Archive for month: April, 2020

Bebas Biaya Pendidikan di Politeknik Milik Kementan, Pendaftaran Akan Tutup 30 April

Pengembangan SDM yang maju, mandiri, modern menjadi konsen Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong regenerasi petani. Kementan menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi di 7 Politeknik yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Terdapat 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan 1 Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam kuliah umum di Polbangtan beberapa waktu lalu menyampaikan agar mahasiswa yang ada setiap tahun memiliki agenda intelektual pertanian yang baik, juga memahami tentang industri pertanian 4.0 dengan meningkatkan kualitas kekuatan yang ada untuk memenuhi tantangan era sesuai kebutuhan. Sejalan dengan himbauan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan juga menegaskan output dan tujuan dari program pendidikan ini adalah menciptakan job seeker dan job creator, yaitu membentuk wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha serta industri pertanian.

Salah satu politeknik yang berada di bawah naungan Kementan adalah Polbangtan Yogyakarta-Magelang (YoMa). Memiliki 2 kampus yang berlokasi di Yogyakarta dan Magelang, terdapat 6 program studi (prodi) di Polbangtan YoMa. Kampus Yogyakarta memiliki 3 prodi, yaitu Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Agribisnis Hortikultura, dan Teknologi Benih. Sementara untuk Kampus Magelang terdapat 3 prodi, meliputi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Teknologi Produksi Ternak, dan Teknologi Pakan Ternak.

Total kuota mahasiswa untuk seluruh prodi di tahun akademik 2020/2021 adalah 315 mahasiswa. Selain bebas biaya pendidikan, fasilitas asrama dan makan 3x sehari juga diberikan secara gratis. Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur umum dan kerja sama ini akan ditutup pada 30 April mendatang.

Kementan memberikan kemudahan bagi calon mahasiswa untuk mendaftar secara online via laman resmi Polbangtan Yo-Ma, yakni http://pmb.polbangtanyoma.ac.id Karena itu calon mahasiswa tidak perlu khawatir untuk mendaftar di masa pandemi virus covid-19 ini. Tertarik mendaftar ke Polbangtan YoMa? Berikut persyaratan pendaftaran tahun akademik 2020/2021.

Jalur Umum
a. Lulusan 2 (dua) tahun terakhir dari SMKPP/SMK Pertanian/SMA/MA IPA/SMK Teknik
b. Nilai rata-rata Ijazah/SKHUN minimal 7,50
Jalur POSKM (Prestasi, Olahraga, Seni, Keilmuan dan Minat)
a. Lulusan paling lama 2 (dua) tahun terakhir dari SMKPP/SMK Pertanian/ SMA/MA IPA/SMK Teknik.
b. Nilai rata-rata Ijazah/SKHUN paling rendah 7,50.
c. Memiliki prestasi di bidang olahraga, seni, keilmuan dan minat di tingkat Provinsi, Regional, Nasional dan Internasional
d. Memiliki prestasi di bidang Kepemimpinan (OSIS, Karang Taruna atau Organisasi kepemudaan)
e. Khusus prestasi Hafiz Qur’an paling kurang 15 Juz dibuktikan dengan sertifikat dari Kepala Sekolah.
f. Memiliki minat untuk menjadi wirausahawan bidang pertanian yang dibuktikan dengan proposal unit usaha pertanian.
Jalur Kerja Sama
a. Diutamakan penggerak/calon penggerak pembangunan pertanian di daerah;
b. memiliki nilairata-rata ijazah/SKHUN paling rendah 7.00;
c. usia per 31 Agustus 2020 paling tinggi 25 tahun 0 bulan;
d. Pemerintah daerah pengirim calon mahasiswa menjalin kerja sama dengan Pendidikan Tinggi Vokasi Lingkup Kementerian Pertanian yang disetujui oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. (Ageng Hasanah)

