan Muda Pertanian (PWMP) dan program YESS sebagai upaya percepatan regenerasi petani. “YESS ini mendapatkan pendanaan dari IFAD untuk meningkatkan kapasitas pemuda di bidang pertanian.” kata Inneke. “Perlu niat kuat dari pemuda untuk terjun di dunia pertanian bukan sekedar ikut-ikutan, mari kita mulai dulu untuk berusaha,” lanjutnya lagi.

“Kita pilih anak-anak muda kisaran usia 17-39 tahun, karena adik-adik ini inovatif untuk mengembangkan bisnis pertanian.” jelas Inneke. Ia pun menyampaikan jika ada mahasiswa yang berasal dari 4 wilayah lokasi kegiatan YESS dapat menghubungi dinas pertanian setempat untuk mendapatkan informasi ataupun ke UPT Pusdiktan di wilayah tersebut. Keempat wilayah tersebut adalah provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Ia juga merinci untuk untuk wilayah Jawa informasi bisa didapat di Polbangtan Bogor, Jawa Timur di Polbangtan Malang, Sulawesi Selatan di Polbangtan Gowa, sementara untuk Kalimantan Selatan di SMK-PP Banjar Baru.

Pada  akhir paparannya, Inneke mengutip kata-kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, “ Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman kalian.”  Sejalan dengan arahan Mentan, Kepala Badan PPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan mengatakan akan terus mendorong lahirnya para petani milenial.

Inneke berharap para mahasiswa bisa menjadi duta ambassador wirausahawan muda pertanian. Sebagai penutup paparannya, ia mengatakan “jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu.” (Ageng Hasanah S)

Calon Mahasiswa Baru Polbangtan dan PEPI Lewati Ujian CAT

Jakarta (10/07), Pusat Pendidikan Pertanian yang berada di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian telah menyelenggarakan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Sekolah milik Kementerian Pertanian yakni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2020/2021. Tujuh Lokasi tempat ujian PMB pelaksanaannya berada di masing-masing Polbangtan dan PEPI meliputi wilayah Medan – Sumatera Utara, Bogor – Jawa Barat, YoMa – Yogyakarta dan Magelang, Malang – Jawa Timur, Gowa – Sulawesi Selatan, Manokwari – Papua Barat dan PEPI – Banten.

Untuk memudahkan pelaksanaan Ujian PMB Polbangtan TA. 2020/2021 di masa pandemik Covid-19, telah disepakati dan ditentukan bersama oleh panitia PMB Pusat dan Daerah bahwa Polbangtan dan PEPI dapat melakukan penilaian ujian berdasarkan Hasil Nilai Raport semester 1 sampai dengan semester 5 ataupun Hasil Penilaian Ujian Computer Assisted Tes (CAT) yang digunakan sebagai nilai kelulusan dan ditambah dengan Tes wawancara.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan bahwa pendidikan vokasi yang dilakukan Kementan untuk menghasilkan sarjana terapan dengan kualifikasi job seeker dan job creator adalah Lulusan Polbangtan dan Pepi yang diarahkan sebagai wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha dan industri.

“Memanfaatkan keahlian, inovasi dan kreativitas yang dimiliki mahasiswa-mahasiswa polbangtan dan PEPI harus diwadahi dalam rangka penciptaan suatu karya ataupun hasil di sektor pertanian khususnya, tunjukan bahwa SDM memiliki peran dalam peningkatan produktivitas”, ujar Dedi Nursyamsi Kepala Badan PPSDMP.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa SDM pertanian di masa depan harus diisi dengan yang berkualitas. Oleh karena itu, lulusan Polbangtan dan PEPI ini merupakan bentuk dari pencetakan regenerasi petani yang harus dilakukan. Selanjutnya, hasil kelulusan Calon Mahasiswa Baru (Camaba) akan di umumkan melalui website masing-masing Polbangtan dan PEPI dalam waktu dekat ini yang akan diumumkan oleh Polbangtan dan PEPI. (Fika Artharini)

SMK-PP Kupang Manfaatkan Pekarangan dengan Budidaya Sayuran

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menyatakan bahwa pemanfaatan setiap jengkal tanah kosong untuk ditanami bibit tanaman pangan merupakan alternatif yang strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Komoditas pangan yang dapat ditanam ialah komoditas pangan selain beras, contohnya umbi-umbian seperti singkong, hingga sayuran maupun buah-buahan. Dengan begitu masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan alternatif selain beras.

