Archive for month: Agustus, 2020

Cetak Wirausawahan Muda Pertanian, Program YESS-Kementan Susun Rencana Kerja Tahunan

Dalam rangka koordinasi pelaksanaan program Youth Entrepreneurship and Employment Support (YESS) tahun 2020, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Peratanian (BPPSDMP) melakukan penyusunan Annual Work Plan and Budget (AWPB) Program YESS Tahun 2021. AWPB adalah rencana kerja yang disusun setiap tahun oleh pelaksana program.

Bertempat di Bogor, pertemuan yang diselenggarakan secara tatap muka dan juga virtual ini dihadiri oleh pelaksana program YESS, baik di tingkat National Programme Management Unit (NPMU) maupun Provincial Project Implementation Unit (PPIU). Hadir dalam pertemuan ini PPIU Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan yang menjadi lokasi pilot project program YESS.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti dalam arahannya mengatakan ada empat komponen Program YESS, antara lain transisi pemuda perdesaan ke pekerjaan, kewirausahaan muda perdesaan, permodalan bagi pemuda perdesaan, dan dukungan kebijakan bagi pemuda perdesaan. “Keempat komponen ini saling berkaitan,” ujar Idha melalui zoom meeting pada Selasa (25/8). Dalam arahannya, Idha berpesan agar pelaksanaan YESS dapat terkoordinasi dengan mempertimbangkan keterkaitan kegiatan di tahun sebelumnya (tahun 2020) dan kegiatan lanjutannya.

Project Manager Program YESS Inneke Kusumawaty menjelaskan lebih lanjut bahwa Duta Petani Milenial dapat dijadikan mentor bagi para peserta program YESS karena sudah memiliki pasar dan jejaring yang luas. “Mentor adalah praktisi, tidak harus perusahaan besar, tetapi bisa anak muda yang memiliki bisnis dengan jejaring pasar dan mitra usaha yang luas,” kata Inneke.

Program YESS dilaksanakan sebagai proyek percontohan pengembangan generasi muda dan regenerasi petani di perdesaan melalui fasilitasi dan bimbingan kepada generasi muda. Proyek yang didanai oleh International Fund For Agricultural Development (IFAD) ini bertujuan untuk menghasilkan wirausahawan atau tenaga kerja yang profesional di sektor pertanian.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi dalam beberapa kesempatan mengatakan, berdasarkan data BPS, tiap tahun jumlah petani muda yang berumur 19-39 tahun terus menurun. Hal ini menjadi tantangan yang dihadapi oleh Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meyakini tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi muda. Generasi milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan. (Ageng Hasanah)

P4S Cilangkap Sukabumi Siap Bermitra dengan YESS

Kementerian Pertanian melakukan sejumlah langkah dalam upaya percepatan regenerasi petani. Salah satunya dengan terus mengajak generasi milenial ikut terjun di sektor pertanian. Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) adalah salah satu program yang sedang digencarkan. Bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD), Program YESS bertujuan menciptakan wirausaha milenial tangguh dan berkualitas di sektor pertanian.

Untuk melatih generasi milenial agar memiliki kemampuan sehingga akan menghasilkan pendapatan yang sangat menguntungkan bagi dirinya maupun lingkungannya, YESS pun bersinergi dengan P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya). Project Manager YESS Inneke Kusumawaty beserta tim pun menyambangi P4S Cilangkap Sub-1 Cikembar Sukabumi pada Rabu (19/8). Inneke menyampaikan bahwa  program YESS ini sangat membantu untuk memberdayakan generasi muda atau pemuda tani  untuk memanfaatkan sumber daya alam pertanian atau peternakan di pedesaan secara optimal dan menguntungkan.

P4S Cilangkap Sub-1 Cikembar Sukabumi adalah salah satu P4S yang siap bermitra dengan YESS. Kabupaten Sukabumi memang menjadi salah satu lokasi pilot project Program YESS.  P4S Cilangkap banyak melatih kelompok tani dan generasi muda milenial yang ingin mengetahui lebih banyak tentang manfaat dan hasil burung puyuh. Ketua P4S Cilangkap Sub-1 Cikembar Sukabumi Slamet Wuryadi mengatakan, visi dari P4S Cilangkap Sub-1  adalah menjadi pemain utama dalam wirausaha agribisnis peternakan puyuh di Indonesia dan sejalan dengan usaha peningkatan pendapatan dan kesejahteraan hidup masyarakat.

