Pusdiktan Gagas Penguatan Akreditasi Polbangtan

Kualitas pendidikan vokasional dan sumber daya manusia sektor pertanian adalah hal penting yang harus mendapat perhatian penuh Kementerian Pertanian. Satu dari sejumlah upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan pendidikan pertanian yang bermutu dan mengarah pada standar pendidikan bertaraf internasional (world class polytechnic) melalui akreditasi perguruan tinggi. Langkah penjaminan mutu eksternal sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi itulah yang dilaksanakan Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) selaku pembina pendidikan lingkup Kementan dengan menyelenggarakan pertemuan terfokus bertema Penguatan Akreditasi Politeknik Lingkup Kementerian Pertanian di Hotel Arch, Bogor, Jawa Barat, 22-24 Oktober.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu dihadiri perwakilan Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Polbangtan Malang, Polbangtan Gowa, Polbangtan Manokwari, dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia Serpong (PEPI). Diharapkan, polbangtan di masing-masing wilayah segera melakukan persiapan akreditasi dengan baik dan sesuai standar yang telah ditetapkan. “Diharapkan kebijakan penguatan kelembagaan dan ketenagaan pendidikan di politeknik kementerian pertanian dapat tersosialisasikan dengan baik sehingga rencana aksi akreditasi program studi baru politeknik dapat tersusun,” kata Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pendidikan Pusdiktan Inneke Kusumawaty.

Inneke menambahkan, saat ini politeknik di lingkup Kementan baru saja melakukan transformasi kelembagaan. Imbasnya adalah, ada beberapa program studi baru yang masih memiliki akreditasi minimum (C). Berdasarkan peraturan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), program studi baru harus mengusulkan akreditasi setelah 2 (dua) tahun beroperasi. Jika persyaratan itu tidak dipenuhi, maka program studi baru tersebut akan meluluskan peserta didik dengan akreditasi C.

Sejumlah narasumber hadir dalam acara Penguatan Akreditasi Politeknik Lingkup Kementerian Pertanian tersebut. Di antaranya perwakilan dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Pembinaan Kelembagaan, wakil Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; wakil Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT); perwakilan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS); dan pembicara dari Pusdiktan.

Mutu penyelenggaraan pendidikan yang sesuai standar dapat dilihat dari akreditasi sebuah perguruan tinggi. Akreditasi adalah Sistem Penjaminan Mutu Eksternal sebagai bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Hasil dari proses akreditasi tersebut dinyatakan dengan status akreditasi program studi dan akreditasi perguruan tinggi. Sebagai bagian dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Pusdiktan mengemban tugas pengawasan atas akreditasi tujuh politeknik dan tiga sekolah menengah kejuruan pembangunan pertanian (SMK-PP) yang tersebar di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Sijamu, Cara Pusdiktan Audit Kualitas Pendidikan

Pola kerja efektif dan efisien adalah langkah strategis Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) dalam mengawasi keberlangsungan sistem kelembagaan pendidikan vokasional pertanian di lingkup Kementerian Pertanian. Berbasis itulah, Pusdiktan mulai menerapkan aplikasi Sistem Informasi Jaminan Mutu (Sijamu) untuk memantau langsung mutu internal pendidikan tinggi pertanian. Pelatihan operasional Sijamu bertajuk Workshop Audit Mutu Internal Pendidikan Tinggi tersebut diselenggarakan di Bogor, 8-10 Oktober silam.

Menurut Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pendidikan Pusdiktan Inneke Kusumawaty, pelatihan kali ini dalam rangka memfasilitasi Audit Mutu Internal (AMI) agar sesuai standar Auditor Politeknik yang sudah ditetapkan. Tujuannya jelas, supaya meningkatkan kinerja manajemen unit kerja di lingkungan polbangtan, memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, dan mendongkrak akreditasi institusi dan program studi polbangtan.

Pelatihan Sijamu diikuti 16 orang perwakilan dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) politeknik pembangunan pertanian (polbangtan) dari seluruh Indonesia. Yakni dari Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta-Magelang (YoMa), Polbangtan Malang, Polbangtan Gowa, dan Polbangtan Manokwari. Mereka mendapatkan bimbingan dan pendampingan langsung kiat mengoperasikan Sijamu yang berbasis laman online. Syaratnya, para peserta mesti melengkapi berbagai dokumen yang akan dijadikan acuan standar mutu pendidikan.