Hal ini juga didukung oleh Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP (Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian). Ia mengatakan banyak hal yang bisa dilakukan dalam pemanfaatkan lahan pekarangan, salah satunya dengan melakukan budidaya sayuran. “Manfaatkan semua limbah rumah tangga untuk diolah menjadi pupuk organik,kemudian aplikasikan pada tanaman yang ada di pekarangan. Jika tidak memungkinkan melakukan budidaya dengan menanam secara langsung di media tanah, bisa juga dengan melakukan budidaya secara hidroponik,” ujar Dedi.

Di masa pandemi ini, menanam di pekarangan ialah langkah cerdas untuk memenuhi kebutuhan pangan sembari berusaha memutus mata rantai penyebaran. Tidak hanya rumah penduduk saja yang bisa memanfaatkan lahan pekarangan. Pekarangan lingkungan asrama pendidikan juga dapat dimanfaatkan.

Hal ini seperti yang bisa dilihat di pekarangan asrama putra di SMK-PP Negeri Kupang. Pekarangan yang luasnya kurang dari 100 meter2 itu ditanami berbagai tanaman sayuran seperti terong, pepaya, dan cabai. Beberapa tanaman seperti wortel, kubis, kaylan, lengkuas, jahe dan kunyit ditanam di polybag. Pemanfaatan pekarangan ini telah dilakukan sejak Agustus 2019 lalu. Jenis tanaman yang ditanam pun berganti-ganti, disesuaikan dengan musim serta kondisi yang ada.

Dibalik pemanfaatan pekarangan itu ada pembimbing asrama serta siswa-siswa yang punya kreativitas tinggi serta tidak kenal lelah. Kegiatan budidaya seluruhnya dilakukan di luar jam sekolah. Bahan-bahan yang digunakan dalam budidaya pun memanfaatkan apa yang ada di sekitar. Pupuk misalnya, merupakan feses ternak sapi di instalasi. Sedangkan polybag atau pot dapat memanfaatkan limbah seperti bungkus minyak goreng maupun gelas plastik bekas minuman.

Kreativitas di pekarangan asrama itu pun berbuah manis. Hasil panen dapat dinikmati sendiri atau dijual kepada civitas SMK-PP Negeri Kupang hingga masyarakat luas. Sebagian hasil penjualan pun disisihkan agar budidaya di pekarangan bisa berkelanjutan. Di masa pandemi ini, siswa-siswi SMK-PP Negeri Kupang belajar dari rumah. Akhirnya, Nikodemus Usfinit, atau yang biasa dipanggil Niko, sebagai pembimbing asrama meneruskan budidaya di pekarangan itu. Lewat kegiatan di pekarangan itu, ia berharap siswa-siswa bisa terlatih untuk kreatif dalam menerapkan ilmu pertanian dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan Perilaku Pertanian ini merupakan kegiatan positif yang harus terus didukung dan difasilitasi agar berlanjut. Itu sudah menjadi komitmen dari SMK-PP Negeri Kupang”, jelas Kepala SMK-PP Negeri Kupang Stepanus Bulu.

Pandemi Covid-19, Mahasiswa Politeknik Kementan Dampingi Petani di Daerah Asal

Sektor pertanian harus tetap produktif untuk tetap memastikan ketersediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tak hentinya menyerukan aktivitas pertanian tidak boleh berhenti.