Tidak hanya memasarkan telur puyuh yang kaya akan protein, Slamet juga mengolah daging puyuh menjadi makanan enak siap saji. Produk-produk tersebut tidak hanya menjangkau pasar di wilayah Sukabumi, tetapi juga Jakarta dan berbagai wilayah lain di Indonesia.  Bahkan telur puyuh yang masuk dalam kemasan mie instan sudah ada yang di ekspor ke luar negeri.

Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengapresiasi Program YESS sebagi upaya untuk menghasilkan wirausahawan milenial yang berkualitas di sektor pertanian. Apalagi negara-negara yang berhasil membangun pertanian, ternyata sangat banyak pengusaha agrobisnisnya. “Karena dengan adanya mereka, ekonomi di sektor pertanian bisa bergerak dan menggeliat,” ujarnya.

Melalui program YESS, Dedi berharap akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi sumberdaya manusia dari perdesaan, meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian.  Sehingga pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan, dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi. (Dahlia M/Ageng H)

Kementan Sambangi BPP Nagrak Sukabumi Sosialisasikan Program YESS

Kementerian Pertanian melakukan sosialisasi Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.  Sukabumi menjadi salah satu lokasi pilot project kegiatan YESS di provinsi Jawa Barat. Selain Sukabumi, lokasi lainnya di Jawa Barat adalah di Cianjur, Tasikmalaya dan Subang.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti memperkenalkan program YESS kepada peserta pertemuan yang terdiri dari Perangkat Desa, Babinsa, Kelompok Tani, Penyuluh yang berasal dari Desa Paweunang, Nagrak Utara dan Nagrak Selatan. “Perkembangan pertanian khususnya di masa Pandemi Covid-19 menunjukkan tren yang sangat baik, ditunjukkan dengan usaha yang tetap beroperasi dan memiliki omset serta asset yang baik,” kata Idha, Jumat (14/8).

 

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Quail Farm Slamet Wuryadi. Ia menyampaikan budidaya burung puyuh yang dirintis telah menjalin kerjasama dengan supplier mitra dan pemasar. Dengan cakupan produksi yang luas, Slamet mengakui omzet yang diraup setiap bulannya mencapai 3 Milyar.

Sebagai informasi, Program YESS adalah salah satu terobosan yang dilakukan Kementerian Pertanian bersama IFAD untuk percepatan regenerasi petani. Program ini dijalankan untuk menghasilkan wirausahawan muda perdesaan di bidang pertanian dan menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian.

BPP Nagrak yang berada di wilayah lokasi sasaran YESS diharapkan mampu berperan aktif sebagai pusat pembelajaran pengembangan pertanian dan pelayanan masyarakat di wilayah kecamatan. Hal ini sesuai dengan target yang ingin dicapai oleh Kementerian Pertanian dalam lima tahun mendatang yakni memiliki petani milenial sebanyak 2,5 juta orang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meyakini generasi milenial yang terjun di sektor pertanian berpeluang memiliki kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Sejalan dengan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa untuk mencapai target dan kondisi ideal bagi pemenuhan kebutuhan pangan nasional, maka dituntut tersedianya SDM pertanian yang professional, mandiri, berdaya saing, dan jiwa wirausahawan. (Lesti Nadia/Ageng Hasanah)

Kepala BPPSDMP Kementan Ajak Petani Milenial Manfaatkan Marketplace

Kementerian Pertanian secara rutin menggelar forum diskusi bagi para petani milenial secara online. Rutin diselenggarakan setiap pekan, Millenial Agriculture Forum (MAF) telah berjalan hingga forum ke-7. MAF VII mengangkat tema mengenai pemanfaatan marketplace untuk agribisnis, pada Jumat (7/8).

Dalam arahannya, Dedi Nursyamsi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 mengalami minus. Tetapi kemerosotan ini tidak terjadi di semua sektor, justru pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian memberikan kontribusi positif. “Itu artinya sektor pertanian adalah sektor yang menggiurkan di pandemi covid ini, karena hanya sektor pertanian yang mampu memberikan pangan bagi masyarakat Indonesia,” jelas Dedi.
Ia pun mengajak para petani milenial untuk memanfaatkan marketplace. “Saat ini inovasi teknologi utamanya 4.0 sangat menguntungkan untuk kita semua,” kata Dedi. Ia menyambut baik petani milenial untuk belajar marketplace. Saya melihat para petani milenial semua bangkit dan bahu membahu mendustribusikan pangan ke seluruh lapisan masyarakat melalui online, jelasnya.

