Archive for month: Desember, 2020

BPPSDMP Adakan Pelatihan Peternakan bagi Petani Milenial di Kabupaten Alor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa pembangunan pertanian harus selalu ditingkatkan. “Pertanian harus lebih maju, lebih mandiri dan dikelola lebih modern, yang digerakkan  mulai dari tingkat kecamatan yang ada di seluruh Indonesia,” papar Syahrul.

Sektor peternakan menjadi salah satu fokus utama Kementan guna mencapai swasembada daging. Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu provinsi yang siap mendukung peningkatan produktivitas peternakan. Hal ini  telah dibuktikan dengan keberhasilan NTT untuk memenuhi kebutuhan daging nasional.

Sebagai langkah nyata dukungan terhadap peningkatan produksi ternak, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengungkapkan pentingnya dukungan SDM. “Perlu adanya upaya terus menerus menggenjot pembentukan sdm peternakan unggulan, maju, mandiri dan profesional untuk mengelola budidaya ternak dengan baik. Dan yang tak kalah  penting adalah mencetak wirausaha ternak berdaya saing melalui lembaga pendidikan”, kata Dedi.

Menindaklanjuti arahan Mentan dan Kabadan, Pusat Pendidikan Pertanian bersama Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang melaksanakan pelatihan peternakan bagi petani milenial. Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti menyampaikan, “pelatihan ini sangat penting dilakukan sebagai upaya peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia Pertanian Milenial.”  Dukung penuh juga didapat dari Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Ibu Gubernur NTT Juli Laiskodat.

Sasaran dari kegiaran pelatihan ini adalah Siswa SMK Bukapiting dan petani milenial di BPP Alor Barat Laut, Kabupaten Alor dan kegiatan pelatihan bertemakan Agribisnis Peternakan untuk Mendukung Kemandirian Ternak di Kabupaten Alor.  Pelatihan yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada tanggal 18 – 19 Desember 2020 dibuka langsung oleh Asisten Daerah dan dihadiri oleh Kapusdiktan dan Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT. Para peserta berharap setelah mengikuti pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi mereka  pada bidang peternakan dan berkontribusi dalam  mewujudkan cita-cita NTT menjadi lumbung ternak nasional.

Mentan Resmikan Smart Green House di Polbangtan Bogor

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meresmikan Smart Green House di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Jawa Barat, Senin (14/12).  Smart Green House merupakan sistem pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi. “Pembangunan pertanian tidak harus merusak alam lebih banyak lagi, tapi dengan pengembangan sains dan teknologi, seperti pemanfaatan green nhouse, dapat menyesuaikan dengan kondisi alam,” kata Mentan Syahrul saat memberikan sambutan.

Bersama para pejabat Kementerian Pertanian beserta undangan, Mentan meninjau tanaman selada air dan kubis yang ditanam di Smart Green House menggunakan teknologi cooling pad yakni pendingin ruangan perlatan seperti radiator mobil dan kipas ventilasi. “Teknologi yang diterapkan itu dapat mengatur dan memantau kelembapan tanah dan suhu udara pada green house, serta dapat dimonitor melalui smartphone,” tutur Mentan.

Smart Green House merupakan hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), dalam hal ini Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan). Selain meresmikan Smart Green House, dilakukan pula penandatanganan MoU antara Kementerian Pertanian dengan PT. PLN sebagai bentuk sinergi program peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui penyediaan tenaga listrik.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi menyampaikan, melalui Smart Green House diharapkan dapat melahirkan SDM pertanian untuk membantu menyiapkan kebutuhan pangan bagi 267 juta jiwa penduduk Indonesia. “Kita saat ini berbicara mengenai peningkatan produktivitas untuk menjaga ketahanan pangan,” kata Dedi. Ditambahkannya, untuk mewujudkan pembangunan tersebut diperlukan sumberdaya manusia  (SDM) pertanian yang profesional, bersaya saing dan berwirausaha yang dapat dilakukan melalui pendidikan vokasi pertanian.

