Archive for month: March, 2020

Cegah Corona, Polbangtan Gowa Semprot Disinfektan di Sekitar Kampus

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melakukan penyemprotan cairan desinfektan di pemukiman sekitar kampus pada Selasa (24/3). Penyemprotan ini sebagai langkah mencegah penyebaran virus corona jenis baru atau COVID-19. Sehari sebelumnya, penyemprotan dilakukan di area kantor dan asrama mahasiswa. Disinfektan yang digunakan hasil racikan sendiri sesuai anjuran pemerintah.

Kantor Lurah Romang Lompoa menjadi lokasi awal penyemprotan, dilanjutkan ke pemukiman penduduk hingga kembali ke area kampus. “Tidak bisa ditanggapi dengan santai, tapi jangan juga sampai panik” kata Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin di sela-sela penyemprotan. “Kita tidak boleh lengah, waspadai penyebarannya dengan mengurangi aktivitas keluar rumah dan berinteraksi dengan banyak orang” lanjut Syaifuddin.

Penyemprotan disinfektan ini wujud kepedulian Polbangtan Gowa kepada masyarakat sekitar kampus. Diharapkan kegiatan ini mampu memutus penyebaran virus COVID-19 yang sudah menjadi pandemi global.

Pusdiktan Kembali Gelar Lomba Karya Inovatif

Pusat Pendidikan Pertanian kembali menggelar lomba karya inovatif bagi siswa dan mahasiswa di tahun 2020. Agenda tahunan ini rutin diselenggarakan untuk meningkatkan kreatifitas dan menumbuhkembangkan jiwa agropreneur bagi peserta didik.  Lomba ini terbuka bagi seluruh siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) dan seluruh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) maupun Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI).

Simak syarat-syarat lomba seperti di bawah ini:

  1. Peserta Lomba Karya Inovatif Siswa (KIS) SMK-PP Tahun 2020 adalah siswa SMK-PP, baik secara perorangan atau berkelompok (maksimal 3 orang). Peserta Lomba Karya Inovatif Mahasiswa (KIM) Tahun 2020 adalah mahasiswa Polbangtan/PEPI, baik secara perorangan atau berkelompok (maksimal 3 orang).
  2. Hasil karya dituangkan dalam bentuk karya tulis hasil inovasi teknologi sebagai bahan penilaian pada babak kualifikasi.
  3. Karya inovatif yang diusulkan belum pernah diikutsertakan dalam perlombaan sejenis.
  4. Karya inovatif akan dinilai oleh tim juri dan karya terbaik akan difinalkan di Jakarta pada bulan Juli 2020.
  5. Batas waktu pengiriman hasil karya inovatif paling lambat 22 Mei 2020.

Karya inovatif dapat dikirimkan ke:

Panitia Lomba Karya Inovatif

Pusat Pendidikan Pertanian

Kantor Pusat Kementerian Pertanian

Gedung D Lantai 5, Jl. Harsono RM Nomor 3 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Protokol Kewaspadaan COVID-19 di UPT Pendidikan

Wabah virus corona (COVID-19) telah ditetapkan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO). Sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi terhadap penyebaran virus COVID-19 yang lebih luas, Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) seperti  Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) membuat protokol kewaspadaan COVID-19.

UPT Pendidikan tidak menghentikan kegiatan belajar mengajar.  Beberapa UPT Pendidikan mengeluarkan kebijakan mengubah sistem pembelajaran tatap muka menjadi sistem pembelajaran daring. “Menerapkan sistem belajar melalui e-Learning” kata Kepala Pusdiktan Idha Widi Arsanti kepada pers saat mendampingi Kepala Badan PPSDMP pada Selasa (17/3) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.

Calon Dosen Polbangtan Bogor Saat Melakukan Perkuliahan Online

UPT Pendidikan membuat protokol kewaspadaan COVID-19 yang berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.  Ini disebabkan UPT Pendidikan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.  Protokol kewasapadaan tersebut diantaranya yaitu menjaga kebersihan dan kesehatan; menjaga keluar masuk lingkungan kampus seminimal mungkin; mengikuti aturan kepala daerah masing-masing, dan lainnya. (Ageng Sulaiman)

Songsong Pertanian 4.0, Pusdiktan Siap Lakukan Transformasi Teaching Factory melalui Hidroponik Modern

Memasuki era industri 4.0, berbagai sektor mengalami modernisasi, termasuk sektor pertanian atau dikenal dengan istilah pertanian 4.0. Pertanian 4.0 mengarah pada implementasi saprodi dan alsintan berbasis teknologi. Menurut Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, Sumardjo Gatot Irianto dalam paparannya pada Jumat (6/3) di Bogor, pertanian modern ialah pertanian yang menggunakan cara-cara terkini dan ditandai dengan kemampuan modifikasi iklim, mitigasi resiko, integrated system, pengoperasian yang mudah dan otomatis, serta artificial intelligence. Dengan pertanian modern, segala sesuatu dapat diestimasi dan dikendalikan oleh sumber daya manusia, sehingga produktivitas komoditi pertanian serta efisiensi tenaga kerja, sumber daya, dan biaya produksi dapat ditingkatkan.

Menanggapi hal itu, Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) akan melakukan transformasi Teaching Factory (TEFA) melalui implementasi hidroponik modern di masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan seperti Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), dan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP). Dalam paparannya, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa hidroponik modern merupakan ragam dari pertanian modern. “Implementasi hidroponik modern di UPT Pendidikan akan mengubah stigma masyarakat mengenai sektor pertanian yang terkesan kotor dan tidak menghasilkan. Ini juga menjadi salah satu cara untuk menarik minat para generasi muda untuk menghasilkan para petani milenial” ujar Idha.