Dedi menekankan agar protokol covid tetap diperhatikan salah satunya dengan menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Karena itu, kata Dedi, online system sangat menggiurkan di masa pandemi ini, terutama bagi sektor pertanian yang ada di hilir agar menjual produk secara online. “Pemasaran online selain cocok di masa pandemi, juga lebih cepat, bisa order kapan saja,” ujar Dedi. Pada akhir paparannya, ia menyampaikan harapannya agar webinar ini bisa mendorong dan memberi semangat untuk support pembangunan pertanian.

Sejalan dengan arahan Kepala BPPSDMP, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti juga mengimbau para petani milenial agar dapat mengajak petani-petani di sekitarnya untuk memanfaatkan marketplace. “Petani milenial ini dekat dengan teknologi, karena itu rekan-rekan milenial ini bisa sepenuhnya memanfaatkan teknologi untuk mengatasi berbagai permasalahan,” kata Idha. Ia juga menjelaskan platform website e-commerce pertanian yang diinisiasi Kementerian Pertanian yaitu www.agrindotrade.com dimana pengelolaannya dilakukan oleh para petani milenial. “Harapannya petani milenial ini tumbuh lebih banyak lagi dan mengembangkan pertanian di Indonesia,” tutup Idha mengakhiri paparannya. (Ageng Hasanah)

Ditunjuk Sebagai Model BPP Kostratani, BPP Mandalawangi Pandeglang Akan Difungsikan Sebagai Rumah Pintar Petani

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus menggalakan program Komando Strategis Pertanian (Kostratani) untuk mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam menggerakkan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan.

“Kementan akan terus memperkuat peran Kostratani. Sebab, Kostratani mengimplementasikan program-program Kementerian Pertanian. Kegiatannya langsung bersinggungan dengan petani di lapangan. Di Kostratani ini juga petani bisa mendapatkan informasi atau mendapatkan penyuluhan agar hasil pertaniannya lebih maksimal,” jelas SYL, Rabu (5/8).

Menanggapi Mentan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan, “Kostratani akan menjadikan BPP sebagai pusat pembangunan pertanian yang melibatkan seluruh pelaku pertanian yang ada di Kecamatan. Kostratani berbasis teknologi dengan dukungan big data memiliki skala besar. Mengingat data pertanian nasional begitu besar dan kompleks. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan tugas, fungsi dan peran Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan, BPPSDMP akan mentransformasi BPP untuk menjadi Model BPP Kostratani, salah satunya di BPP Mandalawangi, Pandeglang, Banten.”

Untuk mengawal proses transformasi BPP Mandalawangi menjadi Model BPP Kostratani dan memberikan motivasi bagi penyuluh pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) didampingi oleh Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi serta Kepala Pusat Pendidikan Pertanian melakukan kunjungan ke BPP Mandalawangi pada Rabu, (05/08). Kunjungan BPPSDMP tersebut disambut baik oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Penyuluh Pandeglang, dan Dinas Pertanian Provinsi Banten.

“Kita terus mengawal proses transformasi BPP Mandalawangi menjadi Model BPP Kostratani sebagai benchmark bagi BPP lain yang akan bertransformasi menjadi BPP Kostratani. BPP sebagai center of knowledge diharapkan dapat menjadi sarana transfer ilmu dari penyuluh pertanian kepada petani di wilayah kerjanya,” ujar Dedi.

Dedi menyampaikan bahwa “Di era orde baru, penyuluh dan BPP sangat diperhatikan sehingga kegiatan optimalisasi produksi dapat berjalan dengan baik. Itu sebabnya kita bisa swasembada pangan bahkan ekspor beras.”

“Saat ini di BPP Mandalawangi ada enam penyuluh dan akan menjadi pilot project sebagai BPP Kostratani. BPP Mandalawangi sebagai Kostratani juga akan difungsikan sebagai rumah pintar petani yang mendorong para petani untuk tidak hanya melakukan produksi, namun juga kegiatan pasca panen dan pemasaran,” pungkasnya. (Vanelly Rahutami S)