Sejalan dengan arahan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan pendekatan pangan bisa menjadi solusi melawan Covid-19, selain pendekatan kesehatan. “Pendekatan pangan tidak kalah penting dari kesehatan. Karena dalam situasi dan kondisi apa pun, pangan tidak boleh bersoal. Apalagi dalam kondisi seperti pandemi Covid-19 sekarang. Oleh karena itu, seluruh insan pertanian di mana pun berada, Kementerian Pertanian punya tugas menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Politeknik Kementan yaitu Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) pun turut mengambil bagiannya dengan menggerakkan mahasiswanya. Kembali ke daerah asal sebagai imbas dari pandemi, seluruh mahasiswa mengawal dan mendampingi petani yang berada di lingkungan tempat tinggalnya. Mahasiswa dituntut untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di perkuliahan dengan membantu memecahkan masalah yang ada di kelompok tani. Kegiatan ini telah berlangsung sejak Mei 2020 dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Politeknik lingkup Kementan selama masa pembelajaran daring on-line.

Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Polbangtan dan PEPI secara virtual melalui video conference. Kegiatan ini telah dilakukan oleh Polbangtan Medan pada Jumat (5/6) melalui zoom meeting. Direktur Polbangtan Medan Yuliana Kansrini saat memberikan arahan mengatakan tujuan kegiatan pendampingan ini adalah menjamin kualitas mahasiswa Polbangtan Medan untuk menghasilkan job creator dan job seeker , serta membantu petani selama penyebaran wabah Covid-19. “Ada 606 orang mahasiswa dengan rencana waktu pelaksanaan selama 2 bulan yakni tanggal 13 Mei sampai 30 Juni 2020,” kata Yulia.

Distribusi lokasi pendampingan tidak hanya pada provinsi Sumatera Utara tetapi juga provinsi lainnya seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau, dan lainnya bahkan hingga Sulawesi Selatan. Dalam kegiatan evaluasi tersebut Yulia juga menyajikan video-video yang menunjukkan kegiatan yang dilakukan mahasiswa di lapangan. Video menampilkan kegiatan mahasiswa melakukan pendampingan pembibitan sawi, cabai merah, tomat di pekarangan rumah.
Beberapa mahasiswa menyampaikan kegiatan yang telah mereka lakukan, Dendi salah satunya. Mahasiswa asal Desa Lalang Sembawa, Banyuasin ini menyampaikan salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mendampingi ibu-ibu rumah tangga dalam pemanfaatan pekarangan rumah. Ia pun menyampaikan keluhan petani karet di daerah tempat tinggalnya karena harga jual yang rendah sebagai imbas dari pandemi Covid-19. Tak hanya Dendi, Nia yang berlokasi di Desa Serba Jadi, Kabupaten Deli Serdang turut menyampaikan kegiatan pendampingan yang dilakukan diantaranya adalah membuat media hidroponik sederhana dari barang-barang bekas yang ada di rumah.

Tampak hadir Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Idha Widi Arsanti. Ia menyampiakan untuk memecahkan masalah di lapangan harus dilakukan melalui sinergi, tidak bisa dilakukan mahasiswa sendiri ataupun petani sendiri. “Kita semua harus tetap mendorong para pelaku utama pertanian terutama petani untuk tetap melakukan aktivitas produksi di lapangan tentu saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di lapangan,” ujar Idha. Tampak hadir pula dalam kegiatan ini seluruh Direktur Politeknik Kementan, Kepala Dinas terkait, dan para pembimbing mahasiswa. (Ageng Hasanah S)

BPPSDMP Kementan dan Polbangtan Yoma Upayakan Inovasi Pangan Sehat Bergizi

Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya untuk tetap menjamin ketahanan pangan atau ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia di tengah Pandemi Covid-19. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengungkapkan salah satu upaya tersebut adalah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi serta bekerjasama dengan pihak lain seperti berbagai startup. Intinya adalah untuk mendekatkan petani sebagai produsen dengan masyarakat sebagai konsumen. Kementan juga memastikan distribusi pangan di tengah pandemi Covid-19 tetap berjalan dengan lancar.

Pesan Menteri Pertanian untuk petani di seluruh Indonesia adalah “sebesar apapun kesulitan saat ini kesuksesan pasti kau dapatkan bila kau berdoa, bekerja terus berjuang dan terus berjuang”.  Diharapkan, kita semua tetap bekerja sama dan sama-sama bekerja dalam bertahan melawan pandemi Covid-19 dan menyediakan pangan lokal.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengungkapkan bahwa “Paradigma pertanian dulu tanam-petik-jual, sekarang setelah petik harus di olah dulu (Pascapanen atau pengolahan pascapanen) harus diproses terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai jual. Misalnya jika bergerak di bidang padi jangan jual gabah tetapi harus di giling dulu, di jemur dulu sehingga menjual beras dan dapat meningkatkan nilai jual dan meningkatkan keuntungan. Setelah diolah harus memikirkan packaging yang menarik dan bagus karena hal tersebut juga dapat meningkatkan nilai jual.”