Idha juga menambahkan “Polbangtan, PEPI, dan SMK-PP merupakan ujung tombak pembangunan pertanian Indonesia. Jika sebagai ujung tombak saja kita masih konvensional, bagaimana dengan yang di belakang. Oleh sebab itu, kita perlu lakukan perubahan.”

“Pada dasarnya, pembuatan hidroponik modern tidak sulit, hanya butuh kemauan. Kemauan untuk belajar, kemauan untuk bekerja. Jika sudah berjalan, hidroponik modern ini memiliki efek domino. UPT Pendidikan dapat memproduksi bahan makanannya sendiri, jika produksi sudah besar bisa dipasarkan, mahasiswa yang dilibatkan bisa mempunyai skill terkait hidroponik modern sehingga ketika lulus mereka dapat membangun hidroponik modern secara mandiri” lanjut Idha. (Vanelly Rahutami)

Pusdiktan dan Balitbangtan Jalin Sinergi untuk Tingkatkan Kualitas Lulusan Polbangtan, PEPI, dan SMK PP Melalui Riset

Dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) dan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP), Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) melakukan sinergi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Sebagai ujung tombak pembangunan pertanian Indonesia, lulusan Polbangtan, PEPI, dan SMK PP tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu pertanian secara praktis, tetapi juga dituntut untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian melalui berbagai gebrakan dan inovasi teknologi di bidang pertanian.

Pada pertemuan yang diselenggarakan pada Jum’at (6/3) di Bogor, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan, “Untuk mewujudkan hal itu, perlu adanya perubahan mindset dari berbagai elemen pendidikan pertanian, mulai dari pengajar, mahasiswa, hingga pemangku kebijakan. Perlu digaris bawahi bahwa riset tidak boleh dipandang sebagai penghasil output berupa jurnal ilmiah semata, tetapi harus dipandang bagaimana riset menghasilkan outcome yang bermanfaat bagi masyarakat luas serta berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan petani.”

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti akan menindaklanjuti dengan segera melengkapi berkas administrasi yang diperlukan. Selain itu, sinergi yang dijalin Pusdiktan dan Balitbangtan tidak terbatas pada lingkup pusat semata, melainkan hingga lingkup provinsi. Melalui sinergi tersebut diharapkan Polbangtan, PEPI, dan SMK PP tidak hanya menghasilkan job seeker dan job creator, tetapi juga menghasilkan SDM yang mampu menciptakan inovasi di bidang pertanian sehingga dapat bersaing dengan perguruan tinggi lain untuk meningkatkan kesejahteraan petani. (Vanelly Rahutami)

Kepala Badan PPSDMP Kopdar ‘Bareng’ Duta Petani Milenial

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menggelar Kopi Darat (Kopdar) dengan para Duta Petani Milenial di sebuah rumah makan di Bogor, Selasa (3/3). Ajang silaturahmi, koordinasi, dan komunikasi dikemas secara informal antara Kepala Badan PPSDMP Dedi Nursyamsi dengan 30 orang Duta Petani Milenial. Hadir pula Sekretaris Badan PPSDMP, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), Direktur Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), beserta pejabat eselon III dan IV lingkup BPPSDMP.

Dedi menyampaikan kebahagiaannya dengan adanya pertemuan ini. “Pembangunan pertanian tergantung kepada kalian semua yang ada di hadapan saya,” ujar Dedi. Ia meyakini, jika terdapat 100.000 orang seperti Duta Petani Milenial ini, Indonesia pasti hebat.  Pertemuan ini membahas hasil rumusan yang telah didiskusikan para Duta Petani Milenial sehari sebelumnya di Hotel Arch Bogor. Duta Petani Milenial asal Cianjur Sandi Octa Susila menyampaikan hasil rumusan diskusi diantaranya yaitu mendorong adanya koordinator Duta Petani Milenial; sinergitas antara seluruh Duta Petani Milenial; rekomendasi adanya batasan dalam pemilihan Duta Petani Milenial; mendorong adanya unit usaha atau koperasi Duta Petani Milenial; dan mendapatkan perkembangan informasi di 11 eselon I lingkup Kementerian Pertanian; serta mendorong elaborasi Kementerian Pertanian dengan lintas Kementerian terkait.

“Itu menjadi tekad kita semua, mari kita konkritkan satu per satu agar tidak hanya menjadi wacana,” tegas Dedi. Harapan Dedi, Duta Petani Milenial juga dapat melihat peluang besar di sektor pertanian dimana saat ini produk impor tersendat akibat wabah Covid-19. Dedi menjelaskan, ekspor dan impor menjadi mandek akibat wabah Covid-19, tetapi peluang di sektor pertanian tetap besar.  Hal ini tak lain karena produk yang dihasilkan akan dikonsumsi di dalam negeri.

Menjawab salah satu hasil rumusan, Dedi mengagendakan pertemuan antara seluruh Pejabat Eselon I lingkup Kementerian Pertanian dengan para Duta Petani Milenial di acara Kemah Nasional pada 17 April mendatang.  “Silakan berkomunikasi, berdiskusi dan diharapkan semua pro aktif” ujar Dedi. Pada acara yang akan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur ini, Duta Petani Milenial akan dikukuhkan kembali.

Sebelumnya, pada Oktober tahun lalu sebanyak 21 Duta Petani Milenial telah dikukuhkan oleh Dedi. Mereka terdiri dari wirausahawan muda pertanian, penyuluh pertanian milenial, dan market intelligent bidang pertanian. Duta Petani Milenial menjadi representasi Kementerian Pertanian agar tumbuhnya agropreneurs. Pesan Dedi sebelum menutup diskusi, agar Duta Petani Milenial tetap menjaga silaturahmi, saling berdiskusi, dan sharing informasi.(Ageng Sulaiman)