Archive for month: January, 2020

Demi Mutu, Pusdiktan Mengkaji Kurikulum PEPI

Mutu pendidikan di Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) adalah persoalan penting bagi sektor pertanian di Tanah Air. Dalam rangka itulah, Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) menyelenggarakan pertemuan dengan fokus pembahasan menyoal dokumen kurikulum PEPI, di Kampus PEPI di Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Rabu (8/1).

Pertemuan kali ini dihadiri perwakilan Kepala Balai Besar Mekanisasi Pertanian (BB Mektan) Agung Prabowo, Direktur Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alamsyah, Kepala Pusdiktan Idha Widi Arshanti, jajaran pucuk pimpinan tertinggi PEPI, perwakilan Program Studi PEPI, wakil dari Perekayasa Balai Besar Mekanisasi Pertanian, jajaran Eselon 3 dan 4 Pusdiktan, serta staf Pusdiktan dan PEPI.

Pengkajian draf komisi mekanisasi memutuskan untuk menitikberatkan pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) 4.0. “Yang meliputi Sistem Informasi Manajemen, Precision Farming, dan Cyber Physical System,” kata Agung Prabowo.

Direktur Alsintan pun memaparkan, bahwa dasar pendirian PEPI adalah adanya Balai Mekanisasi Pertanian dengan berbagai sinergi. Mulai dari sinergi yang kuat antara PEPI dan BB Mektan karena menghasilkan karya yang sama serta sinergi PEPI dan Direktorat Alsintan dalam pembuatan Teaching Factory. Selain itu, Andi Nur menegaskan, pengembangan PEPI bisa tercipta dari Sinergi tiga eselon 2 dari BB Mektan, Pusdiktan, dan Direktorat Alsintan.

PEPI adalah politeknik vokasional di bidang teknologi pertanian murni dengan target alumnus yang mampu diberdayakan di masa mendatang. Para mahasiswanya diharapkan dapat membaca permasalahan dalam mekanisasi, sehingga mampu menciptakan inovasi yang dibutuhkan. Lantaran itulah PEPI memiliki keunikan khusus di dalam kurikulumnya.(Dahlia Murwaningsih/EPN)

Pusdiktan Kawal Peserta Tugas Belajar di Unhas

Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) mengawal kemajuan studi mahasiswa peserta tugas belajar Kementerian Pertanian di berbagai lembaga pendidikan nasional. Dalam rangka itulah, Tim Pusdiktan hadir langsung ke Kampus Universitas Hasanuddin di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, di penghujung Desember 2019 silam. Kepala Pusdiktan Idha Widi Arsanti serta Kepala Sub Bidang Kerja Sama dan Tugas Belajar Pusdiktan Abdul Roni Angkat yang hadir mewakili Tim Pusdiktan disambut Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas Jamaluddin Jompa, perwakilan Dekan I Bidang Akademik Unhas, wakil Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sekolah Pascasarjana Unhas, perwakilan Direktur I Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, dan perwakilan peserta tugas belajar angkatan 2015, 2018, dan 2019.

Dalam pertemuan di Ruang Rapat Sekolah Pascasarjana Unhas tersebut, Arsanti meminta agar Sekolah Pascasarjana memberikan dukungan penuh kepada peserta tugas belajar untuk segera menyelesaikan studi. Di sisi lainnya, para mahasiswa pun diimbau belajar optimal, fokus pada penelitian yang mendukung program kebijakan Kementan, menjalin komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing, dan fokus pada waktu penyelesaian studi. Tak lupa Santi juga menyarankan sesama peserta tugas belajar mau saling menyemangati untuk menyelesaikan studi tepat waktu.

Dekan Sekolah Pascasarjana spontan menanggapi. Menurut dia, secara umum perkembangan perkuliahan sebenarnya sudah berjalan baik. Pasalnya jelas, terkait program Kementan, Unhas siap menjadi mediasi antara pemerintah dan masyarakat dalam Kostratani, serta berkomitmen mendukung kontribusi mahasiswa tugas belajar.

Walau begitu Jamal pun menyarankan sumber daya manusia di wilayah timur lebih ditingkatkan. Termasuk kerja sama penelitian dosen antara polbangtan dan Unhas.(Ristiana/AHS)