Diversifikasi pangan dimaksudkan agar masyarakat tidak terpaku dengan satu jenis makanan pokok sehingga terdorong untuk mengkonsumsi makanan pokok lainnya. Makan adalah kebutuhan utama makhluk hidup terutama manusia. Berbagai macam suku bangsa di dunia memiliki makanan pokok yang beragam, seperti beras, kentang, singkong, gandum, jagung dan umbi-umbian lainnya. Masyarakat Indonesia umumnya menggunakan nasi sebagai makanan pokok yang berasal dari beras.

Upaya mendukung ketahanan pangan dan ketahanan diri di era pandemi Covid adalah dengan diversifikasi pangan mencari sumber makanan alternatif yang mengandung nutrisi tinggi, meningkatkan inovasi serta teknologi pangan. Sistem pangan memengaruhi kesehatan manusia secara langsung dan tidak langsung, dan saat ini lebih mendesak daripada sebelumnya, sistem pangan dapat digambarkan sebagai proses yang mengubah sumber daya/input alam dan buatan manusia menjadi makanan. Sistem pangan memiliki hubungan erat dengan kesehatan dan gizi manusia karena tergantung pada kesehatan lingkungan alam.

Dengan mengkonsumsi makanan yang kaya vitamin dan mengandung nutrisi tinggi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk membantu melawan virus, sebagai pertahanan diri di tengan pandemi ini. Berikut adalah contoh beberapa manfaat dari vitamin.
1. Ascorbic Acid / Vitamin C (mendukung fungsi kekebalan tubuh, memperbaiki semua jaringan tubuh dan meredakan kerentanan saluran pernapasan bagian bawah terhadap infeksi. Terdapat di dalam buah kiwi dan brokoli).
2. Vitamin A (terdiri dari sekelompok senyawa yang larut dalam lemak termasuk retinol, asam retinoat, dan-karoten yang memainkan peran penting dalam fungsi kekebalan tubuh dan diketahui dapat menurunkan kerentanan terhadap infeksi. Terdapat dalam wortel, bayam dan kentang)
3. Vitamin D & E (vitamin D dan E dapat meningkatkan resistensi kita terhadap Covid-19 karena penurunan kadar vitamin D dan E ternak dapat menyebabkan infeksi oleh bovine coronavirus)

Karena itulah, BPPSDMP dan Polbangtan Yoma upayakan inovasi pangan sehat dan bergizi. Contoh inovasi pangan sehat dan bergizi adalah sebagai berikut.
1. Jamu adalah istilah untuk obat tradisional dari Indonesia. Jamu dibuat dari bahan alami, berupa bagian tanaman seperti rimpang (akar), daun, kulit kayu, dan buah. Jamu populer dibuat dari tanaman obat seperti kunyit, jahe dan temulawak.

2. Tanaman obat Indonesia lainnya. Indonesia kaya akan tanaman obat, catatan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia telah menunjukkan bahwa ada sekitar 30.000 dari 40.000 tanaman obat di dunia. Tanaman obat memainkan peran penting dalam kebutuhan perawatan kesehatan orang di seluruh dunia terutama di negara-negara berkembang. Sebagai contoh tanaman obat adalah Daun Dewa, Sambiloto, Pegagan, Rosella.