PMB Jalur Umum dan Kerjasama di 7 Politeknik Kementan Ditutup 30 April 2020

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian memiliki komitmen yang serius dalam hal pengembangan SDM yang profesional, berdaya saing, dan berwirausaha.  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam kuliah umumnya di Polbangtan beberapa waktu lalu menyampaikan agar mahasiswa yang ada setiap tahun memiliki agenda intelektual pertanian yang baik, juga memahami tentang industri pertanian 4.0 dengan meningkatkan kualitas kekuatan yang ada untuk memenuhi tantangan era sesuai kebutuhan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan juga menegaskan output dan tujuan dari program pendidikan ini adalah  menciptakan job seeker dan job creator,  yaitu membentuk wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha serta industri pertanian.

Rapat Koordinasi melalui Video Conference

Bertujuan untuk koordinasi dan evaluasi perkembangan penerimaan calon mahasiswa baru di Politeknik Pembanguna Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), BPPSDMP melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) menggelar rapat koordinasi penerimaan calon mahasiswa baru jalur umum dan jalur kerja sama melalui video conference pada Jumat (24/4). Tampak hadir pada kesempatan ini, Kepala Pusdiktan, Direktur beserta Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dari ketujuh politeknik, Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan, Kepala Sub Bidang Peserta Didik beserta staf.

“Harapannya dapat mendapatkan bibit-bibit unggul dari hasil seleksi ini,” ujar Kepala Pusdiktan Idha Widi Arsanti saat menyampaikan arahannya. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan antara lain :

  1. Pendaftaran calon mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 jalur umum dan kerjasama ditutup serentak tanggal 30 April 2020
  2. Pemberkasan calon mahasiswa baru jalur umum dan kerjasama diperpanjang hingga 14 Mei 2020
  3. Pengumuman hasil seleksi administrasi calon mahasiswa baru jalur umum dan kerja sama yang semula dijadwalkan 14 Mei 2020 diundur menjadi 28 Mei 2020.

Tak dapat dipungkiri, pandemi covid-19 berimbas pada bergesernya beberapa jadwal yang telah ditetapkan semula. Pemberkasan misalnya, akibat Surat Keterangan Lulus (SKL) yang belum dikeluarkan sekolah asal, maka jadwal pemberkasan mundur selama 2 pekan.  “Hasil kesepakatan bersama jadwal pemberkasan dan pengumuman seleksi administrasi diundur selama 2 minggu,” ujar Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan Ismaya NR Parawansa saat memimpin rapat.  Perpanjangan jadwal pemberkasan ini berimbas pada mundurnya pengumuman hasil seleksi administrasi calon mahasiswa baru untuk jalur umum dan kerja sama . (Ageng Hasanah)

Mari Ikuti Indonesian Agriculture Forum 2020

Mari ikuti Indonesian Agriculture Forum 2020 dengan tema Pendidikan Vokasi Pertanian: Bagaimana Peran Strategisnya dalam Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19.

Arahan dan Pembukaan oleh Menteri Pertanian

Pembicara:

  1. Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr (Kepala Badan PPSDMP Kementerian Pertanian)
  2. Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc (Plt. Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud)
  3. Drs. Pungky Sumadi, MCP, Ph.D (Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Bappenas)
  4. Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si (Rektor Institut Pertanian Bogor)
  5. Karen Tambayong (Ketua Kompartemen Hortikultura Kadin)

Moderator: Dr. Idha Widi Arsanti, SP, MP (Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Kementerian Pertanian)

Forum akan dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2020  pukul 15.30 WIB melalui zoom meeting 485-786-6217, password: dik30420

Wujudkan SDM Berpendidikan, Kementan Dorong Percepatan Penyelesaian Studi Peserta Tugas Belajar