Polbangtan Yo-Ma Komitmen Dukung Sektor Pertanian Kabupaten Lingga

Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang [Polbangtan YoMa] menegaskan komitmennya mendukung pembangunan sektor pertanian Kabupaten Lingga di Provinsi Kepulauan Riau, selaras dengan target Lingga menjadi ´lumbung pangan´ di kawasan perbatasan dengan mengirimkan 34 mahasiswa/i untuk mengikuti pendidikan vokasi jurusan pertanian di Yogyakarta 23 orang, dan 11 orang di jurusan peternakan Magelang.

Hal itu dikemukakan oleh Direktur Polbangtan YoMa, Rajiman saat menerima kunjungan Wakil Bupati Lingga M. Nizar didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan [PKP] Hernowo Andrianto, Kabid Pertanian Amran Salim; Kasie Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Ahmad Zahari, Kasie Sarana Prasarana dan Pemasaran Hasil Pertanian, Camat Lingga Yulius, dan Taufik S.P. selaku penyuluh pertanian dan petani Lingga.

Rajiman mengapresiasi komitmen Pemkab Lingga membangun pertanian sebagai sektor andalan ekonomi daerah, mengingat posisinya yang berbatasan langsung dengan negeri jiran. Hasil pertanian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daerah secara mandiri, kelebihan produksi untuk ekspor ke negeri jiran, Singapura dan Malaysia. “Ketahanan pangan adalah keniscayaan. Pertanian masa depan adalah pertanian modern, efektif dan efisien dengan aplikasi teknologi. Bukan lagi zamannya mengolah lahan pertanian dengan cangkul,” katanya.

Pertemuan diisi dengan penyampaian informasi program dan kegiatan Polbangtan Yoma untuk mendukung pembangunan pertanian Kabupaten Lingga. Manfaat proses pembelajaran mahasiswa asal Kabupaten Lingga, pengenalan kampus dan kebun praktik, budidaya tanaman pangan dan pengelolaannya, serta kunjungan lapang di kelompok tani mitra.

Wakil Bupati M. Nizar menyampaikan bahwa Pemkab Lingga bertekad menjadikan ´Bumi Bunda Tanah Melayu´. Yakni, sebagai kawasan unggul sektor pertanian didukung kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka, salah satunya adalah Polbangtan Yoma.

Pertemuan dengan para mahasiswa/i utusan Pemkab Lingga diisi diskusi tentang pengalaman kehidupan kampus dan pelaksanaan pendidikan.

Diharapkan, kunjungan wakil bupati beserta rombongan dapat memotivasi mahasiswa dan memperkuat sinergi antara Pemkab Lingga dengan Polbangtan YoMa, serta harapan kontribusi saat menjadi mahasiswa, maupun setelah lulus kelak dapat menjadi pelopor dan inovator sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Lingga mendukung pembangunan pertanian Indonesia.

Opal Polbangtan Manokwari Contoh Pemanfaatan Pekarangan

Merujuk Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 10 Tahun 2019 tentang Obor Pangan Lestari Tahun 2019, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 22 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 10 Tahun 2019 tentang Obor Pangan Lestari Tahun 2019. Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari diharapkan menjadi sarana percontohan program Opal, dimana memanfaatkan pekarangan untuk ditanami aneka tanaman buah dan sayuran. “Program Kementan yang mengharapkan semua UPT Kementerian Pertanian yang ada di daerah maupun pusat menjadi show window bagi masyarakat sekitar,” ujar Direktur Polbangtan Manokwari Purwanta, Rabu, (11/9/2019).

Lanjut, kata dia, tujuan dan sasaran OPAL sendiri yaitu pemanfaatan lahan perkantoran untuk penyediaan pangan dan gizi. Sebagai sarana percontohan untuk masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi. “Paling tidak bisa menjadi contoh untuk internal UPT dan juga dijadikan contoh untuk lahan pekarang

Peringati Sumpah Pemuda, Polbangtan Malang Deklarasikan Agen Perubahan

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Polbangtan Malang, Senin (28/10/2019) dilakukan dengan menggelar upacara dan deklarasi. Pimpinan dan dosen kampus pertanian ini mendeklarasikan agen perubahan. Deklarasi yang berlangsung di lapangan rektorat di sela upacara yang diikuti oleh seluruh civitas akademika. Direktur Polbangtan Malang Bambang Sudarmanto memimpin langsung upacara Hari Sumpah Pemuda ke-91 dan deklarasi tersebut.