Keamanan Pangan dalam Krisis Pandemi berkorelasi dengan kesehatan manusia. Penularan mungkin terjadi jika orang yang terinfeksi menyentuh makanan, dan tak lama kemudian, orang lain memegang makanan tersebut dan menyentuh mata atau selaput lendir mulut atau tenggorokannya. Penanganan keamanan pangan harus diikuti dengan mencuci tangan atau sanitasi yang luas untuk meminimalkan risiko terkena corona virus. FDA menyarankan bahwa sanitasi dan pembersihan permukaan adalah tindakan pencegahan yang lebih disukai untuk restoran makanan dan dapur dibandingkan dengan pengujian lingkungan untuk virus Covid-19. (Vitri Aryanti/AHS)

Produktif di Tengah Pandemi, Petani Milenial Polbangtan Garap Sawah Tadah Hujan dengan Teknologi IPATBO

Pandemi Covid-19 memberi dampak pada kegiatan perkuliahan di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan PEPI. Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Idha Widi Arsanti menginstruksikan semua aktivitas perkuliahan di kampus dilakukan dengan daring (online/e-learning) dan atau bentuk penugasan lainnya kepada mahasiswa. “Segera laporkan ke kami apabila ada hal-hal yang berkaitan dengan virus Corona, himbau kepada seluruh sivitas akademika untuk membiasakan hidup bersih,” tegasnya.

Instruksi Kapusdiktan ditindaklanjuti oleh Direktur Polbangtan Bogor Siswoyo dengan menerbitkan Surat Edaran No B-689/TU 020/I 7/03/20 tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Infeksi COVID-19 di Lingkungan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor. “Perkuliahan teori dilakukan dengan memaksimalkan e-learning atau penugasan terstruktur, sedangkan praktik tidak dilakukan semenjak semester genap berjalan,” tuturnya.

Merespon surat edaran tersebut, Tia Maudi Julia, mahasiswi Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan terpaksa menghentikan aktivitas Tugas Akhirnya di Kecamatan Mande Cianjur. Ia pun pulang ke rumahnya di Desa Gobang Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Desa Gobang yang merupakan salah satu desa yang berpotensi tanaman pangan terutama padi. Akan tetapi sekitar 90% lahan di Desa Gobang merupakan lahan tadah hujan, sehingga petani selalu mengalami kekeringan karena adanya keterbatasan ketersediaan air, apalagi tidak ada saluran irigasi. “Inilah yang menyebabkan tingkat produktivitas pertanian lahan sawah tadah hujan juga secara umum rendah,” ungkap Tia.

Petani milenial ini pun mulai berpikir keras, mencari solusi atas permasalahan petani di desanya. Akhirnya ia temukan ide untuk mengenalkan teknologi IPATBO kepada petani agar lahan sawah tadah hujan dapat berproduksi secara optimal. “IPATBO adalah kependekan dari Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik,” jelasnya.
IPATBO merupakan paket teknologi khusus untuk budidaya padi di lahan tadah hujan dengan menerapkan sistem produksi yang memanfaatan potensi biologis, manajemen air dan tanaman serta penggunaan bahan organik dalam pemupukannya untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) per tahun suatu lahan sehingga lahan sawah tadah hujan tersebut dapat berproduksi secara optimal.

Tia pun mendapat dukungan dari Penyuluh Desa Gobang, Dedi Satria. “Saya sangat terbantu dengan kehadiran Tia, dia benar-benar menerapkan ilmu pertaniannya yang pernah dipelajari selama di kampus,” ucapnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Ahmad Sarwan dan Maemunah anggota Kelompoktani Bina Sugih Desa Gobang Kecamatan Rumpin. Keduanya baru saja didatangi Tia saat bertani di lahan tadah hujannya. Sarwan sangat puas dengan penjelasan Tia. “Neng Tia sangat kreatif. Penjelasannya tentang IPATBO sangat rinci, apalagi sambil bagi-bagi leaflet ke kami. Jadi bisa kami bawa pulang untuk dibaca lagi,” ucapnya. Maemunah berharap, teknologi IPATBO ini semoga berhasil diterapkan di sawah miliknya. “Kalau ini berhasil akan saya sebarkan ke teman-teman petani lainnya,” pungkasnya.

Dalam setiap kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo selalu menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi penopang perekonomian bangsa Indonesia, ditengah keresahan bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi wabah virus Covid-19. Menghadapi kondisi pandemi Covid-19, Mentan Syahrul melihat semakin banyak orang yang membutuhkan pertanian. “Pertanian yang dibutuhkan, adalah pertanian yang efektif, efisien dan transparan. Hal itu bisa dilakukan melalui petani milenial yang modern,” tutur Syahrul.