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor pertanian menjadi salah satu fokus pembangunan pertanian. Menteri pertanin (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menekankan pentingnya pengembangan SDM untuk mengoptimalkan sektor pertanian ke depan menuju pertanian maju, mandiri dan modern. Terkait dengan hal tersebut Kementerian Pertanian c.q. BPPSDM memiliki kewajiban mencetak SDM unggul, kreatif dan profesional. Salah satu caranya dengan adanya penyelenggaraan tugas belajar program S2 dan S3 bagi PNS lingkup Kementerian Pertanian. “SDM pertanian perlu digarap terlebih dahulu karena itu yang akan memperlancar dan mempercepat serta memberi kontribusi siginifikan dalam pertanian Indonesia,” ujar Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

BPPSDMP melalui Pusat Pendidikan Pertanian melakukan koordinasi dengan pengurus Program Pascasarjana UNS pada Senin, 6 April 2020. UNS merupakan satu dari 12 Perguruan Tinggi Mitra yang menjalin kerjasama dengan Kementerian Pertanian dalam penyelenggaraan tugas belajar program doktor dan magister. Koordinasi ini dilakukan melalui video conference menggunakan aplikasi meeting daring.

Meeting melalui video conference menjadi pilihan di tengah pandemi covid-19 yang melanda Indonesia. Kebijakan pemerintah terkait physical distancing untuk menanggulangi penyebaran virus ini menyebabkan tidak dapat dilakukannya pertemuan secara langsung. Kebijakan pemerintah ini juga berdampak pada kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.

Sesuai dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19 dari kemendikbud, yang menyatakan proses pembelajaran dilakukan dari rumah melalui pembelajaran daring. Sehingga aktivitas perkuliahan di UNS juga turut menyesuaikan. Meeting daring antara pihak Pusdiktan dengan UNS bertujuan untuk koordinasi lebih lanjut terkait percepatan penyelesaian studi peserta tugas belajar di tengah covid-19.

Idha Widi Arsanti selaku Kepala Pusat Pendidikan Pertanian menyatakan bahwa seharusnya penyelesaian studi peserta tugas belajar tetap dapat berjalan lancar, terutama bagi peserta yang sudah di semester akhir. Adanya pandemi ini seharusnya tidak menjadi alasan peserta tugas belajar melalaikan kewajibannya menyelesaikan studi yang berimbas pada pengajuan perpanjangan.

“Kalau ada yang mengajukan perpanjangan, nanti akan mengurangi kuota tahun selanjutnya,” Idha (01/04) saat melakukan video conference dengan peserta tugas belajar program doktor dan magister angkatan 2015-2017.
Direktur Program Pascasarjana mengatakan, pihaknya akan terus membantu percepatan penyelesaian studi tanpa menurunkan kualitas. Jajaran Program Pascasarjana UNS akan bekerjasama untuk terus menjalin komunikasi, baik dengan Pusdiktan maupun dengan peserta. Komunikasi dapat dilakukan menggunakan e-mail, whatsapp, telepon, ataupun aplikasi meeting daring untuk dapat terus memantau perkembangan studi para peserta tugas belajar.

“Monitoring dan evaluasi perkembangan studi, selain dari universitas, juga akan kami koordinasikan dengan masing-masing eselon I asal unit kerja peserta tugas belajar,” lanjut Idha. Diharapkan dengan monitoring dan evaluasi yang ketat, peserta tugas belajar dapat lebih disiplin dan segera lulus sehingga dapat segera berkontribusi terhadap instansi asal. (Wara Pawestri)

Penyuluh dan Petani, Pahlawan Pangan di Tengah Pandemi

Pandemi COVID-19 yang melanda tanah air ternyata tidak menyurutkan semangat para penyuluh dan petani meningkatkan kinerjanya dengan memanfaatkan Kostratani yang ada di tiap Kecamatan.

Jika saat ini orang banyak berdiam diri di dalam rumah, namun tidak halnya dengan penyuluh pertanian dan petani yang setiap harinya mengejar produksi demi ketersediaan stok pangan. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sejak awal dengan Kostratani, pertanian lebih maju mandiri bahkan dengan pengolahan menggunakan tehnik yang lebih modern.

“Pertanian harus menjadi kekuatan bangsa ini dengan menggunakan teknologi yang lebih baik, memanfaatkan sains dan riset yang lebih kuat sehingga bisa menghadirkan kemampuan-kemampuan kita,” tegas Mentan Syahrul. Menghadapi pandemi COVID-19, Mentan Syahrul menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir soal pangan. 11 komoditas bahan pokok dikawal pemerintah secara intens. Terbukti di beberapa kabupaten dan Provinsi panen padi tengah berlangsung yang sebagian besar berlangsung hingga mei dan juni mendatang. Ini artinya ketersediaan stok pangan kita aman.

Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi juga menegaskan langsung kepada Penyuluh, Petani dan dan Petani Milenial yang ada di Kostratani. Dampak pandemi COVID 19 mempengaruhi perekonomian bangsa, namun tidak halnya dengan Pertanian. Pertanian justru harus makin kuat di kondisi sekarang ini.

“Masyarakat Indonesia semua butuh pangan. Dari pangan yang sehat dan bergizi maka akan membuat imunitas tubuh yang kuat, otomatis membuat bangsa kita sehat. Dan ketersediaan pangan dan olahan yang sehat itu semua berkat kalian sebagai pahlawan pertanian, sebagai pejuang dalam melawan COVID-19 ini,” tegas Dedi melalui virtual pada, Jumat (17/04/2020).

Lebih lanjut Dedi menyampaikan, saat ini akan banyak tantangan-tantangan baru yang harus bisa dihadapi dan diadaptasi oleh masyarakat, tak terkecuali penyuluh dan petani. Untuk itu, ia meminta kepada para pelaku utama dan pelaku usaha ini agar mengikuti manfaatkan perkembangan teknologi.

“Sekarang penyuluh dalam memberikan penyuluhan sudah bisa menggunakan sistem online, video conference, Petani menggarap lahan menggunakan mekanisasi Alsintan, Petani milenial menjadi start up pertanian, menggunakan metode distribusi yang kekinian bahkan meraup omzet hingga puluhan dan ratusan juta. Ini yang dimaksud Pertanian Maju Mandiri dan Modern. Apalagi ditengah masa COVID-19 seperti ini, semua peluang ada di sektor Pertanian. Semua bisa produktif karena Pertanian tidak boleh berhenti”, tuturnya. (JPNN/IndoPos86).

Sumber : http://indopos86.com/penyuluh-dan-petani-pahlawan-pangan-di-tengah-pandemi/

Siswa Sekolah Binaan Kementan Bagikan Hasil Panen Kepada Terdampak Covid

Tak hanya berfokus pada penyediaan pangan di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan upaya penanganan dampak virus tersebut. Salah satunya dalam bentuk kepedulian sosial kepada pegawai dan masyarakat sekitar yang terdampak Covid-19. “Segala bentuk kebaikan yang kita lakukan sebetulnya adalah investasi kemanusiaan dan sosial,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat memberikan bantuan  secara simbolis di Agriculture War Room (AWR) Kantor Pusat Kementan Jakarta (17/4).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengimbau seluruh UPT melaksanakan gerakan solidaritas peduli Covid-19. “Agar kita meringankan beban sesama dan merangkul mereka yang kekurangan akibat Covid-19” ungkap Dedi beberapa waktu yang lalu.

Siswa SMK-PP Negeri 1 Tegalampel Bondowoso ketika menyerahkan bantuan kepada warga

Dukungan penuh gerakan sosial ini tak hanya datang dari UPT. Sekolah binaan Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) juga turut ambil bagian memberikan dukungannya. Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri 1 Tegalampel Bondowoso, misalnya. Para siswa membagikan hasil panen dan sembako kepada warga terdampak Covid-19.  Kepala Pusdiktan Idha Widi Arsanti pun memberikan apresiasinya atas kepedulian sosial yang diinisiasi sekolah binaan.

Aksi sosial yang diberi nama SMK-PP N 1 Tegalampel Peduli ini menyasar kepada wali murid, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekitar sekolah yang terdampak Covid-19. “Untuk mengajarkan anak-anak character building yang nyata, itu yang kita tanamkan,” kata Kepala SMK-PP N 1 Tegalampel Anik Sudiartini melalui sambungan telepon (17/4). “Kegiatan ini dilaksanakan setiap Jumat, dan hari ini sudah sesi kedua, dan akan terus berlanjut,” lanjut Anik.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari alumni SMK-PP N 1 Tegalampel dengan turut berpartisipasi memberikan bantuan. Masyarakat pun menyambut baik kegiatan ini. Anik mengungkapkan hanya melibatkan OSIS dan siswa yang tinggal di sekitar sekolah saja dalam penyaluran bantuan.  Selama pandemi, sekolah menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh untuk mecegah penyebaran virus Covid-19. (Ageng Hasanah)

Hasil Seleksi Administrasi Jalur Undangan dan Tugas Belajar di 7 Politeknik Kementan Siap Diumumkan

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian adakan seleksi administrasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) bagi jalur undangan dan tugas belajar pada Rabu (15/4). Inilah bukti perhatian pemerintah terhadap dunia Pendidikan di saat situasi pandemi Covid-19.

Arahan dari Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa problematika Pendidikan di tengah pusaran wabah corona ini harus memiliki Langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah dengan cepat dan tepat. Contohnya dengan sistem pembalajaran jarak jauh dengan memanfaat teknologi yang ada. Sebab jika tidak, akan memberikan dampak negatif terhadap perkembangan kematangan hasil dan pencapaian dari proses Pendidikan.

Langkah-langkah strategis yang dimaksud oleh Mentan ini kemudian direspon oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam mencetak generasi muda pertanian yang maju, mandiri dan modern melalui Pendidikan di Polbangtan dan PEPI yang merupakan institusi pendidikan milik Kementerian Pertanian di bawah naungan BPPSDMP.

“Pendaftaran PMB Polbangtan dan PEPI secara online sudah dimulai pada minggu ke-empat Bulan Januari 2020, karena ini merupakan agenda wajib setiap tahunnya”, ungkap Dedi. Jadwal Pendaftaran PMB dimulai dari Jalur Undangan dan Tugas Belajar (16 Maret – 10 April 2020), kemudian Jalur Kerja sama dan Umum (1 – 30 April 2020), selanjutnya Jalur POSKM (1 – 3 Juli 2020).

Serempak hari ini Panitia PMB Pusat dan Daerah melaksanakan seleksi administrasi jalur undangan dan tugas belajar melalui Zoom Cloud Meetings yang dipimpin Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti dan dimoderatori oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan Pusdiktan Ismaya NR Parawansa serta dihadiri oleh Kepala Subbidang Peserta Didik Pusdiktan, Kepala Subbidang Kurikulum dan Sistem Pembelajaran Pusdiktan serta 6 (Enam) Direktur Polbangtan dan Direktur PEPI.

Pengumuman hasil seleksi ini akan diumumkan secara online esok hari melalui website Kementerian Pertanian: https://www.pertanian.go.id/home, http://bppsdmp.pertanian.go.id, atau https://web.pusdiktan.net dan website Polbangtan dan PEPI. (Fika Artharini)

Amankan Pasokan Pangan melalui Pemberdayaan Petani, BPPSDMP Gandeng Kadin

Kondisi Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia telah memberikan perubahan yang cukup terasa bagi penyediaan pangan secara global. Walaupun menurut laporan dari World Food Program bulan April 2019 bahwa saat ini supply bahan makanan relatif masih aman, namun ke depan, pandemi covid-19 akan memberikan tekanan bagi penyediaan pangan, khususnya bagi negara-negara miskin dan negara berkembang. Menurut FAO, yang dikhawatirkan adalah adanya “behavioural change” yang dapat mengguncang pasar. Hal ini dimungkinkan ketika misalnya buyer besar gandum yang ada di dunia merasa tidak akan memperoleh pasokan yang cukup sekitar bulan Mei atau Juni 2020, seperti dilansir pada website UN News. Sehingga akan memicu adanya krisis pangan global.

Kondisi seperti menjadikan Indonesia juga harus mulai bersiap diri dengan upaya antisipasi pengamanan pasokan pangan yang melibatkan seluruh pihak mulai dari hulu sampai hilir. Pasokan pangan berawal dari petani yang memproduksi bahan pangan yang kemudian dipasarkan oleh mitra petani melibatkan jalur logistik yang baik untuk membawa bahan pangan tersebut sampai ke konsumen. Melihat adanya disrupsi khususnya dalam penyediaan pangan pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menginisiasi langkah konkrit pemberdayaan petani bersama dengan Kadin dalam sebuah FGD melalui video conference tanggal 13 April 2020.

Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa salah satu program utama Kementerian Pertanian adalah penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia sehingga pertanian tidak boleh berhenti. Hal inilah yang mendorong BPPSDMP merespon arahan tersebut. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengingatkan seluruh jajarannya agar di era disrupsi akibat pandemi Covid-19 ini, bersinergi dengan instansi terkait adalah sebuah solusi. “Disrupsi ini luar biasa dan kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita perlu mendapat support dari swasta seperti Kadin”, ungkap Dedi.

Hal senada disampaikan oleh Karen Tambayong, Ketua Kompartemen Hortikultura Kadin yang sekaligus juga sebagai petani hortikultura yang menyampaikan bahwa untuk memecahkan permasalahan penyediaan pangan, berkolaborasi dengan instansi lain sangat penting untuk dilakukan. “Kami kemarin berkoordinasi dengan BNPB agar mengijinkan kami untuk melakukan distribusi logistik khususnya hortikultura ke beberapa kota tujuan kami baik di Jawa maupun Sumatera”, ujarnya. Hal tersebut kemudian langsung direspon oleh PT. Pos Logistik dan PT. KAI. Menurut Karen, hal terpenting dalam situasi seperti ini adalah bagaimana selain memecahkan permasalahan logistik tetapi juga tetap menjaga agar petani tetap sehat karena merekalah yang langsung bergerak di lapangan.

Dari hasil FGD tersebut, telah diidentifikasi beberapa peluang-peluang baru yang bisa dikerjasamakan antara BPPSDMP dan Kadin antara lain: 1.Melakukan proses bridging antara budidaya (supply) dan kebutuhan produk pertanian di industri maupun konsumen di hilir (demand), 2. Melakukan peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan online maupun pendampingan oleh penyuluh pertanian serta dukungan yang intensif dari produsen mitra Kadin untuk budidaya sesuai kebutuhan dengan memahami lebih baik GAP, GMP, GHP. Di samping juga menerapkan aspek keamanan dan keselamatan para petani dengan protokol lapangan pencegahan Covid-19. 3. Melakukan pilot project semacam close loop, dengan mensinergikan antara para pelaku usaha pertanian dalam suatu kostratani sebagai pusat gerakan ekonomi, 4. mengkoneksikan para duta pertanian milenial dan duta pertanian andalan yang memanfaatkan teknologi informasi dengan penyedia logistik yang cukup kompetitif untuk mendukung kelancaran distribusi produk mereka ke konsumen. (Kodrad Winarno)

Kementan Kukuhkan 67 Duta Petani Milenial dan Andalan

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengukuhkan 67 Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) pada Senin (13/4).  Bertempat di Agriculture War Room – Komando Strategis Pembangunan Pertanian (AWR KostraTani), pengukuhan yang dilakukan secara virtual ini bertujuan untuk mempercepat regenerasi petani.

Foto: Dokumentasi BPPSDMP Kementan

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. SYL meyakini generasi milenial yang terjun di sektor pertanian berpeluang memiliki kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. “Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar SYL. SYL sangat mengapresiasi terbentuknya DPM dan DPA Nasional. Ia mengajak para duta untuk melakukan terobosan dalam pemasaran hasil produk pertanian secara online di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan data yang ada saat ini dari 33,4 juta petani, hanya 9% atau 2,5 juta yang berusia muda. Sementara itu, sebanyak 91% didominasi oleh petani berusia tua. Ia berharap para duta petani milenial dan andalan dapat menarik generasi milenial lainnya untuk ikut berwirausaha pertanian. “Mempercepat advokasi kepada masyarakat terutama berkaitan dengan program-program Kementerian Pertanian,” ujar Dedi. “Dalam masa Covid-19 ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha pertanian milenial khususnya di bidang produksi on-farm,” sambung Dedi.

Terhubung melalui aplikasi zoom, tampak hadir Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti, Kepala Penyuluhan Pertanian Leli Nuryati, dan jajaran pejabat eselon 3 dan eselon 4 lingkup BPPSDMP. Duta-duta yang dikukuhkan meliputi 59 orang DPM dan 8 orang DPA. DPM adalah duta petani yang berusia antara 19-39 tahun, sedangkan DPA adalah duta petani yang berusia diatas 39 tahun. Santi Octa Susila, petani milenial asal Cianjur ditetapkan sebagai ketua Forum DPM dan DPA. Ia memiliki omset ratusan juta rupiah dari hasil usaha di bidang pertanian setiap bulannya. (Ageng Hasanah)

Optimalkan Pangan, Duta Pertanian Milenial lakukan Distribusi secara Online

Salut dengan para pengusaha petani milenial yg terpilih sebagai duta milenial. Di tengah pandemi covid 19, mereka terus berproduksi mencukupi kebutuhan pangan. penjualanpun secara online. Mulai dari Cianjur, Garut, Nganju, Probolinggo sd Bali. Mengacu kepada #pertaniantidakbolehberhenti, pertanian harus jalan, walau apapun terjadi, Sandi Octa Susila – Cianjur, mengungkapkan peluncuran program “Petani Cianjur Sigap Covid 19” memenuhi kebutuhan sayur yang semakin melonjak karena diterapkannya social dan physical distancing akibat dari pandemi covid19.

Selain Sandi, ada juga duta-duta pertanian milenial lain yang turut gigih berjuang mencukupi kebutuhan pangan dengan model pemasaran online. Mereka adalah Slamet Wuryadi, Kadek Surya Prasetya Wiguna, Rahmat Yogi, Khudori Muhammad, Rizal Fajreza dan Susanto. Mereka tidak berhenti mensuplai sayuran, kentang, kakao, ada juga lemon dan produk pangan lainnya melalui media online dan jasa kurir. Ada pula duta pertanian milenial yg khusus menjaring pelaku pertanian untuk dapat dipasarkan melalui ayomart yaitu Jatu Barmawati.

Kehendak mereka bersama, melalui video conference hari senin tgl 6 april 2020, dipimpin Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang dimoderatori oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian dan dihadiri oleh Sekretaris Badan PPSDMP, Eselon 2 BPPSDMP, Eselon 3, dan Eselon 4, yaitu adanya integrasi menyeluruh yang dimediasi oleh BPPSDMP agar distribusi dan jaringan pemasaran online dapat dilakukan untuk seluruh wilayah Indonesia. Dengan integrasi dan gerakan bersama, maka rantai pemasaran pangan akan semakin pendek, dan kebutuhan pangan pasti akan tercukupi, sehingga kekurangan pangan tidak mungkin bisa terjadi (Vitri Aryanti)

#pertaniantidakpernahberhenti
#pertaniancegahcovid19