Pembacaan Deklarasi Agen Perubahan lingkup Polbangtan Malang dilakukan oleh beberapa unsur pimpinan, dosen, dan tenaga pendidik. Deklarasi berisikan ikrar dan komitmen dalam melaksanakan tugas dan fungsi, antara lain mendorong dan menggerakkan pegawai turut menjadi bagian dalam perubahan yang lebih baik, mengembangkan nilai-nilai budaya kerja pegawai, penegakan disiplin, monitoring dan evaluasi pelaksanaan rencana aksi.

Direktur Polbangtan Malang mengatakan bahwa agen perubahan dibentuk agar ada perubahan yang lebih baik lagi baik dari pegawai dan mahasiswa. “Deklarasi agen perubahan sebagai momentum pula sebagai tonggak, sebagai tokoh, sebagai tim yang diharapkan bisa menggerakkan pegawai dan mahasiswa menuju perubahan yang lebih baik,” kata Bambang Sudarmanto. Harapannya dengan agen perubahan, lanjut dia, ada percepatan serta muncul ide ide kreatif untuk terus memajukan Polbangtan Malang ini.

Sementara dalam sambutan saat menjadi inspektur upacara, Bambang menyebut Sumpah Pemuda merupakan momentum luar biasa. Dulu, kata dia, di tahun 1928 semua berjuang untuk mencapai kemerdekaan, maka sekarang memasuki zaman mengisi kemerdekaan. “Kami berharap kita semua tetap semangat, tetap kompak untuk mengisi kemerdekaan ini,” kata Bambang.

Memaknai Sumpah Pemuda, Bambang mengajak segenap civitas akademika Polbangtan Malang mengisi kemerdekaan dengan turut mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Polbangtan Bogor Bersama MSM-Belanda Siap Merealisasikan Project LMSINDO

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama MSM (Maastricht School Of Management)-Belanda melaksanakan pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pusat, Sekolah Vokasi IPB, BPPP- Kupang, SMKPP Kupang dan SMKPP Waibakul Kupang sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya (Rabu, 9 Oktober 2019) sedangkan Pusat Pendidikan Pertanian- Kementan dan Kemendikbud serta Universitas Nusa Cendana yang sebelumnya dijadwalkan hadir karena beberapa hal belum bisa bergabung dalam pertemuan perdana ini.

Adapun agenda pada pertemuan kali ini meliputi: Perkenalan dengan semua mitra Indonesia LMSINDO, penjelasan MSM mengenai rencana kegiatan awal project LMSINDO dan persiapan Kick off resmi LMSINDO yang diagendakan pada tanggal 17-19 Desember 2019 di Polbangtan Bogor.

Tujuan dari project LMSINDO yaitu meningkatkan kompetensi SDM para guru-guru SMKPP di Kupang dan Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemudian program ini lebih difokuskan pada pengembangan produk local NTT yaitu jagung, kopi dan coklat. Kupang dan Sumba tengah dipilih menjadi lokasi project dengan pertimbangan bahwa dua lokasi tersebut mewakili daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terpencil). “MSM menargetkan program ini akan berlangsung selama 2.5 tahun dan diharapkan bisa diteruskan oleh Kementerian terkait”. Ujar Mr Huub selaku Project Director. Harapan besar project ini setelah sukses dengan NTT maka akan dikembangkan menjangkau kawasan lebih besar menjadi project regional, nasional bahkan internasional.

Mitra project LMSINDO mengemukakan harapan dan ekspektasi terhadap project ini, salah satu harapan itu diungkapkan oleh Kepala SMK PP Negeri Kupang: “Agar memperhatikan kebutuhan kegiatan wilayah, kebutuhan saat ini adalah ternak sapi potong, kemudian pengembangan tanaman hortikultura serta ternak ayam petelur bagi daerah kabupaten Kupang, oleh karenanya mohon adanya bimbingan dan pelatihan dari pusat kepada guru dan para siswa-siswa kami di SMKPP Kupang-NTT”.

”Tindak lanjut pertemuan ini adalah Kick off resmi LMSINDO yang akan di gelar pada tanggal 17 dan 19 Desember 2019 di Polbangtan Bogor dan selanjutnya di susul dengan kegiatan di Kupang dengan melihat langsung lokasinya”. Ujar Rara Dewayanti.