Pernyataan Mentan senada dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi. Dirinya menuturkan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda.
“Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya. (Arif Pastiyanto)

Bebas Biaya Pendidikan di Politeknik Milik Kementan, Pendaftaran Akan Tutup 30 April

Pengembangan SDM yang maju, mandiri, modern menjadi konsen Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong regenerasi petani. Kementan menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi di 7 Politeknik yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Terdapat 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan 1 Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam kuliah umum di Polbangtan beberapa waktu lalu menyampaikan agar mahasiswa yang ada setiap tahun memiliki agenda intelektual pertanian yang baik, juga memahami tentang industri pertanian 4.0 dengan meningkatkan kualitas kekuatan yang ada untuk memenuhi tantangan era sesuai kebutuhan. Sejalan dengan himbauan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan juga menegaskan output dan tujuan dari program pendidikan ini adalah menciptakan job seeker dan job creator, yaitu membentuk wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha serta industri pertanian.

Salah satu politeknik yang berada di bawah naungan Kementan adalah Polbangtan Yogyakarta-Magelang (YoMa). Memiliki 2 kampus yang berlokasi di Yogyakarta dan Magelang, terdapat 6 program studi (prodi) di Polbangtan YoMa. Kampus Yogyakarta memiliki 3 prodi, yaitu Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Agribisnis Hortikultura, dan Teknologi Benih. Sementara untuk Kampus Magelang terdapat 3 prodi, meliputi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Teknologi Produksi Ternak, dan Teknologi Pakan Ternak.

Total kuota mahasiswa untuk seluruh prodi di tahun akademik 2020/2021 adalah 315 mahasiswa. Selain bebas biaya pendidikan, fasilitas asrama dan makan 3x sehari juga diberikan secara gratis. Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur umum dan kerja sama ini akan ditutup pada 30 April mendatang.

Kementan memberikan kemudahan bagi calon mahasiswa untuk mendaftar secara online via laman resmi Polbangtan Yo-Ma, yakni http://pmb.polbangtanyoma.ac.id Karena itu calon mahasiswa tidak perlu khawatir untuk mendaftar di masa pandemi virus covid-19 ini. Tertarik mendaftar ke Polbangtan YoMa? Berikut persyaratan pendaftaran tahun akademik 2020/2021.

Jalur Umum
a. Lulusan 2 (dua) tahun terakhir dari SMKPP/SMK Pertanian/SMA/MA IPA/SMK Teknik
b. Nilai rata-rata Ijazah/SKHUN minimal 7,50
Jalur POSKM (Prestasi, Olahraga, Seni, Keilmuan dan Minat)
a. Lulusan paling lama 2 (dua) tahun terakhir dari SMKPP/SMK Pertanian/ SMA/MA IPA/SMK Teknik.
b. Nilai rata-rata Ijazah/SKHUN paling rendah 7,50.
c. Memiliki prestasi di bidang olahraga, seni, keilmuan dan minat di tingkat Provinsi, Regional, Nasional dan Internasional
d. Memiliki prestasi di bidang Kepemimpinan (OSIS, Karang Taruna atau Organisasi kepemudaan)
e. Khusus prestasi Hafiz Qur’an paling kurang 15 Juz dibuktikan dengan sertifikat dari Kepala Sekolah.
f. Memiliki minat untuk menjadi wirausahawan bidang pertanian yang dibuktikan dengan proposal unit usaha pertanian.
Jalur Kerja Sama
a. Diutamakan penggerak/calon penggerak pembangunan pertanian di daerah;
b. memiliki nilairata-rata ijazah/SKHUN paling rendah 7.00;
c. usia per 31 Agustus 2020 paling tinggi 25 tahun 0 bulan;
d. Pemerintah daerah pengirim calon mahasiswa menjalin kerja sama dengan Pendidikan Tinggi Vokasi Lingkup Kementerian Pertanian yang disetujui oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. (Ageng Hasanah)

Cegah Corona, Polbangtan Gowa Semprot Disinfektan di Sekitar Kampus

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melakukan penyemprotan cairan desinfektan di pemukiman sekitar kampus pada Selasa (24/3). Penyemprotan ini sebagai langkah mencegah penyebaran virus corona jenis baru atau COVID-19. Sehari sebelumnya, penyemprotan dilakukan di area kantor dan asrama mahasiswa. Disinfektan yang digunakan hasil racikan sendiri sesuai anjuran pemerintah.