Direktur Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan, “Pembangunan pertanian modern ini dengan membangun smart farming melalui teknik green house.” Proyek percontohan Smart Green House ini sebagai sarana teaching farm dan teaching factory, jelas Edhy. Dari kolaborasi Dirjen PSP dengan BPPSDMP telah dibangun 6 unit Smart Green House di lahan seluas 7.800m2 yang dilengkapi dengan exhause fan, evaporating complete system, dan panel control untuk sensor suhu dan kelembaban.

 

Wujudkan Lumbung Ternak, Gubernur NTT Siap Dukung Transformasi Polbangnak

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam setiap kesempatan mengatakan bahwa pembangunan pertanian harus selalu ditingkatkan. “Selama lima tahun ke depan fokus utama Kementan adalah pengembangan komoditas strategis melalui peningkatan produksi komoditas utama, salah satunya adalah peternakan, melalui upaya peningkatan ekspor 300%, dan pemanfaatan KUR pertanian Rp. 50 Trilyun per tahun”, papar Syahrul.

Sebagai salah satu komoditas utama, sektor peternakan menjadi fokus utama Kementan. Upaya peningkatan produksi ternak dan modifikasi genetik ternak pun perlu dilakukan guna mencapai swasembada daging. Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu provinsi yang siap mendukung peningkatan produktivitas peternakan. Hal ini telah dibuktikan dengan keberhasilan NTT untuk memenuhi kebutuhan daging nasional.

Sebagai langkah nyata dukungan terhadap peningkatan produksi ternak, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengungkapkan pentingnya dukungan SDM. “Perlu adanya upaya terus menerus menggenjot pembentukan sdm peternakan unggulan, maju, mandiri dan profesional untuk mengelola budidaya ternak dengan baik. Dan yang tak kalah penting adalah mencetak wirausaha ternak berdaya saing melalui lembaga pendidikan”, kata Dedi.

Untuk itu Kementan melalui BPPSDMP melakukan transformasi kelembagaan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang menjadi Politeknik Pembangunan Peternakan (Polbangnak) NTT. “Tranformasi Kelembagaan SMK-PP Negeri Kupang menjadi Politeknik Pembangunan Peternakan NTT merupakan sebuah langkah maju dalam mendukung pengembangan ternak di NTT”, tambah Dedi.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat audiensi terkait transformasi SMKPP Negeri Kupang menjadi Polbangnak NTT bersama Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian RI, Idha Widi Arsanti mengingatkan dalam pembentukan Polbangnak harus pastikan output SDM yang lulus dan tamat dari lembaga ini harus mampu mandiri dan mengaplikasikan ilmunya sebagai peternak yang berhasil.

Lebih Lanjut, Viktor mengarahkan supaya tranformasi kelembagaan memperhatikan potensi yang ada di NTT. Desain Program Studi dan output SDM dapat menjawab dan berkorelasi dengan kondisi dan permasalahan di NTT saat ini. “Saya berharap tranformasi SMK-PP menjadi Polbangnak Kupang dengan tampilan yang berbeda dari sisi desain Program Studi dan Output SDM-nya yang bukan sekedar memiliki ilmu tetapi berkarakter kuat dan memiliki daya tahan dalam menghadapi setiap persoalan yang dihadapi,” tegas Gubernur.

Untuk itu, Gubernur yang lebih sering berada di lapangan ini menginginkan Polbangnak Kupang hadir di NTT harus dengan konsep yang benar. “Saya sering turun ke lapangan, masalah bidang peternakan di NTT bukan saja berkaitan dengan populasi ternak, melainkan pakan ternak. Untuk itu Polbangnak Kupang hadir di NTT mesti dengan konsep yang benar dan sesuai dengan karakteristik NTT.” tegas Viktor.

Selanjutnya, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian mengatakan bahwa tranformasi SMK-PP menjadi Polbangnak Kupang telah siap dari sisi lahan beserta Tenaga Pengajar dan fasilitas infrastruktur pendukungnya. “Kami siap melakukan tranformasi dimaksud, baik dari sisi lahan yang siap seluas 100 ha. Tenaga Pengajar dengan mengoptimalkan tenaga yang ada dan ditambah lagi perekrutan untuk spesifikasi bidang peternakan serta infrastruktur penunjang,” ujar Idha. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Khusus Gubernur Bidang Politik, Imanuel Blegur, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli.