Pusdiktan Bekali 112 Penerima Tugas Belajar Nasional

Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) menggelar pertemuan tahunan bagi penerima tugas belajar dalam negeri. Ajang rutin tahunan ini diikuti 112 penerima tugas belajar dalam negeri periode 2019. Para peserta tugas belajar mendapatkan pembekalan materi, termasuk Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 10/Permentan/OT.140/3/2015 tentang Pedoman Tugas Belajar dan Izin Belajar Pegawai Negeri Sipil Lingkup Pertanian. Hadir sebagai narasumber Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Heri Susanto, Sekretaris Inspektorat Jenderal Suprodjo Wibowo, dan Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Abdul Halim. Kepala Pusdiktan Idha Widi Arsanti membuka secara resmi acara pembekalan dan pelepasan peserta tugas belajar program magister dan doktor 2019 yang berlangsung selama dua hari di Hotel Innside, Yogyakarta, DIY, Selasa (23/7).

Ke-112 calon peserta tugas belajar terseleksi adalah aparatur negeri sipil (ASN) lingkup pertanian yang berasal dari sejumlah institusi di Kementerian Pertanian. Di antaranya dari Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dirjen Perkebunan, Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian, Dirjen Hortikultura, Dirjen Tanaman Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Badan Karantina Pertanian, dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Dalam sambutannya Santi menggarisbawahi bahwa ada Pusdiktan memiliki11 perguruan tinggi mitra. Yakni Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Jenderal Soedirman, dan Universitas Padjadjaran. Sementara Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung masih masih dalam proses penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU).

Pada 2019 ini, para calon peserta tugas belajar diharuskan mempresentasikan proposal penelitian sebagai kerangka pemikiran awal dalam melakukan penelitian. Tujuannya adalah, mereka mampu fokus melaksanakan proses pembelajaran dengan judul penelitian yang mempunyai manfaat bagi tugas pokok dan fungsi organisasi, serta fokus pada program Kementan 2020-2024.(Ageng Hasanah Sulaiman/EPN)

Jelang Era 4.0., Dosen Polbangtan Jalani Bimtek Pedagogi

Dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0. penuh dinamika. Tantangan pendidikan dan pengajaran, misalnya, menuntut pola pendidikan yang tak hanya berbasis output, melainkan harus berbasis outcome. Berdasarkan itu pula Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) bagi dosen serta calon dosen politeknik pembangunan pertanian (polbangtan) seluruh Indonesia dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI). Bimtek tersebut digelar di Kampus UNY dan Hotel LPP Convention DI Yogyakarta, selama lima hari, dimulai pada 21 Juli 2019.

Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang Rajiman yang membuka pelatihan ini berharap, bimtek adalah ajang mengembangkan pengetahuan, wawasan, keterampilan mengajar dalam meningkatkan kualitas hasil belajar mahasiswa. Sebab tujuan peningkatan tersebut adalah menghasilkan inovasi pendidikan vokasional yang melibatkan langsung dunia usaha dan dunia industri di sisi teknologi informasi.

Para peserta Bimtek Pekerti ini diharapkan mampu memiliki kemampuan untuk memahami berbagai teori belajar dan motivasi, dasar-dasar komunikasi dan keterampilan mengajar, model-model dan metode pembelajaran, media pembelajaran, serta E-Learning. Yang tak kalah penting, para dosen dan calon dosen bisa memahami penjaminan mutu perguruan tinggi, memahami dan mampu menyusun kurikulum, memahami dan menilai proses dan hasil belajar, melakukan analisa kompetensi, melakukan pengembangan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Satuan Acara Pembelajaran (SAP), dan memahami serta mengerti ihwal sertifikasi dosen.

Langkah nyata ini, menurut Rajiman, memang dilakukan Kementan melalui Pusdiktan dengan meningkatkan kompetensi bagi tenaga kependidikan yang profesional, produktif, dan berintegritas tinggi. Yang sesuai dengan fungsi serta tugas utama dosen sebagai pendidik dan ilmuwan untuk mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu kepada masyarakat.

Rajiman menambahkan, arah kebijakan pemerintah fokus pada pembangunan sumber daya manusia dengan memperbaiki sistem pendidikan Indonesia melalui revitalisasi pendidikan vokasional.  Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, serta meningkatkan keterampilan pencari kerja melalui pelatihan vokasional dan program sertifikasi pada 2019 ini. Di antaranya, pengembangan SDM menjadi wirausahawan muda pedesaan di bidang pertanian. Termasuk yang utama adalah menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian melalui pendidikan vokasional pertanian lingkup politeknik pembangunan pertanian (polbangtan).

Wakil UNY, Anik Ghufron menegaskan bahwa UNY siap memberikan pelatihan dan simulasi dalam rangka pengembangan pengetahuan dan wawasan para dosen polbangtan. Mulai dari memperbaiki struktur tenaga kerja, meningkatkan mutu pendidikan, relevansi dan evaluasi serta menyiapkan generasi emas 2045. Hingga pemenuhan kebutuhan dan kompetensi tenaga kerja yang menjadi unggulan minat. Seperti, Anik menambahkan, bidang manufaktur, agribisnis, pariwisata, tenaga kesehatan, ekonomi digital, dan sektor pekerja migran. Sedangkan arah pembangunan pendidikan vokasional bidang pertanian dilakukan lembaga pendidikan tingkat sekolah menengah kejuruan pertanian pembangunan (SMK-PP) dan polbangtan.(Wahyu Hadi Trigutomo/EPN)

Puluhan Mahasiswa Polbangtan Manokwari Magang di PTPN XIV

Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) Batch II secara resmi digelar. Wakil dari ke-28 mahasiswa Polbangtan Manokwari peserta PMMB menandatangani kontrak dengan perwakilan PTPN XIV. Sedianya, para mahasiswa magang itu akan ditempatkan di perkebunan kelapa sawit milik PTPN XIV yang berlokasi di Kera-Maroangin, Luwuk, dan Malili selama enam bulan. Acara yang dibuka Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV Makassar Doni P. Gandamihardja di Kantor Dreksi PTPN XIV Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (19/7), ini juga dihadiri Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Idha Widi Arsanti dan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari Purwanta.

Bagi Pusdiktan, kesempatan yang diberikan PTPN XIV kepada mahasiswa polbangtan patut diapresiasi. Karena momentum magang adalah kesempatan para mahasiswa meningkatkan kompetensi, yang juga sejalan dengan pelaksanaan PMMB sebagai program Kementerian Pertanian untuk meningkatkan sumber daya manusia pertanian. “Kami sangat berharap kerja sama ini dapat berkesinambungan,” ujar Santi.

Agenda kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan mahasiswa Polbangtan Manokwari yang akan menjadi peserta PMMB Batch II 2019 . Kultur teknis tanaman adalah materi yang diberikan dalam pembekalan ini. Usai mengikuti magang, mahasiswa yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui dunia usaha dan dunia industri bidang perkebunan kelapa sawit.(Ageng Hasanah Sulaiman/EPN)

Pusdiktan-PTPN III Bakal Sertifikasi Mahasiswa Magang

Kolaborasi ala Pusat Pendidikan Pertanian tampaknya total dilaksanakan sampai tuntas. Buktinya, Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) bersama Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan dan Polbangtan Manokwari beserta Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Induk PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III kembali menggelar pertemuan membahas persiapan kegiatan magang bersertifikat bagi mahasiswa menjelang akhir Juni silam di Kantor Pusat PTPN III di Jakarta. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) antara Pusdiktan dan Induk PTPN III yang ditandatangani Januari lampau. Kedua institusi bersepakat menciptakan SDM unggul yang memiliki kompetensi di bidang industri dan berdaya saing global di sektor perkebunan.

Rapat persiapan magang bersertifikat tersebut dihadiri Direktur Polbangtan Manokwari Purwanta, Direktur Polbangtan Medan Yuliana Kansrini, Kepala Sub Bidang Kerja Sama dan Tugas Belajar Pusdiktan Abdul Roni Angkat, serta Kepala Sub Divisi Talent Management Holding PTPN III Teguh Widodo. Sedianya, program magang akan dilaksanakan selama enam bulan mulai 22 Juli mendatang. Kuota yang dipatok buat magang kali pertama ini sebanyak 40 orang. Mereka akan dialokasikan di PTPN II, III, dan IV di Sumatra Utara. Sementara jatah yang didapat Polbangtan Manokwari adalah sebanyak 28 orang mahasiswa untuk ditempatkan di PTPN XIV di Sulawesi Selatan.

Menurut Abdul Roni, kolaborasi yang diusung Pusdiktan dan PTPN III adalah terobosan baru. Kesuksesan pilot project ini pun bisa menjadi contoh untuk dijalankan polbangtan lain di angkatan selanjutnya. “Peserta magang akan mendapatkan uang saku per bulan serta sertifikat kompetensi dan sertifikat industri dari PTPN,” kata dia antusias.

Teguh Widodo mengamini. Namun dia memaparkan bahwa proses seleksi mahasiswa akan diserahkan sepenuhnya kepada polbangtan. Rangkaian aktivitas magang bersertifikat itu terdiri dari pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan uji kompetensi. Pra pelaksanaan meliputi persyaratan dan seleksi. Tahap pelaksanaan meliputi pelaksanaan magang (in house training), yang diakhiri dengan uji kompetensi. Mahasiswa yang tak lulus uji kompetensi hanya mendapatkan surat keterangan magang.

Rencana tindak lanjut dari pertemuan kali ini adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara polbangtan dengan PTPN III.(Ageng Hasanah Sulaiman/EPN)

Petani Milenial Kutai Kartanegara “Dibekali”

Para petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur kedatangan tamu penting. Perwakilan dari Kementerian Pertanian khusus hadir menggelar bimbingan teknis (bimtek) buat para petani di sana selama dua hari sejak Kamis (11/7) di Gedung Pertemuan Desa Sidomulyo. Kegiatan bimtek penumbuhan dan penguatan bagi petani milenial ini meliputi sejumlah poin utama sektor agribisnis. Mulai dari teknis pertanian, strategi pemasaran, konsep manajemen, pengelolaan keuangan, dan operator alat serta mesin pertanian. Tak kurang dari 200-an orang peserta yang berasal dari 40 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kecamatan Anggana menghadiri kegiatan ini.

Mewakili Bupati Kutai Kartanegara, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kukar Akhmad Taufik Hidayat pun memberikan arahan kepada para peserta. Intinya, penyelenggaraan Bimtek Optimalisasi Lahan Pasang Surut bahwa bimtek tersebut dilaksanakan sebagai upaya penumbuhan dan penguatan agribisnis petani milenial setempat. Momentum pembukaan acara ini juga dihadiri perwakilan dari peneliti dan penyuluh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kaltim, wakil Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim, wakil Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kukar, perwakilan Kecamatan Anggana, perangkat Desa Sidomulyo, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Gapoktan se-Anggana.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Idha Widi Arsanti berharap para petani milenial akan semakin produktif dalam meningkatkan produktivitas, khususnya usaha tani padi lahan surut di wilayah ini. “Dan, berperan nyata dalam pembangunan pertanian secara regional, maupun nasional,” kata Santi.

Penumbuhan dan penguatan petani milenial ini juga bertujuan membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. Sekaligus, Santi menambahkan, untuk menekan kemiskinan dan urbanisasi, serta menumbuhkan wirausaha muda pertanian (agro entrepreneurship).

Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mempunyai program untuk menumbuhkan minat generasi muda untuk bekerja di bidang pertanian demi keberlangsungan pertanian di masa mendatang, yang disebut Penumbuhan dan Penguatan Petani Milenial. Yang dimaksud petani milenial adalah petani berusia 19-39 tahun, atau yang berjiwa milenial, yang adaptif terhadap teknologi digital.

Menurut data Pusdiktan, Provinsi Kalimantan Timur memiliki target petani milenial hingga 7.113 orang yang tergabung dalam 285 kelompok tani. Komoditas utama di zona kawasan ini adalah padi dan cabai. Pada kesempatan ini, para petani juga mendapatkan bantuan benih padi dan jagung.(Ageng Hasanah Sulaiman/EPN)

Anggaran Pendidikan Pertanian 2020 Mulai Disusun

Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) menggelar pembahasan dan penyusunan Anggaran Pendidikan Tahun Ajaran 2020. Acara yang diselenggarakan di Arch Hotel Bogor, Jawa Barat, dibuka langsung Kepala Pusdiktan Idha Widi Arsanti dan berlangsung selama tiga hari sejak 8 Juli silam. Acara ini juga dihadiri Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prihasto Setyanto, perwakilan dari direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman Kementerian Keuangan yaitu Kepala Seksi Anggaran Bidang Pertanian, Kelautan, dan Kehutanan 2 Widi Sulistiono, direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (polbangtan) seluruh Indonesia, kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) seluruh Indonesia, serta manajer Program Youth Entrepreneurships and Empowerment Support Services (YESS) Yul Harry Bahar.

Pertemuan kali ini fokus pada pembahasan dan penyusunan anggaran yang dilaksanakan setelah ditetapkannya pagu indikatif dari Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Ajang kali ini bertujuan agar penyusunan anggaran pendidikan pertanian tahun mendatang sudah tersusun sesuai grand desain pendidikan sektor pertanian. Lantaran itulah, setiap polbangtan didaulat memaparkan rencana pengganggaran terkait penyelenggaraan pendidikan dan kegiatan pendukung lainnya.

Selain paparan para direktur polbangtan, sejumlah materi juga dibedah, sekaligus sesi tanya jawab, diskusi kelompok, dan kerja mandiri. Dari hasil pertemuan ini diharapkan setiap polbangtan dan SMK-PP dapat menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAK/L), membuat Kerangka Acuan Kerja (Term of Reference), dan merencanakan anggaran biaya (RAB) sesuai output yang tercantum pada Aplikasi Krisna.(Arif Oka/EPN)