Kantor Lurah Romang Lompoa menjadi lokasi awal penyemprotan, dilanjutkan ke pemukiman penduduk hingga kembali ke area kampus. “Tidak bisa ditanggapi dengan santai, tapi jangan juga sampai panik” kata Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin di sela-sela penyemprotan. “Kita tidak boleh lengah, waspadai penyebarannya dengan mengurangi aktivitas keluar rumah dan berinteraksi dengan banyak orang” lanjut Syaifuddin.

Penyemprotan disinfektan ini wujud kepedulian Polbangtan Gowa kepada masyarakat sekitar kampus. Diharapkan kegiatan ini mampu memutus penyebaran virus COVID-19 yang sudah menjadi pandemi global.

PWMP SMK-PP Negeri Kupang Unjuk Penerapan Ilmu

Tulisan “Jual Ayam Potong” boleh jadi menyita perhatian siapa pun yang berlalu-lalang di depan pagar Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Kupang di Jalan Timor Raya Kilometer 39. Kalimat pendek dan tegas itu pun hanya dibuat secara sederhana pada sebuah papan kayu berwarna merah dan hijau. Beberapa menduga, ada yang iseng menempel iklan berjualan. Maklum, tentu tak sembarang informasi bisa bebas terpampang di areal sekolahan. Dan memang, jarang pula ada lembaga pendidikan yang mengizinkan siswa buat menerapkan ilmu yang didapat, langsung di lingkungan sekolah. Lembaga pendidikan vokasional sektor pertanian yang satu ini sepertinya mau menegaskan, bahwa teori dan praktik bakal efektif bila dijalankan berbarengan. Dan itu terbukti, di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Para pencetus aksi pemelihara ayam broiler tersebut adalah tiga anggota kelompok Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) asal SMK-PP Negeri Kupang Tahun Angkatan 2018. Jino, Riki, dan Haji–begitu mereka biasa disapa–memang aktif serius berkutat dengan urusan ayam. Kiprahnya dimulai dengan 200 ekor ayam broiler sejak Mei 2019. Terhitung hingga pertengahan November silam, ketiganya sudah memasuki periode keempat pemeliharaan bisnis unggas. Total hingga saat itu, jumlah ayam broiler yang dipelihara sudah mencapai seribu ekor.

Karena memang ‘berilmu’, mereka tak mengalami kendala berarti dalam memelihara ayam broiler tadi. Produk ayam peternakan kelompok bernama Unggas Makmur dan Ternak Maju Bersama ini selalu mencapai target bobot badan dan habis diborong pelanggan. Belakangan PWMP SMK-PP Negeri Kupang juga mulai membudidayakan ayam buras beberapa bulan belakangan. Bahkan, mereka pun mengembangkan usaha sebagai broker, membeli ayam dari peternak untuk dijual kembali.

Belum lama berselang, ide melebarkan pasar ayam peliharaan mengemuka. Kelompok PWMP SMK-PP Negeri Kupang mulai mencoba menjual ayam broiler di Pasar Lili, di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Sepuluh ekor ayam pertama yang sedianya dijual hari itu. “Alhamdulillah, semua ayam habis terjual saat menjelang siang,” kata Haji, yang bernama lengkap Mahdi Saleh Ajizi Lenamah, senang bukan kepalang.

Sebenarnya, trio pencetus ide memelihara dan menjual ayam broiler tak sendirian. Kelompok PWMP SMK-PP Negeri Kupang terdiri dari Claris Fransiska Tanmenu, Kristofel Nathan Maliti, Nikolaus Oemolos, Anwar Ricardo Bees, Dominggus Jino Antonius Parera, dan Mahdi Saleh Ajizi Lenamah. Dalam usaha budi daya ayam broiler pun mereka dibantu sang pembimbing, Yusuf Mozes.

Kiprah PWMP SMK-PP Negeri Kupang juga mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran pimpinan sekolah. “Kalau bisa, ketika lulus mereka terus berwirausaha sehingga dapat berkontribusi untuk pembangunan pertanian di NTT,” ujar Kepala SMK-PP Negeri Kupang Stepanus Bulu.

Kelompok PWMP SMK-PP Negeri Kupang juga menggandeng kerja sama dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) RAN28. KUB RAN28 adalah kelompok PWMP alumni Politeknik Pembangunan Pertanian Malang yang berbasis di Kupang, yang juga berwirausaha komoditas ayam broiler, khususnya pemotongan ayam. Kerja sama yang diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) antara KUB RAN28 dan Kepala Sekolah SMK-PP Negeri Kupang tersebut meliputi penyediaan bibit, pakan, persiapan kandang, manajemen pemeliharaan, hingga pemasaran.

Nikodemus Luku Usfinit dan Matheus Mado dari KUB RAN28 mengamini Stepanus. Mereka berharap, melalui wirausaha ini siswa-siswi SMK-PP Negeri Kupang tidak lagi mencari kerja ketika lulus (job seeker), tapi justru hadir sebagai pembuka lapangan pekerjaan (job creator).(Aisy Karima Dewi/EPN)

Polbangtan Yo-Ma Komitmen Dukung Sektor Pertanian Kabupaten Lingga

Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang [Polbangtan YoMa] menegaskan komitmennya mendukung pembangunan sektor pertanian Kabupaten Lingga di Provinsi Kepulauan Riau, selaras dengan target Lingga menjadi ´lumbung pangan´ di kawasan perbatasan dengan mengirimkan 34 mahasiswa/i untuk mengikuti pendidikan vokasi jurusan pertanian di Yogyakarta 23 orang, dan 11 orang di jurusan peternakan Magelang.

Hal itu dikemukakan oleh Direktur Polbangtan YoMa, Rajiman saat menerima kunjungan Wakil Bupati Lingga M. Nizar didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan [PKP] Hernowo Andrianto, Kabid Pertanian Amran Salim; Kasie Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Ahmad Zahari, Kasie Sarana Prasarana dan Pemasaran Hasil Pertanian, Camat Lingga Yulius, dan Taufik S.P. selaku penyuluh pertanian dan petani Lingga.

Rajiman mengapresiasi komitmen Pemkab Lingga membangun pertanian sebagai sektor andalan ekonomi daerah, mengingat posisinya yang berbatasan langsung dengan negeri jiran. Hasil pertanian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daerah secara mandiri, kelebihan produksi untuk ekspor ke negeri jiran, Singapura dan Malaysia. “Ketahanan pangan adalah keniscayaan. Pertanian masa depan adalah pertanian modern, efektif dan efisien dengan aplikasi teknologi. Bukan lagi zamannya mengolah lahan pertanian dengan cangkul,” katanya.

Pertemuan diisi dengan penyampaian informasi program dan kegiatan Polbangtan Yoma untuk mendukung pembangunan pertanian Kabupaten Lingga. Manfaat proses pembelajaran mahasiswa asal Kabupaten Lingga, pengenalan kampus dan kebun praktik, budidaya tanaman pangan dan pengelolaannya, serta kunjungan lapang di kelompok tani mitra.

Wakil Bupati M. Nizar menyampaikan bahwa Pemkab Lingga bertekad menjadikan ´Bumi Bunda Tanah Melayu´. Yakni, sebagai kawasan unggul sektor pertanian didukung kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka, salah satunya adalah Polbangtan Yoma.

Pertemuan dengan para mahasiswa/i utusan Pemkab Lingga diisi diskusi tentang pengalaman kehidupan kampus dan pelaksanaan pendidikan.

Diharapkan, kunjungan wakil bupati beserta rombongan dapat memotivasi mahasiswa dan memperkuat sinergi antara Pemkab Lingga dengan Polbangtan YoMa, serta harapan kontribusi saat menjadi mahasiswa, maupun setelah lulus kelak dapat menjadi pelopor dan inovator sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Lingga mendukung pembangunan pertanian Indonesia.